BTM - Tragedi

Lahirnya Tragedi


Mereka berkumpul, para penyintas yang berduka atas banyak orang terkasih yang tewas di Level 29-ID. Laporan korban datang dari kiri, kanan, atas, dan bawah. Dan telah berlangsung selama berbulan-bulan sampai saat ini. Dan dengan setiap kematian, para Manstria belajar sesuatu yang baru. Mereka beradaptasi. Mereka belajar beradaptasi, mengambil keuntungan dari betapa sombongnya manusia. Mereka akan meniru senjata mereka, taktik militer mereka, teknik bertahan hidup mereka. Akhirnya, Manstria tumbuh menjadi jauh lebih cerdas daripada sebelumnya. Jauh lebih tangguh dari sebelumnya ….

Untuk berpikir, orang-orang menyebut mereka gumpalan daging tanpa otak—mereka mesin pembunuh tanpa empati sama sekali. Pada akhirnya, kesalahan para manusia yang bodoh ini, keinginan manusia untuk menemukan tempat baru, yang membuat manusia kehilangan banyak nyawa.

Pria itu mengenal beberapa jiwa yang sekarang berkeliaran di labirin terkutuk itu. Dia meneteskan air mata untuk mereka saat dia memikirkan mereka, tentang bagaimana mereka tidak akan pernah kembali dari perjalanan singkat ke tempat yang mengerikan itu ….

Level 29-ID tidak lagi seperti yang dipikirkan orang-orang. Tempat itu dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk terburuk semua orang. Oleh karena itu pihak SPB pun menetapkan kebijakan baru untuk semua orang.

PENGUMUMAN

INFORMASI YANG TERTULIS DI BAWAH INI BERSIFAT PUBLIK


Klasifikasi Keamanan: PUBLIK


Mulai dari 17/06/2024, serangkaian eksplorasi dan upaya untuk mengamankan area yang baru saja didapatkan di Level 29-ID berakhir dengan tragedi setelah serangkaian serangan Manstria yang fatal. Ini adalah salah satu dari sekian banyak pembunuhan Manstria yang mengenaskan baru-baru ini, yang laporannya meningkat seiring semakin banyak orang yang menjelajahi Level 29-ID—laporan tentang adegan pembunuhan itu serupa yaitu mengenaskan.

Saksi mata menyatakan bahwa Manstria tampaknya beradaptasi dan berkembang menjadi mesin pembunuh yang lebih baik. Dengan menyimpulkan apa yang tidak dapat diperkirakan oleh para penyintas, mereka telah mengubah metode berburu mereka, menggunakan metode yang lebih efisien seperti metode Skin Stealer atau meninggalkan mimikri sama sekali. Pemandu kita, Shinael, juga telah melaporkan bahwa Manstria telah menjadi jauh lebih memusuhi dia, menangkap penyintas yang dia lindungi dalam kelompok—banyak nyawa telah hilang dengan cara ini.

Karena semua perkembangan ini, Level 29-ID telah diklasifikasikan sebagai kelas 5. Penyintas sekarang dilarang sepenuhnya menjelajahi Level 29-ID. Pintu masuk level yang diketahui berada di area padat manusia akan ditutup, dan kami para SPB sangat enggan memasuki level dari pintu masuk lain yang belum ditemukan. Keserakahan dapat menyebabkan kematian Anda—beberapa benda tidak akan setara dengan nyawa Anda.

- Kepala SPB 11-ID.

Momen yang benar-benar tak terlupakan. Dari puncak popularitasnya, Level 29-ID telah menjadi TKP yang dibenci semua orang dengan cepat. Dan bagaimana hal itu terjadi … semua orang tahu Manstria itu cerdas, tetapi mereka tidak pernah mengharapkan ini.

Sama seperti film horor sungguhan, mereka akan mengelilingimu dan dalam hitungan menit kamu hanya akan menjadi seonggok tulang. Shinael sendiri telah menjadi karung tinju terlepas dari kekuatannya sendiri, meskipun dia tidak pernah menyerah. Dia memang melihat banyak yang binasa—itu pasti akan berdampak padanya.

Masih ada beberapa penyintas yang terjebak di sana. Banyak yang mencoba mengeluarkan mereka, tetapi mereka tentu saja bukan tandingan Manstria. Akhirnya, karena jumlah mereka terus berkurang dan moral mereka rusak, populasi terakhir di Level 29-ID kini hanya tinggal cerita.

Misi terakhir mereka adalah upaya untuk mengamankan kembali beberapa pangkalan yang secara mengejutkan masih selamat dari serangan, tapi …

9tCSddH.jpg

… itu tidak benar-benar berjalan sesuai rencana.




Orang-orang berkumpul di depan markas Basis SPB 11-ID, mengobrol. Mereka semua berebut untuk mendapatkan pemandangan yang bagus dari tontonan utama hari itu, sebuah pengumuman oleh tim SPB yang selama ini telah membantu mereka. Tentu saja, mereka semua tahu apa yang akan terjadi—mereka sudah mendengar kabarnya. Tetap saja, mereka ingin tahu apa yang akan terjadi pada level yang menjadi pembicaraan di seluruh kota.

Seorang pria kekar berjalan ke tribun dan semua orang diam seketika, sosok yang baru diangkat itu terlihat bisa diandalkan setelah bertahun-tahun dipimpin oleh pemimpin sebelumnya yang bobrok. Dia mengetuk megafon, menyesuaikan sepasang kacamata tanpa bingkai yang direkatkan. Mata semua orang tertuju padanya saat dia menarik napas dan memulai ucapannya.

"Di tengah diskusi baru-baru ini tentang penutupan Level 29-ID, kami memiliki banyak kekhawatiran, terutama mengenai keputusan kami untuk mulai membatasi akses ke sana. Banyak yang mengemukakan argumen yang valid, seperti kemudahan aksesibilitas yang membuat pengumpulan sumber daya menjadi lebih mudah daripada di level lain, atau persediaan regeneratifnya yang tak terbatas, yang telah kami gunakan sejak lama hingga sekarang. Kami memahami kekhawatiran ini, dan kami telah mendengarkan beberapa saran Anda semua, tetapi pendirian kami tetap sama.

Bahkan dengan semua senjata dan panduan bertahan hidup yang telah kami buat, Level 29-ID tetap menjadi zona bahaya bagi siapa saja yang berani memasukinya. Manstria berkeliaran siang dan malam, dan mereka belajar. Mereka beradaptasi lebih cepat daripada kita bisa beradaptasi dengan mereka, dan kita tidak bisa dengan itikad baik mengirim orang untuk disembelih seperti ternak di sana. Keputusan kami untuk menutup Level 29-ID akan tetap berlaku. Penelitian di lapangan penting bagi kami, tetapi jika itu berarti membahayakan kehidupan pekerja kami, maka itu menjadi tujuan sekunder. Tujuan utama kami adalah memastikan kelangsungan hidup—jika kami terus mengirim orang ke sana, kami tidak akan memiliki banyak orang untuk dilindungi sejak awal.

Dengan semua yang dikatakan, Shinael, pemandu dan pelindung Manstria kita, telah meminta agar Level 29-ID disegel, dia harus tetap di sana untuk terus membantu upaya eksplorasi kami. Meskipun kita semua patah hati dengan pemberitahuan kepergiannya yang tiba-tiba, kita tidak dapat menyangkal dirinya untuk tetap berada di level rumahnya. Pembaruan pada keadaan Level 29-ID akan terus datang agar hal yang tidak belum diketahui dapat diketahui.

Terima kasih semua atas waktunya."

- Basis SPB-11-ID

Itu saja.

Pria kekar itu kemudian turun dari panggung dan orang-orang yang hadir kemudian bubar. Prosesi kemudian dilanjutkan ke acara berikutnya, acara utama. Semua orang bergerak maju dalam langkah terpadu menuju lokasi yang sama, pintu masuk Level 29-ID.

Orang-orang berkumpul dan berbaris di depan gedung tua itu, gedung yang dulunya menjadi pusat perhatian dan sangat ramai dengan para penyintas yang membutuhkan perbekalan namun kini hanya tinggal kenangan. Batang besi ditumpuk, palu besi dikumpulkan, para penyintas yang ingin ikut menyegel pintu masuk level kemudian berbaris rapi seperti barisan prajurit yang siap berperang.

Arsiparis kita ada di sana, dia melihat segalanya. Dia melihat momen perpisahan antara dua orang yang sangat dekat. Tentu saja dia masih ingat saat itu …


"Itu adalah waktu di mana kita melihatnya di depan pintu masuk level itu, rambut merahnya dan sifatnya yang manis tidak akan pernah kita lupakan. Shina, satu-satunya Manstria yang berada di sisi manusia, ya, dia ada di pihak kita. Dia telah melindungi kita semua dari semua bahaya di sana, mengarahkan kita dan membantu kita menuju pintu keluar, bahkan dia juga mengumpulkan semua barang penting untuk kita bawa tanpa diminta. Dia tidak seperti Manstria lainnya, dia punya hati, dia mengerti perasaan manusia. Kejadian terakhir benar-benar melukai hatinya, di mana dia bertanggung jawab untuk melindungi sekelompok kecil penyintas tetapi dia gagal memenuhinya. Kita semua tahu bahwa itu bukan kelalaiannya, kita tidak bisa menyalahkannya, dia hanya mencoba memenuhi tanggung jawabnya. Namun, monster-monster itu menghancurkan segalanya."
”Seorang pria datang dan memberi kata-kata terakhirnya, Rizu, salah satu dari kita, sosok pria pemberani yang juga telah membesarkan Shinael. Sebuah momen perpisahan antara sosok ayah dan anak benar-benar menyentuhku. Tetapi, apa yang bisa kulakukan? Para Manstria itu entah bagaimana tidak bisa keluar dari level dan tentu saja begitu pula dengan Shinael. Hal itu juga mustahil bagi Rizu karena peraturan yang melarang tidak boleh ada lagi manusia di dalam level itu. Oh Tuhan, tolong jaga mereka berdua.”
"Pintu perlahan tertutup dan kalian bisa melihat Shinael berusaha menahan air matanya, entah kapan dirinya dan sosok yang telah ia anggap sebagai ayahnya itu bisa saling bertemu lagi. Bertemu lewat perantara surat adalah satu-satunya cara, tapi aku tidak yakin apakah itu akan menyembuhkan kerinduan mereka. Pintu tertutup, member lain menutup pintu dengan balok besi. Bunyi palu dan paku mendebarkan jantungku, lelaki itu terus menatap pintu, dan itu membuat hatiku pilu. Oh, semoga dia baik-baik saja … dan tidak merasa kesepian di sana …."

Kisah yang sangat menyentuh, bukan?


Arsiparis kita ingat saat Shinael dibenci oleh semua orang karena ia dianggap tidak kompeten dalam menjaga para penyintas. Dia mungkin gagal berkali-kali, tetapi kita tidak boleh menyalahkannya. Dia telah banyak berjuang untuk kita. Tidak hanya satu penyintas yang pernah mengorbankan diri untuk menjaga Shinael tetap aman … ya, Shinael hampir terbunuh di tangan rasnya sendiri berkali-kali. Tapi apa yang dia dapatkan? Setelah perjuangannya untuk melindungi semua orang, dia hanya mendapatkan kebencian dari semua penyintas. Mereka bahkan mengatakan monster tetaplah monster, tidak peduli seperti apa bentuknya.

"Monster tidak pantas berteman dengan manusia". "Monster tidak pantas menjadi bagian dari manusia".

Orang-orang itu picik, mereka tidak menyadari bahwa mereka harus bersyukur bahwa mereka masih bisa bernafas hingga detik ini. Meski begitu, Shinael menghadapi semua kebencian itu tanpa pernah mengarahkan plasentanya ke para penyintas, membuang sisi buasnya dan tetap melangkah maju dengan tersenyum. Sambil menahan air matanya, dia akan menjalankan tugas terakhirnya … sebagai "penyintas", sebagai salah satu dari kita.

Menjelajahi Level 29-ID sambil menghindari rasnya sendiri, lalu melaporkan penemuan apa pun ke arsiparis kita, yang menjadi Penerima Pesan untuk semua pesan yang dikirimkan Shinael.

“Dia diberi tugas yang berat, tugas yang tidak lebih dari pengalihan dari kenyataan bahwa dia telah diusir dari komunitas penyintas. Penyintasan di level itu sambil diburu oleh rasnya sendiri, bukankah itu berarti dia hanya akan dibunuh nanti?"

..

Yah, cukup dengan masa lalu. Cukup dengan apa yang terjadi sebelumnya, kita harus melangkah maju apa pun yang terjadi. Masa lalu akan menjadi masa lalu, bukan?

Arsiparis kita melirik ke arah ikon surel di desktopnya, ikon itu menunjukkan sepertinya kotak masuknya penuh dengan surel. Dia mengklik "surel yang dikumpulkan" dan semuanya berasal dari pengirim yang sama. Dia membukanya satu per satu.

Buka surel yang Dikumpulkan.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License