Info
Judul: Fenomena 3-ID - "Backrooms Itu Hidup"
Penulis: lemme
Tahun rilis: 2026
Seringkali terdengar pernyataan dari orang-orang yang begitu yakin bahwa Backrooms Itu Hidup, yang berarti bahwa Backrooms itu aktif untuk melakukan sesuatu pada seluruh wilayah yang ada di dalam dirinya. Suatu wilayah pada sebuah level dapat berubah maupun mendapat arsitektur baru dengan sendirinya, orang-orang pun bisa menyaksikannya secara langsung dalam waktu nyata. Ketika sebuah lorong terlihat memanjang, ketika sebuah ruangan baru terbentuk dengan sendirinya, dan ketika sebuah pintu menjadi lebih banyak, semua aktifitas yang tak wajar untuk dilakukan oleh sebuah wilayah telah menjadi sebuah penanda bahwa dunia-dunia Backrooms itu tidaklah diam: sebuah lingkungan baru dapat terbentuk hanya dalam hitungan jam, sebuah gedung yang tidak pernah terlihat sebelumnya juga dapat tiba-tiba muncul hanya dalam semalam.
Sebuah gedung baru sedang "tumbuh"
Tetapi, perluasan wilayah ini dapat dianggap tidak terkontrol, itu dikarenakan denah lorong, susunan fasilitas, dan bahkan desain ruangan tidak akan selalu dalam gaya konvensional yang biasa didesain oleh seorang arsitek yang waras. Tidak akan aneh jika seseorang menemukan suatu arsitektur yang lebih mirip dengan sebuah produk gagal daripada sebuah tempat yang bisa dipijaki dengan normal. Hasil perluasan yang aneh ini juga akan menghasilkan struktur yang dapat berfungsi dengan ajaib, seperti sebuah ruangan tanpa batas yang tidak memiliki tiang, ataupun adanya aliran listrik dan air yang dapat tetap aktif tanpa sumber yang jelas. Fenomena ini juga tidak selalu terjadi secara horizontal, perluasan yang terjadi secara vertikal dapat menghasilkan lobang-lobang dalam berbagai ukuran maupun struktur-struktur menggantung yang menolak hukum gravitasi. Backrooms terus melakukan ekspansi wilayah secara besar-besaran ke segala arah, menyebabkan sebuah komplek arsitektur yang kacau balau namun juga mengagumkan. Sebuah arsitektur yang seharusnya mustahil untuk bisa dibangun pun entah bagaimana bisa eksis, sedangkan umat manusia akan mencoba untuk menjelajahinya demi bisa menemukan sesuatu yang dapat memperpanjang durasi kehidupan mereka.
Seluruh level Backrooms diteorikan melakukan perluasan wilayah secara terus menerus hingga tidak bisa diukur lagi oleh manusia, lalu akan terus meluas hingga ada dua buah level yang saling bertemu; perluasan ini biasanya akan berhenti seutuhnya sehingga membentuk suatu batas wilayah yang membedakan kedua level1. Selain itu, ada banyak laporan tentang adanya arsitektur yang "tersesat" di dalam suatu level, seolah-olah telah terjadi galat pada proses pembentukan wilayah level. Tetapi ia tidak selalu berupa sebuah arsitektur tunggal yang menonjol sendirian, ada juga yang berjumlah sangat banyak dan seperti disebarkan secara acak di seluruh bagian level sehingga semakin menguatkan teori bahwa perluasan wilayah itu benar-benar tidak terkontrol. Beragam penemuan ini pun memberi sebuah anggapan bahwa Backrooms mungkin memiliki "kreatifitas" yang tidak seperti orang-orang bayangkan, di mana seseorang dapat menemukan lebih banyak keanehan ketika ia menjelajah semakin jauh ke dalam Backrooms.
Hidupnya Backrooms juga tidak selalu berupa ekspansi wilayah level, tidak sedikit pihak yang menjadi korban dari menghilangnya suatu lokasi yang telah diketahui oleh orang-orang. Fenomena menghilangnya level-level telah menjadi horor yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia karena tidak ada yang tahu kapan peristiwa itu akan terjadi, level mana yang akan menghilang, dan apa yang akan terjadi kepada mereka yang tinggal di dalamnya. Kesaksian dari mereka yang mengaku pernah melihat level yang "terurai" lalu ditelan oleh Void juga semakin mempertegas teori bahwa pembaharuan wilayah Backrooms tidak selalu dalam bentuk perluasan level, melainkan juga dengan membuang bagian-bagian yang ia anggap "tidak perlu". Ini juga memperkuat teori bahwa Backrooms mungkin benar-benar hidup, karena beragam aktifitas yang terjadi pada level-level dapat disamakan seperti bagaimana makhluk hidup melakukan regenerasi pada tubuhnya: membangun sel baru dan memusnahkan sel yang sudah tidak diperlukan lagi.
Menghilangnya sebuah level dari eksistensi juga memberi anggapan bahwa tidak selamanya tempat tinggal yang seseorang pilih akan selamanya eksis, serta tidak akan ada yang tahu harus pergi ke mana seseorang untuk menemukan tempat yang benar-benar aman untuk ditinggali. Tidak ada yang tahu mengapa sebuah level dipilih untuk dimusnahkan, sebuah level yang terkenal layak huni pun dapat tiba-tiba mengalami penurunan pada kelayakan huninya (munculnya ketidakstabilan ruang dan celah-celah Void yang dapat mengancam keselamatan). Pada akhirnya, umat manusia terjebak di tengah aktifitas Backrooms yang hidup ini, Backrooms tidaklah menyerang manusia, kita lah yang tidak sengaja untuk berada di hadapannya.
"Backrooms bukanlah rumah kita. Ia tidak peduli dengan kita semua. Kita tidak lebih dari sekumpulan mikroorganisme yang tidak sengaja berada di atas tubuhnya. Dan sebagaimana kita tidak peduli dengan nasib bakteri yang ada di tubuh kita, Backrooms pun turut melakukan hal yang sama."
Tetapi, apakah Backrooms memiliki kesadaran? Mengingat beberapa level seperti merespon kepada isi kepala seseorang… mengingat gaya arsitektur dan lingkungan yang dipilih berasal dari Bumi… lalu merombak semua itu untuk menghasilkan sesuatu yang familiar namun tetap asing… mungkin Backrooms itu sadar dan cukup cerdas untuk mempermainkan perasaan kita, bukan? Tetapi muncul pertanyaan baru: apa Backrooms itu sebenarnya?



