BTM:GyT 9 - "Belenggu di Leher 1"

penilaian: +1+x

Ibarat bunga bakung lelabah merah, deretan gumpalan daging itu membentuk bunga dan mekar di atas tumpukan daging yang berbentuk tentakel yang menempel di langit-langit, sungguh pemandangan yang aneh dan terkesan tidak berasal dari dunia mana pun.

Para monster itu tidaklah memiliki wujud yang tetap, melihat mereka memiliki wujud seperti campuran hewan atau tanaman adalah hal yang lumrah di tempat yang aneh ini. Manstria adalah makhluk yang kreatif, mereka sangat bebas dalam memilih wujud yang mereka mau.

Mereka seperti tidak sesuai tema, di mana tema tempat ini adalah area dalam ruangan modern sedangkan para monster itu lebih cocok dalam area gua ataupun area yang seperti berasal dari film atau permainan bertema alien, bukan?

Seolah-olah seseorang menyisipkan baris kode yang salah ketika membuat suatu program, anehnya program itu malah berkerja dengan sangat luar biasa! Mungkin sebaiknya kode itu jangan disentuh lagi karena sudah berkerja dengan semestinya, siapa yang peduli jika baris kode itu ternyata salah.

Monster bernama Manstria itu beradaptasi dengan sangat baik dengan lingkungannya, mereka dapat hidup di berbagai jenis tempat di dalam level ini, menunggu sesuatu lewat di hadapan mereka. Mereka ada di mana-mana, ruangan sempit, lorong yang gelap, dan berbagai tempat-tempat lainnya.

Bola mata bak kristal putih dengan garis hitam di tengahnya, dikelilingi oleh struktur daging yang menyerupai bunga, Manstria itu merayap di langit-langit sambil menyebarkan sulur-sulur tentakelnya ke sana kemari seolah-olah sedang mencari sesuatu. Shinael sedang mengamati gerak-gerik Manstria itu, tampaknya akan bisa untuk diatasi karena hanya ada satu Manstria saja.

Sesuatu tiba-tiba melesat ke arah bola mata Manstria itu, tiba-tiba Manstria itu terjatuh dan mengerang kesakitan, sebuah kesempatan terbuka di hadapan mereka yang menyaksikannya. Saatnya untuk kabur.

Hm? Kenapa tidak dihabisi saja? Yah, jika Manstria yang lain tahu jika ada rekannya yang tewas, bukankah mereka akan menjadi semakin waspada? Itulah yang Shinael lakukan saat ini, ia ingin menghindari lebih banyak masalah lagi karena hanya akan memberatkan misinya saja.

“Tadi itu peluru tulang ya?” tanya Harold, Shinael kemudian membalas dengan singkat, “Yup, dari ujung jariku.”

Karena Shinael juga Manstria, ia mampu melakukan apa pun pada tubuhnya termasuk menembakkan ujung tulang jarinya ke arah target, dan hebatnya tulang itu akan tumbuh lagi dalam hitungan milidetik sehingga dapat ditembakkan berulang kali—dan itu tidak bersuara sama sekali. Sungguh kemampuan yang sangat berguna dalam memberi serangan kejutan.

Mereka kemudian terus berjalan dengan cepat menyusuri lorong-lorong itu sambil memghindari Manstria yang ada di jalan, tidak lupa pula mereka mengumpulkan beberapa objek yang mungkin dapat membantu mereka nantinya seperti Air Almon dan Cairan Senyap yang tersebar di beberapa ruangan yang mereka temui.

Shinael memperingatkan mereka untuk tidak membawa terlalu banyak, karena kerakusan lah yang telah membuat level ini menjadi kuburan massal mereka yang serakah. Apa lagi terlalu banyak barang hanya akan merepotkan mereka saja nantinya, tidak peduli seberapa butuhnya dirimu, tidak bersikap rakus adalah salah satu poin keselamatan di level ini.

Setiap beberapa ratus meter mereka akan beristirahat sebentar dengan cara bersembunyi di dalam sebuah kamar, memeriksa keberadaan Manstria, lalu lanjut melakukan perjalanan kembali setelahnya. Metode ini lumayan efektif, walau tidak selalu bisa diandalkan.

Ketidakefektifan metode ini benar-benar terjadi, ketika mereka hendak belok ke arah kiri malah ada gerombolan Manstria di belokan sebelah kanan, di sinilah Shinael kembali berupaya untuk menyingkirkan para Manstria itu supaya mereka bisa lewat dengan aman.

Metode yang biasanya tidak dapat diterapkan karena hanya ini jalur satu-satunya mereka juga tidak mungkin untuk mengambil jalur memutar lain karena jarak dan waktu yang dibutuhkan sangatlah banyak. Mau tidak mau mereka memang harus menerobos dengan paksa.

Sesuai rencana yang telah mereka susun, Shinael pergi ke arah kanan sedangkan James dan yang lainnya menunggu sampai keadaan aman supaya mereka bisa pergi ke arah kiri. Ledakan terjadi, James dan yang lainnya langsung berlari ke arah kiri, tidak ada satu pun dari mereka melihat apa yang terjadi di belakang mereka bahkan tidak ada yang merasa penasaran, mereka mematuhi perkataan Shinael yaitu jangan melihat ke belakang.

Dengan cepat mereka berlari menyusuri lorong yang panjang itu dan kemudian menerobos sebuah pintu dan masuk ke dalamnya, mereka menunggu Shinael kembali, dan ternyata semuanya berjalan sesuai rencana. Tidak ada yang mempertanyakan apa yang terjadi, apa yang Shinael lakukan, dan apakah ia baik-baik saja? Yang mereka lakukan hanyalah percaya pada Shinael.

Selama menunggu Shinael kembali mereka mencoba membicarakan para Manstria yang telah mereka lihat. Sejauh ini mereka telah melihat beberapa bentuk Manstria dan menjuluki mereka dengan nama-nama sederhana seperti; Kaki Besar, Bola Berkaki, Si Hantu, Mata Bunga, dan sebagainya.

Walau banyak sekali Manstria yang telah mereka temui, tidak semuanya mendapat julukan—mungkin terlalu panik. Manstria sangat unik, sampai-sampai Harold menyempatkan diri untuk menggambar ilustrasi mereka, sebagai kenang-kenangan yang hendak ia gantung di tempat kerjanya.

Arthur membantunya untuk mengoreksi karya Harold karena dirinya masih ingat wujud-wujud para Manstria itu dengan sangat jelas, sedangkan James menempelkan telinganya di pintu, mencoba mendengarkan apakah ada yang datang atau tidak. Lalu Carolyne, dia memilih untuk beristirahat di ruangan itu saja dan tidak melakukan hal lain.

Shinael kemudian kembali dan menyambut mereka dalam keadaan agak berantakan karena penampilannya kacau, tetapi ia kembali ke penampilan normal dalam waktu singkat setelahnya. Shinael meminta maaf atas apa yang telah mereka lihat, pemandangan yang terlihat seperti manusia yang penuh luka pasti tidak nyaman untuk dilihat.

James dan yang lain merasa tidak masalah akan hal itu, mereka sudah melihat cukup banyak bentuk aneh Manstria sehingga penampilan anehnya Shinael tidak mengejutkan mereka lagi, walau mereka penasaran seperti apa wujud Shinael kalau ia menggunakan wujud Manstria seutuhnya.

Tetapi, ada sesuatu yang mengganggu pikiran James, yaitu tentang hubungan Shinael dengan kaumnya sendiri.

“Soal itu, kurang lebih mereka menganggapku seperti saudari yang aneh yang suka membawa 'makanan' untuk diriku sendiri dan terkadang bersikap kasar kepada sesama. Mereka menganggapku sebagai anak bermasalah yang harus diwaspadai karena aku kadang suka mengajak berkelahi dengan mereka, tetapi mereka masih menerimaku walau aku memusuhi mereka. Yah, mereka masih mengizinkanku untuk berkeliaran ke mana pun yang kumau, menggunakan Terminal Merah, memasuki sarang, maupun menaiki tubuh mereka,” jelas Shinael.

Dengan kata lain, Manstria masih menerima keberadaan Shinael. Para Manstria yang mengejar mereka sebelumnya sebenarnya mengejar James dan yang lainnya bukan Shinael, mereka tidak menganggap Shinael sebagai musuh, hanya Shinael sendiri saja yang memusuhi kaumnya sendiri.

“Mereka sangat baik padaku, sungguh. Mereka kadang suka memberiku makanan yang mereka temukan, mengajakku berkeliling, atau sekedar mengobrol santai bersamaku. Walau aku sendiri yang menjaga jarak dari mereka, tetapi aku dapat melihat kalau mereka mengkhawatirkan diriku. Mereka mungkin menganggapku sebagai anak bermasalah, tetapi mereka tetap tidak menjauhiku.”

James hanya tertegun, Shinael melawan rasnya sendiri hanya untuk melindungi spesies lain seperti manusia. Itu jelas tugas yang mustahil untuk ia lakukan sebagai manusia, sejelek apa pun sifat manusia itu ia akan tetap berada di sisi manusia. Mungkin ia naif atau memang seperti itu sifatnya, ia akan tetap memberikan tangannya kepada penjahat yang sedang sekarat sekali pun.
James kemudian bertanya apa yang terjadi dengan para Manstria yang ada di lorong sebelumnya.

“Owh, tadi itu ada beberapa Manstria yang sedang bersantai dan membentuk sarang sementara di tengah lorong, aku datang ke arah mereka sambil berteriak untuk menantang mereka bertarung. Oh aku meledakkan sebuah Garam Api untuk mengagetkan mereka. Sayangnya aku dihajar karena kalah jumlah,” jawabnya sambil menghadap ke langit-langit dengan menaruh jemari mungilnya di dagunya.

James terdiam, Shinael mengorbankan dirinya untuk para manusia yang baru saja ia kenal, sesuatu yang bahkan dirinya sendiri tidak akan bisa ia lakukan. Shinael kemudian bercerita, ia sudah melihat banyak hal; kemalasan para staf, ketamakan para penyintas, kesombongan para pemusnah Manstria, dan keegoisan sang atasannya Rizu. Ia mengaku muak dengan semua itu, tetapi apa daya dirinya yang hanya sesosok Manstria kecil yang dapat dihabisi dengan mudah hanya dengan menyandera sosok berharga bagi dirinya, Rizu.

Ia dibelenggu dengan rantai, ibarat boneka ia dipaksa menuruti melakukan berbagai perintah. Mulutnya disumpal, ia dilarang memberi kritik, ia dilarang membocorkan semuanya kepada publik. Kebusukan manusia yang begitu pekat telah menundukkan martabatnya sebagai Manstria.

Mengetahui hal itu James kemudian berjanji akan melakukan sesuatu ketika mereka semua telah keluar nanti, ia menjadi prihatin pada kondisi Shinael yang ternyata lebih buruk daripada yang ia duga. Shinael pada dasarnya sedang diperbudak oleh manusia hanya karena ia bukan manusia.

Ia ingin membebaskan Shinael supaya ia bisa bebas setidaknya sebagai entitas yang bebas. Tidak hanya James, rekan-rekannya yang lain juga setuju akan hal itu, mereka ingin melakukan hal yang sama. Mereka secara kompak ingin membantu Shinael, sepertinya akan ada harapan di masa depannya Shinael.

Carolyne dan Harold berencana akan mengajak rekan-rekan mereka untuk melakukan protes, apa lagi setelah mengetahui seberapa busuknya para staf sebelumnya sehingga ada rekan-rekan mereka berdua yang menjadi korban. Arthur akan membuat sebuah laporan khusus yang akan diedarkan secara luas oleh James, ini diharapkan akan menarik perhatian publik untuk mendapatkan dukungan secara masif.

Mereka berempat adalah para sosok terkemuka di antara para penyintas sehingga akan sangat mudah bagi mereka untuk mendapatkan perhatian banyak orang nantinya. Shinael tersenyum mendengar semua dukungan itu, tetapi, di dalam hatinya, ia hanya bisa merasa sesak.

Ia lanjut menceritakan tentang bagaimana orang-orang ingin membuat Shinael lainnya alias menjinakkan para Manstria. Tetapi semua itu gagal. Dalam perspektif manusia, mereka hendak memiliki teman. Tetapi dalam perspektif Shinael, itu sama saja dengan menangkap hewan dari alam lalu memaksa menjinakkan mereka.

Singkatnya, Shinael tidak mau rasnya mengalami hal yang sama dengan dirinya—dimanfaatkan untuk keuntungan manusia. Shinael senang karena Rizu mendukung Shinael dan melawan rencana penjinakan itu dari internal, tetapi tetap saja, satu orang melawan seluruh organisasi? Mustahil. Yah tetap saja rencana itu akhirnya gagal karena para Manstria sangat menjaga anak-anak mereka dengan sangat ketat, sungguh suatu hal yang tidak mereka harapkan malah terjadi.

James mengambil nafas berat, ia tidak bisa membayangkan kesulitan apa yang telah Shinael dan Rizu hadapi selama ini, yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah mendukung mereka berdua saja. Mereka berdua adalah orang-orang baik yang ditindas, setidaknya itulah yang ia pikirkan.

Ah, keadaan di dalam ruangan itu semakin suram akibat kisahnya Shinael, tapi kemudian Arthur dan Harold menemukan sesuatu yang menarik perhatian mereka berdua. Mereka mengeluarkan suatu benda berbentuk kumpulan batang besi yang disatukan dan membentuk sesuatu seperti antena, namun benda itu dalam keadaan patah dan kabel-kabelnya telah putus.

“Ah sebuah pemancar! Dahulu sering digunakan sebagai alat bantu jaringan Wi-Fi[ ] dan biasanya ada di setiap sektor genap, alat ini dipakai untuk memperkuat jaringan Wi-Fi menjadi sangat kuat bahkan bisa menghubungkan semua sektor!” jelas Shinael dengan semangat.

Sebuah pemancar merupakan alat yang sangat penting karena dengannya sebuah informasi dapat tersampaikan ke sebuah sektor dengan cepat. Dahulu biasanya digunakan sebagai pemberitahuan akan suatu hal, terutama berbagai informasi penting dari tim manajemen seperti info lokasi sumber daya maupun soal entitas.

Tetapi kemudian ekspresinya Shinael berubah, “Tapi sayang, semuanya dirusak oleh orang-orang yang aku sendiri tidak tahu siapa dan mengapa sehingga komunikasi antar sektor langsung rusak … dan aku juga tidak tahu cara memperbaikinya.” Shinael menggendong pemancar yang seukuran setengah tubuhnya itu dengan erat, ada banyak kenangan yang pernah terjadi diantara dirinya dengan alat komunikasi tersebut.

Harold menawarkan dirinya untuk memeriksa benda tersebut dan menemukan solusi bagaimana memperbaikinya hanya dengan sekilas. Ia meminta Shinael untuk mencatat instruksinya supaya gadis itu dapat memperbaikinya sendiri nanti, memperbaikinya sebenarnya tidak sulit, hanya memerlukan benda-benda yang tentunya sudah pasti ada di dalam level ini—level di mana suku cadang barang elektronik ditemukan dengan melimpah.

Arthur kemudian meminta Harold untuk memperbaiki barang di kantornya nanti jika mereka bisa keluar dari level. Namun, sebagai seorang profesional Harold meminta bayaran untuk itu. Perekonomian harus tetap berjalan, tidak ada yang namanya harga teman, dan ini membuat Arthur serta yang lainnya berkacak pinggang.

Shinael merasa hanya dia yang mendapat bantuan gratis dari Harold, ia kemudian mencoba menepi ke sisi ruangan dan membiarkan rekan-rekannya itu bersitegang karena masalah uang. Tetapi, mengapa semua pemancar itu dirusak? Ada apa lagi sebenarnya? Siapa dan kenapa? Sepertinya hanya waktu yang bisa menjawab semua itu.

Mereka kemudian kembali melanjutkan perjalanan setelah Shinael meletakkan kembali pemancar tersebut ke tempat mereka menemukannya. Namun, bedanya kali ini sangat hening karena tidak ada satu pun yang berbicara. Pandangan mereka fokus ke depan, berharap tidak ada masalah lagi nantinya. Para Manstria terus menggempur ke arah posisi mereka tanpa henti, metode lari dan sembunyi adalah satu-satunya cara yang harus mereka lakukan saat ini.

Keadaan medan di sektor B sangat menguras tenaga mereka, lorong yang lurus menuntut mereka untuk terus berlari jikalau ada bahaya yang datang dari belakang atau depan mereka. “Lari untuk hidupmu” adalah kalimat yang cocok jika kamu dikejar Manstria di sektor ini karena mau tidak mau kamu harus berlari cepat dalam garis lurus supaya bisa selamat. Stamina? Semoga beruntung.

Inilah kenapa mereka yang sedang menyusuri lorong tersebut merasa tegang, mereka sedang berada di tengah-tengah lorong yang panjangnya entah berapa jauh. Terus berdoa dan waspada, semoga tidak ada Manstria yang menghalangi jalan mereka.

Walau terdengar pesimis, tetapi harapan tersebut berhasil membawa mereka ke ujung lorong tanpa ada masalah, walau masalah berikutnya adalah belokan-belokan rumit khas labirin yang harus mereka lalui sebelum sampai ke tangga penghubung ke sektor berikutnya.

Shinael kemudian menyarankan mereka untuk beristirahat kembali terutama untuk merilekskan pikiran mental mereka yang terbebani beberapa saat yang lalu. Mereka setuju atas usulan tersebut akibat rasa tegang yang terus datang dan dikhawatirkan akan membuat mereka tidak dapat berpikir dengan jernih nantinya.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License