Sektor C
Sektor C, memiliki julukan “Cheese” karena beberapa bagian tembok-temboknya dapat ditembus dan terdapat lorong-lorong vertikal menuju sektor berikutnya. Hal lain kenapa sektor ini mendapat julukan seperti itu adalah warna dinding dan lantainya yang kekuningan seperti keju. Lalu tembok yang dapat ditembus memiliki warna yang sedikit lebih gelap atau bahkan kebiruan yang memberi motif unik pada penampilan sektor.
Lorong-lorong pada sektor ini kebanyakan dipenuhi barang-barang yang dapat menghalangi jalan penyintas, sehingga memanfaatkan tembok gelap ini sangat dianjurkan. Tidak seperti sektor sebelumnya yang kebanyakan berupa lorong lurus, sektor ini seperti labirin normal dengan variasi adanya lorong vertikal di beberapa titik sektor, dan lorong vertikal inilah tujuan mereka berikutnya.
Namun, tempat ini jelas adalah neraka. Tembok yang dapat ditembus bukan hanya manusia saja yang bisa memanfaatkannya. Jangan heran jika ada Manstria yang tiba-tiba menerjangmu dari balik tembok, tanpa suara, tanpa peringatan, semuanya dapat terjadi secara tiba-tiba.
Di sinilah mereka bertiga harus ekstra waspada karena tembok gelap tidak dapat dipercaya begitu saja. Jarak menuju lorong vertikal terdekat sebenarnya tidaklah jauh, namun karena sulitnya medan yang membuat perjalanan terasa lebih lama.
Ditambah kondisi mental James dan Harold yang masih terdampak pengaruh serangan psikis dan kenyataan bahwa mereka telah kehilangan dua anggota, perjalanan menjadi lebih berat dari biasanya. Mereka berdua berpikir apakah akhir cerita mereka akan tiba?
Langkah kaki mereka gemetar dan begitu berat bahkan kini mereka berjalan dengan lebih tegang dari sebelumnya. Kepercayaan diri dan semangat mereka telah luntur, Manstria ternyata telah menyerang dengan cara tak terduga. Serangan psikis, siapa yang menduga bahwa mereka mampu melakukannya?
Kini pengaruh serangan psikis itu berubah, sebuah rasa takut yang menanamkan wujud mengerikan Manstria ke dalam otak manusia dan membuat manusia percaya bahwa Manstria dapat muncul begitu saja dari balik tembok atau belokan. Sepertinya pengaruh psikis ini benar-benar fleksibel tergantung lokasi di mana mereka berada.
Manstria benar-benar telah mengganti taktik mereka, mereka tidak lagi menyerang secara terang-terangan, melainkan menyerang secara sembunyi-sembunyi. Ini terlihat dari betapa kosongnya tempat ini ketika Shinael mencoba mendeteksi keberadaan Manstria di Terminal Merah di sektor tersebut dan tidak menemukan Manstria mana pun.
Shinael mencoba menyemangati rekan-rekannya yang tersisa karena ia tahu bahwa Air Almon sudah tidak memberi efek apa pun lagi kepada mental mereka. Sambil terus mengajak mereka mengobrol, mereka bertiga secara perlahan mulai sampai menuju lorong vertikal tujuan mereka.
Pengalaman menembus tembok adalah hal biasa, namun pengalaman menembus tembok dengan perasaan takut akan ada mulut Manstria di baliknya adalah pengalaman yang sangat mencekam bahkan untuk James sendiri. Walau ada Shinael yang akan mendeteksi keberadaan Manstria sekali pun, tampaknya perasaan takut itu tetap tidak mereda sama sekali.
Shinael kemudian melanjutkan, bukan untuk menakuti mereka, ia menyatakan bahwa kali ini mereka tidak bisa asal masuk ke dalam kamar-kamar yang ada di sektor ini karena beberapa dari kamar-kamar tersebut adalah sarang Manstria dan tentu wajib untuk dijauhi.
Sudah saatnya untuk berhati-hati secara maksimal karena Manstria dapat datang dari tembok gelap maupun dari balik pintu kamar yang biasa mereka jadikan tempat beristirahat. Walaupun ada deteksi Shinael, masih saja James dan Harold merasa sangat paranoid, dampak serangan psikis masih terasa dan tampaknya semakin menguat seiring mereka berjalan.
Tetapi, biasanya efek ini akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu jadi sabar adalah kuncinya. Namun, mereka tetap harus melakukan perjalanan karena diam terlalu lama dalam satu tempat malah akan merugikan kondisi suplai mereka yang sedari tadi terus digunakan.
Kali ini Harold sudah tidak peduli lagi dengan peringatan “mengenalkan Manstria dengan hal baru”, ia langsung mengeluarkan persenjataan anti-Manstria miliknya. Ia hanya ingin tetap hidup sampai ia keluar dari level mengerikan ini, ia merogoh sakunya dan mengeluarkan Bom Air Almon miliknya sambil bersiaga.
Shinael memintanya untuk tetap tenang karena tidak ada satu pun Manstria di dalam radius deteksinya sejauh ini, namun tampaknya rasa takutnya Harold sudah membanjiri seluruh sel di tubuhnya.
“Hei! Tenanglah! Simpan saja semua itu karena tidak ada Manstria di sini.” Shinael dengan cepat merebut kembali pedang tulang yang sempat ia berikan kepada Harold sebelumnya, ia tidak ingin Harold tidak sengaja menyerang rekannya sendiri.
“Hei! Apa yang kau lakukan?! Kembalikan!”
Harold mencoba mengambil kembali pedang itu dari Shinael, tetapi Shinael langsung menyerap pedang itu ke dalam tubuhnya. “Maaf ya, aku tidak bisa memberikan senjata berbahaya kepada mereka yang tidak tenang,” jawab Shinael.
“Tenang? Kau pikir aku bisa tenang katamu?” suara Harold mulai meninggi.
“Hei, tidak bisakah kau tenang?!” James mulai terganggu dengan suaranya Harold.
“Kau yang tenang, bung!” balas Harold. Sepertinya keributan akan terjadi.
Selain itu entah mengapa, James dan Harold merasa kalau lorong itu terasa memanjang dan memutar, mungkin ini hanya sebuah halusinasi dari rasa panik yang ada pada pikiran mereka berdua. Shinael merasa kesusahan karena harus menenangkan mereka setiap kali mereka melangkah, hingga akhirnya Harold melempar bom Air Almon yang ada di tangannya ke sisi lorong secara tiba-tiba.
Efek semburan gasnya memenuhi ruangan sehingga mengenai Shinael, seluruh tubuh Shinael langsung terbakar akibat reaksi alami Air Almon pada tubuh Manstria dan ia pun berlari mencari tempat aman untuk segera melakukan regenerasi pada luka-lukanya. James yang melihat Shinael melarikan diri langsung menarik Harold dan membawanya sambil mengejar Shinael.
“Lihat apa yang kau lakukan! Kau bisa membunuh pemandu kita!” James marah dengan perilaku Harold yang telah bertindak secara sembarangan.
Harold meminta maaf atas perilakunya, ia merasa bahwa ia terkena halusinasi walau sudah berulang kali meminum Air Almon. James terus memarahinya namun akhirnya ditenangkan oleh Shinael yang baru saja menyembuhkan dirinya dari paparan gas Air Almon tersebut.
“Hey sudah sudah! Aku baik-baik saja! Jangan remehkan Manstria sepertiku!” ucap Shinael yang baru saja kembali.
Shinael memaafkan Harold dan memintanya untuk tidak bertindak secara sembarangan lagi, kali ini, jika ada apa-apa, beritahu saja walau itu tidak penting sekali pun. Sepertinya serangan mental itu sudah berada di tahap memberi halusinasi ya? Shinael merasa ia sendiri juga harus bersiap untuk berbagai hal yang akan terjadi ke depannya.
Shinael kemudian memberi tahu mereka untuk beristirahat sekali lagi sekaligus hendak menunjukkan seperti apa pintu yang terdapat sarang Manstria di baliknya karena memang ada banyak sarang di dalam sektor ini. Namun, tiba-tiba Harold kembali panik karena ia melihat ada Manstria keluar dari balik tembok di kejauhan.
Lorong tempat mereka berada saat ini cukup panjang dengan banyak percabangan di kedua sisinya, Shinael sengaja memilih lorong ini karena merupakan jalan pintas. Hanya saja, ini tetap tidak menjamin keamanan mereka dari serangan Manstria.
Penampakan yang tadi itu memang sebentar karena Manstria itu hanya sekedar mengintip saja, tapi James dan Harold langsung panik dan lari seperti orang gila. Entah Manstria itu hanya sebuah halusinasi atau tidak, yang pasti kedua pria langsung melarikan diri begitu saja.
Shinael memberi tahu mereka berdua untuk tidak panik maupun berlarian secara sembarangan, sayangnya mereka mengabaikan perkataan Shinael dan berlari dengan cepat sampai Harold memasuki sebuah kamar yang ada di ujung lorong untuk bersembunyi.
Tetapi, Shinael dengan cepat menahan James untuk tidak memasuki kamar tersebut, mana yang katanya “tidak akan bertindak secara sembarangan” yang tadi? Dengan cepat mereka melanggar peringatannya Shinael begitu saja.
“Phew, untung saja aku bisa menangkapmu tepat waktu,” ucap Shinael dengan lega, lengannya memanjang dan membelah-belahnya menjadi beberapa sulur daging sehingga sempat meraih pakaiannya James sebelum ia sempat memasuki pintu tersebut.
“Kenapa kau menghentikanku? Kau tidak lihat Manstria tadi?!” balas James, ia sangat tidak senang.
“Hei tenanglah! Manstria tadi sudah pergi, kita juga tidak akan melewati jalur itu maupun memasuki kamar yang ada di depanmu itu!” ucap Shinael sambil menarik pakaiannya James.
James marah, “Memangnya apa yang-.” namun ucapannya langsung dipotong oleh Shinael, “Kamar itu adalah sarang.”
“Apa?!” James kaget bukan main, ia langsung menghadap ke arah pintu tersebut. Ia mengamati pintu tersebut dan secara perlahan menjauhi pintu tersebut.
Pintu kamar itu memiliki bercak kemerahan dan ada lapisan tipis daging keluar dari celah di bawah pintu. Bagaimanapun kamu melihatnya, sudah jelas pintu itu sengat mencurigakan, namun rasa panik yang ia rasakan tadi membuat dirinya tidak dapat mengamati pintu tersebut dengan benar.
“Ini salah satu sarang Manstria, yah ada banyak di sektor ini jadi berhati-hatilah dan ingat baik-baik penampilannya,” jelas Shinael dengan tegas.
Shinael kemudian mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan, sudah tidak ada harapan untuk menolong Harold sebab memasuki sarang sama saja dengan langsung masuk ke dalam mulut Manstria. James hanya diam membatu di atas kedua lututnya.
Fakta bahwa James adalah orang terakhir membuatnya syok. Ia kemudian menyadari sesuatu, ia mengambil sebotol Air Almon miliknya yang tersisa dan meminumnya dengan tergesa-gesa. Shinael memintanya untuk kembali tenang dan mengistirahatkan pikirannya dahulu, tetapi James menolak. Ia ingin segera keluar dari tempat ini karena ia sudah muak.
Ia menyadari bahwa dirinya tadi terlalu panik hanya karena melihat Manstria yang posisinya sangat jauh sekali, ia seharusnya tetap bersikap tenang, ia seharusnya mengingat peraturan nomor satu dari level ini: tenang.
James harus mengistirahatkan dan mendinginkan kepalanya dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Ketidakstabilan pikiran dapat membahayakan dirimu. Buktinya bahkan sudah di depan mata, ketika kamu berlari ke sana kemari dan memasuki pintu secara sembarangan dan ternyata malah memasuki jebakan.
“Aku baik-baik saja!” ucap James dengan wajah dan pakaiannya yang telah basah.
Shinael pun terdiam dan menutup matanya, ia memilih untuk menuruti saja. Ia tidak mau bertengkar karena itu hanya akan membuat kondisi James semakin memburuk. Hanya dalam beberapa belokan dan beberapa kali menembus tembok, mereka akhirnya tiba di dasar sebuah lorong vertikal yang mengarah ke sektor D. Ada sebuah tangga monyet di salah satu dindingnya, hanya itu satu-satunya cara menaiki lorong tersebut.
Kenapa disebut lorong? Karena ini memang lorong, ada pintu kamar di tiap sisinya dan deretan lampu di sisi yang seharusnya menjadi langit-langit. Hanya posisinya saja yang vertikal alias memanjang dari bawah ke atas, memang aneh, tapi begitulah level ini.
Lorong ini pernah digunakan untuk menjadi tempat pemindahan barang-barang yang telah dikumpulkan dari sektor lebih rendah ke sektor lebih tinggi menggunakan lift barang, sisa-sisa alat-alat tersebut masih ada sampai sekarang, namun semuanya dalam keadaan telah dirusak oleh Manstria.
Shinael kemudian bertanya untuk terakhir kalinya, beristirahat dahulu atau tidak, dan James langsung menolak dan memilih untuk terus maju. Tanpa banyak basa basi mereka berdua kemudian menaiki tangga tersebut, tingginya sekitar seratus meter sampai ke ujung lorong.
Tangga besi itu biasa saja, tidak ada yang spesial, bahkan pengamanannya juga sudah tidak ada. Shinael naik lebih dahulu disusul oleh James, semuanya aman bahkan sampai di tujuan, Sektor D. Namun, kondisi aman itu berakhir ketika ada Manstria yang dengan tiba-tiba menghampiri mereka dengan cara menembus tembok.
“?!” Shinael kaget dengan Manstria tersebut, ia mengenal Manstria berbentuk aneh tersebut, Manstria yang secara aktif mengincar manusia dari masa lalu.
Tubuhnya humanoid dengan kepala yang berupa kapak besar yang berukuran dua kali ukuran tubuhnya. Belum sempat Shinael menyelesaikan perubahan wujudnya ke dalam mode bertarung Manstria itu telah melontarkan kepalanya yang besar itu ke arah Shinael dengan cepat. Melesat dengan cepat layaknya peluru, diperlukan reflek super cepat untuk bisa menghindarinya.
Terima atau hindari, itu yang Shinael pikirkan, tetapi jawabannya sudah jelas yaitu terima saja karena ia akan menangkapnya dan menggunakan kepala yang terlontar itu untuk menyerang balik. Terakhir kali ia bertemu dengan Manstria ini dan mencoba menangkis serangan itu tubuhnya malah remuk.
Tetapi kali ini tidak, ia sudah siap sedia dengan metode barunya. Bagian kepala sebenarnya tidak berat, tetapi daya dorong dan ketumpulannya yang berbahaya, seperti melempar kapak aluminium yang tumpul dengan pelontar kinetis.
Namun.
“Shina! Awas!” James dengan cepat mendorong Shinael ke samping dan menyebabkan dirinya lah yang terkena serangan itu. Tubuhnya terlempar menghantam tembok di seberangnya, efek tekanan dari kepala Manstria yang tumpul itu meremukkan tubuhnya seketika, dan akhirnya tubuhnya terjatuh ke dasar lorong vertikal tersebut dengan cepat.
Manstria itu menarik kepalanya kembali dengan cepat karena terdapat “tali daging” yang menghubungkan kepalanya dengan tubuhnya. Manstria itu kemudian pergi begitu saja setelah kepalanya menyatu kembali dengan tubuhnya, meninggalkan Shinael yang sedang termenung meratapi sisa tubuh James yang sedang ada di dasar lorong vertikal.
Datang, pukul, lalu pergi tanpa sepatah kata pun, dan sudah terlambat untuk mengejarnya karena ia sudah menembus tembok lagi. Manstria itu mampu menembus tembok dengan leluasa tanpa bantuan Terminal Merah, sebuah kemampuan anomali yang sangat berbahaya karena dapat menyerangmu secara tiba-tiba dari balik tembok.
Setelah kejadian itu Shinael menghirup nafas dengan dalam, mungkin baru kali ini ia bernafas dengan tenang semenjak pertama kali ia bertemu teman-teman manusia barunya. Ia menghembuskan nafasnya, perasaannya lebih lega, perasaan kini lebih ringan dan bebas.
“Yah, pada akhirnya begini lagi,” ucapnya di hadapan tubuh James yang telah hancur. Ia kemudian kembali berdiri, melihat sekitar, dan kemudian pergi begitu saja setelah menaruh beberapa bunga yang terbuat dari kulit.



