Mereka akhirnya tiba di sebuah lorong yang agak luas, Shinael kemudian meminta mereka untuk memperhatikan sebuah demonstrasi yang hendak ia lakukan. Kira-kira demonstrasi apa itu? Karena penasaran, mereka pun berbaris di hadapan Shinael untuk mengamati dengan seksama.
“Baiklah, seperti yang kita tahu bahwa Manstria dapat merubah wujud mereka, aku akan menunjukkan pada kalian seperti apa perubahan wujud Manstria itu,” ucapnya.
Yang lainnya terlihat bersemangat karena ini pertama kalinya bagi mereka bisa melihat aksi Manstria sungguhan. Perubahan wujud adalah konsep menarik yang selalu ingin manusia coba untuk wujudkan, konsep ini dapat membuat manusia mampu beradaptasi sesuai kondisi medan entah itu bersuhu ekstrim atau minim udara. Suatu konsep idaman yang akan meningkatkan kemungkinan selamat dalam hidup di Backrooms.
Shinael kemudian mengangkat lengan kirinya dan mengarahkannya ke depan, ia menampakkan punggung tangannya ke arah James dan yang lainnya. Secara perlahan, warnanya berubah menjadi kemerahan sebelum akhirnya menjadi merah terang seperti daging segar yang telah dikelupas dari kulitnya.
Jari jemarinya yang mungil dan terlihat lembek itu kemudian memendek dan sesuatu seperti cakar tajam keluar dari ujung jemarinya, cakar itu terus tumbuh dan diikuti oleh bagian bersegmen yang kemudian menggantikan jari jemarinya dengan tulang berbentuk cakar yang bersegmen.
Bagian punggung tangan ditutupi oleh semacam sisik keputihan yang berkilau dan akhirnya keseluruhan pergelangan tangannya memiliki tampilan seperti kaki serangga. Perubahannya selesai dan semua yang melihat kagum dengan demonstrasi itu.
“Yang kulakukan ini sebenarnya dalam kecepatan yang sangat lambat, kecepatan aslinya kira-kira begini,” ucap Shinael sebelum mengubah tangannya kembali seperti semula hanya dalam sepersekian detik.
Ibaratkan seekor bintang laut menumbuhkan lengannya kembali, namun kali ini, potong durasinya sehingga hanya tersisa kurang dari satu detik layaknya seseorang habis melakukan pengeditan penyingkatan durasi pada video. James dan yang lainnya kaget bukan main, mereka kini menyadari seberbahaya apa Manstria yang akan mereka hadapi.
Shinael kemudian melanjutkan demonstrasinya dalam kecepatan yang biasanya, kali ini ia berubah menjadi entitas selain Manstria dalam dua sampai tiga detik, membuat persenjataan tentakel dengan pedang tulang di ujungnya dalam dua detik, dan menyebarkan bagian tubuhnya dalam bentuk tombak daging dalam tiga detik.
Ia juga menunjukkan bahwa ia bisa menembakkan tulang seukuran ujung jari ke arah suatu target seperti peluru dan meledakkan pergelangan tangannya supaya tulang belulang yang ada di dalamnya tersebar ke arah target, ini sekaligus menumbuhkan kembali pergelangannya tersebut yang juga dilakukan dalam hitungan detik.
Ini seperti menyaksikan tayangan timelapse atau orang bermain secara speedrun, semua terjadi begitu cepat, sangat cepat, seolah-olah waktu adalah segalanya di sini. Selain itu rasanya seperti bermain plastisin namun makhluk hidup karena tidak ada yang tetap dalam wujud Manstria serta segala bagian tubuhnya bisa menjadi apa saja.
“Kalian tahu, kita benar-benar harus menghindari mereka,” ucap Harold dengan rasa takut. James, Arthur dan Carolyne setuju. Di sisi lain, Shinael tertawa kecil melihat reaksi mereka karena rasanya sudah lama sekali tidak melihat reaksi yang seperti itu.
Lawan mereka bukan entitas yang biasa mereka temui, bayangkan kemampuan berubah wujud dan kecerdasan digabung, bukankah itu kombinasi yang berbahaya? Mereka sedang berhadapan dengan entitas cerdas pelaku pembunuhan massal di sini!
“Teman-teman, tidak ada manusia selain kalian berempat, jadi jika ada manusia lain maka jangan percaya, bahkan mayatnya! Jika mereka menyamar sebagai kalian, aku akan langsung menyadarinya karena sesama Manstria dapat saling mengenali,” lanjut Shinael.
Ya, sesama Manstria dapat saling mengenal sehingga mereka tidak saling menyerang satu sama lain, lalu bagaimana mereka melakukan itu? Itu terdengar seperti sistem radar? Yah, Shinael sendiri pun sulit menjelaskannya.
Para Manstria akan memanfaatkan kemampuan berubah wujud mereka untuk menjebak dan menyerang manusia, di mana kemampuan ini adalah penyebab utama mengapa angka kematian sangat tinggi di sini.
Shinael juga menjelaskan bahwa kini Manstria sudah bisa berbicara dalam bahasa manusia, bahkan sejauh ini ia mendapati bahwa Manstria sudah mampu menggunakan tiga bahasa berbeda. Semua kemampuan ini digunakan untuk menipu para penyintas tentunya. Meniru wujud dan bahasa, Manstria adalah aktor yang handal bukan? Mereka meniru sesuatu untuk meyakinkanmu lalu menusukmu dari belakang.
Arahan dari Shinael berikutnya adalah memanfaatkan segala yang ada di sekitar mereka, objek-objek dapat ditemukan dengan mudah di sini seperti Air Almon ataupun alat perlindungan diri seperti Garam Api. Namun, Manstria juga memanfaatkan objek-objek ini sehingga James dan yang lainnya harus sangat berhati-hati jika bertemu dengan Manstria.
Jika ada yang lapar dan kehabisan bahan makanan, memakan Manstria adalah hal yang dapat mereka pertimbangkan, Shinael akan memberi dagingnya jika mereka mau dan mereka boleh meminta jenis daging apa.
Yah, jangan dilaporkan ke Rizu karena sebenarnya tindakan ini dilarang. Bagaimana menjelaskannya, memakan Shinael itu agak … kurang manusiawi …, bukan? Tunggu, dia itu kan bukan manusia jadi ini cukup membingungkan. Tetapi memang sebaiknya ikuti saja apa kata pak tua itu.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba ke salah satu ciri khas level ini, Terminal Merah, alias sebuah celah yang digunakan Manstria untuk berpindah-pindah antara satu celah ke celah lainnya. Ukuran Terminal Merah yang mereka temui saat ini berukuran kecil, diameternya hanya 10 sentimeter saja.
Shinael menjelaskan bahwa ukuran diameter Terminal Merah bervariasi bahkan ada yang cukup besar untuk dimasuki seseorang. James dan yang lainnya langsung menjauhi Terminal Merah itu dan Shinael memaklumi hal itu karena Terminal ini sering digunakan Manstria untuk berpindah-pindah dengan cepat—seperti jalan pintas.
Shinael memasukkan lengannya ke dalam celah kecil itu dan secara perlahan seluruh lengannya masuk ke dalam, setelah beberapa saat ia pun menarik kembali lengannya.
“Kalian tahu, aku bisa mendapatkan seluruh lokasi Manstria di sektor ini hanya dengan memasukkan bagian tubuhku ke dalamnya. Hm, sejauh yang kudeteksi, tidak ada Manstria sampai tangga menuju sektor B. Tapi, ada beberapa Manstria di sektor B dan C namun lokasi mereka di luar jalur kita jadi ya kita akan aman sebelum masuk ke sektor D,” jelasnya.
Kemampuan deteksi Shinael meningkat pesat jika terhubung dengan Terminal Merah walau itu masih terhitung lemah jika dibandingkan dengan Manstria pada umumnya. Terminal Merah bertindak layaknya sebuah pintu masuk untuk terhubung dengan “jaringan internet” ala Manstria, bahkan beberapa Manstria diketahui menempel di sekitar celah ini hanya untuk bersiaga jika ada sesuatu yang masuk ke dalam jangkauan deteksi mereka.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju sektor berikutnya, perasaan gugup dapat terlihat jelas di wajah mereka. Langkah kaki yang agak gemetar, tangan yang dengan erat menggenggam tas mereka, dan tatapan mereka yang ke sana ke mari, yeah, semoga beruntung.
James mencoba mencairkan suasana dengan mengajak rekan-rekannya mengobrol tentang pengalaman mereka selama ini seperti pengalaman di berbagai level maupun dalam melakukan kegiatan kemanusiaan. Shinael sangat tertarik dengan dunia luar, terlihat dengan tingginya antusiasme dirinya dengan pembicaraan itu.
“Tolong ceritakan padaku seperti apa level favorit kalian?” tanya Shinael.
Sebuah pertanyaan sederhana namun memiliki banyak arti bagi Manstria kecil itu, rasa penasarannya dengan dunia luar sangatlah besar dan selalu berharap bisa keluar dari level tempat ia lahir. Anak ini tidak pernah merasakan dunia luar, level rumahnya tidak mengizinkan entitas mana pun untuk keluar dari dalam level termasuk dirinya.
Shinael hanya bisa menikmati semua itu lewat cerita, foto, maupun artikel saja, namun seluruh sel di tubuhnya berteriak ingin merasakan semua itu secara langsung. Shinael tidak bisa keluar dan ingin sekali untuk keluar, tetapi jika ia bisa keluar maka artinya Manstria lainnya juga bisa, kan? Jika Manstria lainnya tahu Shinael bisa keluar, itu akan langsung menjadi topik pembahasan bagi seluruh Manstria yang mengetahuinya.
Manstria adalah makhluk yang unik, mereka telah mengembangkan sistem komunikasi sekaligus transportasi yang khas sejak lama. Mereka bukan makhluk yang bodoh seperti yang manusia kira, mereka itu aslinya cerdas. Tidak seperti manusia yang angkuh dan rakus sehingga mereka terpuruk dalam kesalahan mereka sendiri, Manstria memanfaatkan kesalahan untuk belajar dan berkembang.
Mereka saling berbagai informasi lewat Terminal Merah, mereka saling terbuka dan tidak menutupi sesuatu. Mereka tidak korup dan akan berbagi mangsa mereka, tidak seperti manusia yang akan menyimpan barang yang mereka dapatkan untuk diri mereka sendiri dan enggan berbagi.
Babak baru kini telah dimulai, mereka akan naik ke sektor berikutnya. Shinael menyatakan bahwa Manstria yang ia deteksi berada di luar jalur yang akan mereka lalui, tetapi jauh di dalam hatinya, ia ragu akan hal itu. Baginya, Manstria sulit ditebak, bahkan Shinael ingin terus menempelkan diri dengan Terminal Merah untuk terus mendeteksi keberadaan Manstria lainnya.
Manstria yang masuk ke dalam jangkauan Shinael itu sedikit dan mungkin para Manstria itu belum sadar jika Shinael sedang mengawasi mereka. Shinael tahu bahwa jangkauan deteksinya kecil, menyebabkan dirinya merasa gelisah untuk naik ke sektor yang lebih tinggi. Siapa tahu, ada Manstria lain yang sedang mengawasi dirinya di luar jangkauan deteksi miliknya karena Shinael secara keseluruhan jauh lebih lemah dari Manstria normal.



