Barter, sebuah bentuk pertukaran barang dan jasa tanpa penggunaan uang sekaligus bentuk transaksi tertua yang pernah diketahui umat manusia. Transaksi ini tidak hanya sekedar pertukaran saja, melainkan juga salah satu bentuk interaksi sosial di mana kepercayaan dan pemahaman antar pihak diperlukan dalam praktiknya. Oleh karena itu, barter menjadi salah satu cara dalam membangun pertemanan, sekutu, bahkan aliansi antar komunitas penyintas. Barter telah berubah dari tidak hanya sekedar perintis dari sistem transaksi yang lebih rumit untuk terbentuk di suatu komunitas penyintas, melainkan juga menjadi salah satu pijakan pertama dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Pada dasarnya metode transaksi menggunakan barter cukup merepotkan untuk dilakukan karena membutuhkan "kebetulan ganda", di mana kedua pihak yang melakukan transaksi harus memiliki kebutuhan akan sesuatu dan juga harus memiliki sesuatu yang dibutuhkan itu. Namun, akan ada tantangan dalam menawarkan benda maupun jasa yang dibutuhkan itu, seperti mencari mereka yang membutuhkannya dan bagaimana dalam menentukan seberapa berharganya benda serta jasa yang ditawarkan tersebut. Tantangan-tantangan inilah yang menjadi alasan mengapa uang muncul sebagai pengganti metode transaksi utama di Bumi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut akan tantangan-tantangan yang dapat penyintas temui saat melakukan barter:
- Penentuan Nilai: menentukan nilai suatu barang dan jasa pada barter itu subjektif dan dapat berbeda-beda pada tiap individu maupun di setiap kultur sosial tempat si penyintas berada. Misalnya, seorang penyintas menyatakan bahwa harga daging buruannya setara tiga botol air almon sehingga kamu harus memberikan tiga buah botol air almon untuk mendapatkan daging segar itu. Tetapi, ternyata penyintas lainnya menghargai daging buruannya hanya setara dua botol air almon saja.
- Kesepakatan: kemampuan bernegosiasi yang mumpuni sangat diperlukan demi mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Jangan heran jika saja suatu proses barter ternyata dapat memakan waktu yang cukup lama karena tidak ada yang mau dirugikan ketika pertukaran barang dan jasa terjadi.
- Perwakilan: terkadang transaksi langsung tidak dapat dilakukan akibat suatu hal sehingga berujung pada adanya pihak perwakilan. Hanya saja, ini akan mengakibatkan munculnya sistem barter yang lebih kompleks karena melibatkan beberapa pihak sekaligus, kemudian barang dan jasa yang menjadi fokus barter ini akan terus berpindah-pindah tangan hingga akhirnya tiba ke si pihak yang diwakilkan itu.
Dari poin-poin di atas dapat dilihat bahwa barter tidak selamanya mudah, oleh karena itu tidak heran bahwa umat manusia di Bumi meninggalkan barter dan beralih ke sistem yang lebih sederhana seperti menggunakan mata uang. Praktik serupa juga terjadi di Backrooms di mana komunitas-komunitas penyintas yang lebih maju akan menetapkan sistem ekonomi yang lebih sederhana demi mempermudah kehidupan para penyintas yang tinggal di dalam kawasan tersebut, bisa saja mereka akan menggunakan uang kertas ala Bumi, atau bisa saja mereka menggunakan benda-benda tertentu sebagai penggantinya — setiap komunitas tentunya akan memiliki ciri khas masing-masing dalam kegiatan ekonominya. Walau tampaknya sistem barter telah ditinggalkan oleh komunitas-komunitas yang lebih maju, sebenarnya pada kesempatan tertentu mereka akan kembali menggunakan sistem barter jika dirasa lebih sesuai. Contohnya ketika mereka ingin mendapatkan sesuatu secara langsung ke sumber barang dan jasa yang mereka butuhkan, atau ketika sistem mata uang kedua pihak saling tidak cocok sehingga barter menjadi metode transaksi alternatif yang lebih sederhana.
Kelemahan Sistem barter
Walau barter menjadi suatu sistem yang cukup umum untuk dilakukan di dunia Backrooms yang tidak memiliki suatu sistem ekonomi tunggal yang berlaku, walau barter telah menjadi cikal bakal pembentuk relasi antar kelompok penyintas, dan walau barter adalah bentuk paling sederhana dari sistem transaksi, tetap saja ada kekurangan besar pada sistem ini. Sebelumnya telah disebutkan bahwa barter harus mengandalkan "kebetulan ganda" dan adanya berbagai tantangan yang akan menghalangi penyintas nantinya, lalu tidak adanya konsistensi nilai tukar serta ancaman ketidakadilan transaksi akan menjadi makanan sehari-hari penyintas nantinya. Menyimpan kekayaan juga tidak mungkin untuk dilakukan karena tidak semua benda-benda dapat bertahan lama, beberapa dari mereka hanya akan menjadi setumpukan sampah setelah beberapa waktu berlalu. Kekurangan lainnya adalah sebagai berikut:
- Benda Tidak Bisa Dibagi: beberapa benda tidak bisa dibagi-bagi melainkan harus dibarterkan secara utuh. Contohnya, kamu tidak bisa menukarkan suatu keranjang berisi botol-botol air almon dengan setengah ekor sapi, bagaimana dengan sisa si sapi nantinya? Apakah akan ada yang mau membeli setengah ekor sapi lagi dalam waktu dekat itu juga? Bukankah nilai si sapi akan hancur karena setengah tubuhnya berakhir menjadi barang busuk?
- Tidak Bisa Investasi: barter tidak cocok untuk kegiatan investasi jangka panjang karena pertukaran barang harus terjadi secara langsung dan saat itu juga.
- Biaya Transportasi dan Gudang: terkadang suatu benda dan jasa yang dibarterkan harus melalui berbagai lokasi terlebih dahulu sebelum tiba di lokasi barter, atau benda-benda yang akan terlibat dalam barter berjumlah banyak sehingga membutuhkan tempat penyimpanan yang cukup besar. Kedua hal ini saja dapat menyebabkan adanya biaya ekstra seperti biaya transportasi, biaya gudang, dan biaya pengamanan.
- Ketidakcocokan pada Transaksi yang Lebih Rumit: barter tidak cocok untuk transaksi yang melibatkan kontrak, insuransi, investasi, dsb.
- Ekonomi Menjadi Stagnan: jika suatu komunitas terus menerus menggunakan sistem barter, dikhawatirkan komunitas tersebut akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang stagnan akibat sulitnya dalam menyimpan dan mengembangkan "kekayaan" komunitas.
Apa saja yang menjadi bahan barter?
Di sepanjang sejarah umat manusia di Bumi, sistem transaksi dengan barter telah berlangsung cukup lama sehingga sistem ini cukup solid pada masanya hingga akhirnya mata uang diadakan untuk lebih mempermudah transaksi niaga. Pada masanya, peradaban-peradaban kuno tersebut menjadikan barter seperti "cara untuk menunjukkan identitas" milik mereka karena barang dan jasa yang mereka tawarkan tentunya memiliki hubungan dengan kultur sosial budaya yang mereka miliki. Contohnya seperti:
- Produk Agrikultur: pada komunitas penyintas yang hidup secara agraris, hasil panen yang berlebih akan menjadi barang utama yang akan mereka tawarkan kepada para penyintas dari kawasan lain. Contohnya seperti para penyintas di level Persada Bumi Daratan yang menawarkan hasil panen padi kepada para penyintas pendatang, mereka juga terbuka untuk jalur transaksi niaga antar level sehingga berasnya mereka dapat ditemukan pada beberapa level di Backrooms.
- Benda Kerajinan: para penyintas yang memiliki kemampuan merakit maupun membuat barang tentunya akan mendapatkan keuntungan jika mereka menawarkan jasa kepada penyintas lain yang sedang membutuhkan kemampuan mereka. Contohnya suatu penyintas mampu mengubah setumpukan sampah menjadi sebuah alat pertahanan diri dari ancaman entitas, bukankah senjata dan pelindung adalah hal yang cukup penting untuk dimiliki? Benda-benda untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk keperluan penjelajahan juga tidak kalah penting, bukan?
- Hewan Ternak: hewan ternak adalah lambang kemakmuran seseorang ataupun komunitas. Memiliki hewan ternak tidak hanya membuat suatu pihak dapat menawarkan sumber nutrisi semata, melainkan juga dapat menawarkan bahan barter juga. Menukarkan seekor sapi yang dapat menghasilkan sumber nutrisi dan menjadi alat transportasi dengan sejumlah barang langka yang tidak kalah pentingnya? Atau menawarkan sejumlah hewan ternak demi mendapatkan bantuan dari sekelompok orang? Ada banyak potensi niaga yang dapat terjadi jika seorang penyintas menawarkan hewan ternak, tetapi, harap diingat bahwa tidak semua orang akan menerimanya atas suatu alasan pribadi.
- Jasa: memiliki kemampuan berarti bisa mendapatkan apa yang kamu butuhkan — tergantung pihak si penerima. Contohnya ada seorang penyintas memiliki kemampuan dalam memperbaiki barang, ia membantu sebuah kelompok penyintas penjelajah demi mendapatkan makanan dan informasi dari mereka.
- Logam dan Batu Mulia: kegunaan mereka cukup spesifik dan hanya dibutuhkan oleh kelompok penyintas yang spesifik pula. Contohnya membawa besi ke seorang penyintas yang memiliki kemampuan sebagai pandai besi untuk memintanya mengubah besi itu menjadi senjata, lalu kamu menawarkan beberapa benda-benda tambahan seperti makanan sebagai bentuk terima kasih kepada penyintas tersebut.
- Garam dan Rempah: kedua bahan masakan ini termasuk "sangat dicari" karena kemampuannya dalam mempertahankan kondisi bahan makanan serta meningkatkan kualitas makanan.
- Eksotis: merujuk pada hal-hal yang secara spesifik tidak dapat digapai dengan mudah. Contohnya seperti objek asli Backrooms yang memiliki status langka ataupun orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan profesional di suatu bidang yang sangat jarang dikuasai oleh penyintas umum.
| Nutrisi | Material Umum | Material Langka | Peralatan | Senjata dan Amunisi |
| Objek Umum | Garam dan Rempah | Obat-obatan | Mesin | Objek Langka |
Tabel di atas mungkin akan terlalu membebani si penyintas baik isi tasnya maupun pikirannya, berikut adalah beberapa barang contoh yang dapat dijadikan referensi:
- Pemantik Api (termasuk korek)
- Bahan Bakar (bisa berupa bensin)
- Penyaring Air (termasuk penampungnya)
- Makanan (makanan kering lebih baik)
- Antibiotik
- Obat-obatan
- Alkohol
- Baterai
- Lilin (atau sumber pencahayaan lainnya)
Harap diingat bahwa barang-barang yang bisa dibarterkan itu tergantung kondisi lingkungan dan penyintas yang diajak untuk melakukan barter. Penyintas bisa saja akan menawarkan sesuatu yang sepenuhnya berbeda dengan daftar di atas akibat kondisi lokasi yang ia tempati saat itu sehingga daftar di atas tidak lebih hanyalah sebuah rujukan saja.
Tentang senjata dan amunisi, seperti yang kita tahu bahwa berada di Backrooms tidaklah mudah karena keamanan sangatlah bervariasi. Setiap penyintas setidaknya harus memiliki senjata demi mengamankan dirinya dari berbagai ancaman yang bisa saja datang kepadanya sehingga senjata dan amunisi menjadi sesuatu yang akan sangat sulit untuk dibarterkan. Siapa yang mau merelakan senjata maupun amunisinya begitu saja, bukan? Karena itulah nilainya akan naik. Selain itu, ada kemungkinan kalau senjata dan amunisi yang telah dibarterkan itu malah digunakan kepadamu, jadi tidak heran hampir tidak ada penyintas yang mau menggunakan senjata dan amunisi sebagai bahan barternya.
Bagaimana sebaiknya melakukan barter?
Harap diingat bahwa tidak semua penyintas itu ramah dan baik hati, terutama di lokasi di mana bertahan hidup adalah segalanya. Backrooms telah membuat beberapa manusia menjadi lebih egois dan mementingkan dirinya saja, bahkan akan ada pihak yang siap merebut sesuatu darimu dengan paksa walau pertumpahan darah bisa saja terjadi di antara kalian. Kegiatan barter termasuk kegiatan yang disarankan untuk jangan dilakukan dengan orang asing yang baru saja ditemui, lakukan barter dengan mereka yang sudah terpercaya saja!
- Jangan lakukan barter di tempat tinggalmu! Lakukan di tempat lain yang banyak saksi matanya terutama di lokasi yang netral. Sebuah grup penyintas yang berisi para penyintas yang terbuka dengan barter — yang bermukim di sebuah komunitas penyintas — dapat menjadi pilihan karena mereka pasti akan mempertimbangkan nama baik mereka sehingga mereka akan bersikap jujur kepadamu.
- Jangan pergi sendirian! Setidaknya pergilah berdua, bertiga lebih baik, tapi jangan sampai terlalu ramai karena mereka akan merasa terancam.
- Amati dan pelajari! Amati lingkungan sekitar, pelajari kondisi kehidupan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Ini supaya apa yang kamu barterkan sesuai dengan kebutuhan orang yang menjadi target bartermu.
- Jangan pamer! Jangan menunjukkan hal lain yang tidak menjadi bahan barter. Orang yang menjadi target barter bisa saja menginginkan hal tersebut juga, tidak masalah jika kegiatan barter menjadi terus berlanjut dan tiba pada kesepakatan lainnya. Tetapi jika berakhir pada munculnya pihak lain yang ingin merebut bahan barter itu maka bersiaplah akan kemungkinan terburuk.
- Jangan barter dalam jumlah besar! Lakukan sedikit demi sedikit karena ini akan merepotkan orang yang menjadi target bartermu. Kunjungan yang terjadi berkali-kali biasanya akan membangun hubungan pertemanan.
- Hati-hati pada serangan mendadak! Biasanya para pembegal ini akan bersiaga di sekitar jalur yang menuju ke tempat lokasi barter biasanya terjadi, jika merasa ragu langsung balik arah dan cari jalur lain. Hati-hati juga terhadap para penguntit, segera cari lokasi yang lebih ramai dan jangan sampai terpojok!
Barter dengan orang asing
Ini adalah situasi terpaksa yang bisa saja terjadi kapan saja, kamu terpaksa harus bertanya dengan orang asing yang kamu lihat di pojokan ruangan itu. Yang pasti adalah semua orang yang berada di Backrooms akan waspada terhadap orang lain yang mereka temui karena tidak semua orang adalah orang baik.
- Tunjukkan kepada orang itu bahwa dirimu tidak berbahaya seperti mulai menyapanya dengan tangan di atas, tunjukkan bahwa kamu memang sedang tidak memegang senjata atau melakukan hal-hal yang mencurigakan supaya ia menurunkan kewaspadaannya kepadamu. Pada saat ini, tetap menjaga jarak darinya.
- Nyatakan padanya bahwa kamu tidak sedang mencari keributan dan hanya ingin bertanya soal kesediaannya untuk melakukan barter. Jika ia menolak maka mundur (jangan membalikkan badan) dan segera minta maaf karena sudah mengganggu waktunya, kamu tidak tahu dia itu sebenarnya sedang apa jadi kedatanganmu mungkin sedang mengacaukan rencananya. Jika ia terbuka untuk barter, maka jangan senang dulu!
- Nyatakan apa yang kamu butuhkan dan apa yang kamu tawarkan. Jika tidak cocok maka mundurlah, jika cocok maka mendekatlah dengan perlahan. Pada saat ini orang tersebut mungkin masih waspada padamu, jadi mulailah mengobrol dengan santai dan tenang untuk menurunkan ketegangan pada atmosfer.
- Bicarakan topik yang berhubungan dengan barter kali ini. Jelaskan apa yang sedang kamu tawarkan dan mengapa kamu membutuhkan sesuatu yang orang itu miliki, beritahukan juga kenapa kamu memilih dirinya kali ini bukannya orang lain saja. Bersikap terbuka dapat membuat orang lain menaruh rasa percaya kepadamu, tetapi jangan sampai terlalu buka-bukaan.
- Lakukan dengan cepat. Beberapa orang mungkin akan menjadi tidak nyaman jika kamu terlalu lama berbasa-basi dengannya, jangan sampai kamu memperumit transaksi.
- Berikan kesan positif. Berbicara dengan ramah, mengucapkan terima kasih, maupun melakukan hal-hal sederhana lain yang dapat memberikan kesan positif sangat disarankan. Jika saja kamu menemui orang itu lagi di suatu tempat yang lain, transaksi yang akan terjadi berikutnya akan menjadi lebih mudah karena ia telah mengenalmu sebagai orang yang aman untuk diajak berinteraksi.
Barter dengan entitas
Ini adalah kasus unik di mana kamu hendak melakukan transaksi dengan spesies selain manusia, harap diingat bahwa mereka bukanlah manusia sehingga akan ada banyak perbedaan pada kultur, faham, dan lain sebagainya. Kamu harus ekstra hati-hati, karena tidak seperti dengan manusia yang kamu akan merasa "tahu harus apa", berinteraksi dengan entitas harus dilakukan dengan perhitungan. Kamu bisa saja tidak sengaja menyinggungnya atau malah membuatnya ketakutan kepadamu. Sama seperti sebelumnya yang di mana kamu harus menunjukkan bahwa kamu tidak berbahaya dan hanya ingin barter saja, tetapi kali ini kamu harus memastikan terlebih dahulu entitas seperti apa yang hendak kamu ajak untuk melakukan barter. Para entitas memiliki kepribadian dan kultur tersendiri sehingga mereka bisa saja tidak membutuhkan benda-benda yang kamu tawarkan, malah akan lebih buruk lagi jika mereka malah menginginkan dagingmu. Jika kamu merasa ragu untuk melakukan barter dengan entitas, maka mundur saja. Harap diingat bahwa kamu hanya boleh melakukan barter dengan entitas jika kamu telah mengenal si entitas atau si entitas memang sudah dikenal ramah oleh orang-orang.
Setiap spesies entitas biasanya akan menawarkan benda dan jasa yang spesifik serta sesuai dengan ciri khas spesiesnya, mempelajari suatu spesies entitas sangat disarankan supaya kamu tidak salah dalam memilih target bartermu nantinya. Jangan mengharapkan ada entitas Manstria yang menawarkan sayuran karena makanan utama mereka adalah daging seperti manusia, jadi hal yang paling mungkin untuk kamu dapatkan dari mereka adalah material organik seperti kulit dan tulang. Tetapi tetap saja, semoga beruntung jika hendak melakukan barter dengan berbagai makhluk hidup non-manusia.
Barter adalah solusi bagi para penyintas Backrooms di mana bertahan hidup adalah segalanya, jika sistem mata uang tidak berlaku di suatu lokasi maka barter adalah satu-satunya cara demi mendapatkan apa yang si penyintas butuhkan. Lebih baik melakukan barter daripada melakukan tindakan kejahatan yang hanya akan merugikan dirimu saja di kemudian hari. Tidak memiliki barang untuk dibarterkan? Kamu masih bisa menawarkan apapun kemampuan yang kamu miliki demi bisa mendapatkan apapun yang kamu butuhkan. Sistem barter memang tidak sepenuhnya sempurna, tetapi sistem barter telah menjadi lambang dari bagaimana manusia akan terus beradaptasi di mana pun mereka berada.



