Subkategori Baru: Flora!
penilaian: 0+x

Halo Penyintas! Seperti yang kita tahu bahwa ada banyak sekali bentuk kehidupan di dalam Backrooms itu, namun hampir tidak pernah kita mendengar berbagai hal yang membahas dari bentuk kehidupan flora yang ada di Backrooms bukan? Kita biasanya hanya sekedar tahu bahwa ada pohon atau bahkan lumut di Backrooms, tetapi tetap saja mereka kalah terkenal dibanding monster maupun objek hidup lainnya. Flora yang ada di Backrooms sangatlah beranekaragam seperti halnya fauna khas Backrooms, oleh karena itu kami membuka subkategori baru di dalam kategori entitas yaitu Flora yang di mana kategori ini dikhususkan untuk membahas berbagai jenis flora khas Backrooms.

Flora-flora ini adalah flora yang hanya ada di dalam Backrooms saja, entah mereka aslinya flora Frontrooms yang akhirnya berevolusi menjadi sesuatu yang baru atau memang suatu bentuk flora yang memang asli dari Backrooms. Subkategori ini mencakup dari alga sampai tanaman berbiji, dari tanaman normal hingga yang punya kemampuan tidak masuk akal, sehingga tentu saja para penulis akan memiliki kebebasan dalam berkarya. Untuk membedakan antara kategori entitas standar dengan flora, kami membuat format baru karena format entitas yang biasa kita gunakan tidak cocok dalam penerapannya. Oleh karena itu, di bawah ini merupakan format baru untuk penulisan artikel flora. Kredit kepada lemmelemme yang telah membuat artikel di bawah ini, artikel lengkap dapat dibaca di sini.


Identitas Singkat

Seperti biasa, nomor entitas dan habitat tidak mengalami perubahan. Hal yang baru adalah poin peringatan dan kegunaan. Poin peringatan ditujukan untuk memberitahu Penyintas apa yang tidak boleh dilakukan si Penyintas ketika berinteraksi dengan flora ini. Lalu poin kegunaan ditujukan untuk memberi manfaat apa saja yang diberikan si flora kepada si Penyintas.

Poin peringatan biasanya berupa:

  • Tidak untuk dimakan!: biasanya karena beracun atau memang bukan makanan.
  • Harus diolah dahulu!: pada dasarnya beracun, namun jika penanganannya benar maka dapat dimakan.
  • Jangan didekati!: flora sebaiknya jangan didekati entah karena dapat menggangu keseimbangan lingkungan, ada entitas yang bersarang padanya, atau si floranya yang dapat menyerang si Penyintas.

Sedangkan poin kegunaan biasanya berupa:

  • Bahan Makanan: flora dapat dimakan entah bisa dimakan langsung atau harus diolah dahulu.
  • Bahan Baku: baik untuk bahan konstruksi, barang praktis sehari-hari, maupun senjata.
  • Perlindungan: flora mampu menghalau entitas lain maupun menghambat bencana alam (seperti longsor).
  • Perawatan Lingkungan: flora berguna dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mengolah limbah, atau bahan pupuk.

Penulis dapat menambahkan sendiri poin milik mereka, poin-poin di atas hanya sebuah contoh semata dan boleh digunakan jika sesuai.

Nomor Entitas: 9-ID

Habitat: Arsitektural, Geologis

Peringatan: Tidak untuk dimakan!

Kegunaan: Bahan Baku, Perawatan Lingkungan

Deskripsi

Bagian berikutnya adalah deskripsi, singkatnya jelaskan flora milikmu: seperti apa ciri khasnya, seperti apa penampilannya, dan berbagai hal lain yang membuat flora milikmu itu menjadi unik dibanding flora lain terutama terhadap flora dari Frontrooms. Kamu tidak perlu menjadi seorang ilmuwan dalam menjelaskannya, jelaskan saja dengan bahasa yang gampang diterima khalayak ramai karena tidak semua orang punya latar belakang orang keilmuan.

Deskripsi

Entitas 9-ID, atau biasa disebut sebagai Lumut Lampu merupakan sebutan kolektif untuk berbagai jenis lumut yang mampu bercahaya di tempat yang gelap bahkan di tempat yang gelap total. Lumut-lumut ini tidak memiliki yang perbedaan mencolok dengan lumut-lumut dari Frontrooms seperti penampilan dan fungsinya sebagai lumut biasa, namun cahaya yang mereka hasilkan membuat mereka mendapat kategori tersendiri sebagai kelompok lumut yang baru. Penelitian telah dilakukan oleh beberapa Penyintas dan mereka menemukan bahwa lumut-lumut ini melakukan hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) dengan sejenis bakteri bercahaya asli dari Backrooms. Spesies bakteri bercahaya ini membentuk koloni di dalam sebuah kantung yang dibentuk secara khusus oleh si lumut sebagai tempat tinggal para bakteri tersebut.

Habitat

Bagian berikutnya adalah Habitat. Singkatnya di mana flora milikmu tumbuh, jelaskan seperti apa lingkungan yang disukai flora milikmu—entah itu adalah wilayah yang lembap maupun wilayah yang kering. Flora tidak harus mampu tumbuh di mana saja atau hanya bisa ditemukan di satu tempat saja, penulis bebas berkreasi dengan di mana si flora mampu tumbuh.

Habitat

Mereka dapat ditemukan di berbagai tempat yang gelap nan lembap seperti tembok maupun tanah. Contohnya mereka dapat ditemukan dengan mudah di level-level bertema arsitektur dalam ruangan yang gelap seperti Level 31-ID karena kondisi lingkungannya yang cocok sebagai tempat tumbuhnya. Selain itu, mereka juga dapat ditemukan di ruang terbuka di atas permukaan yang gelap nan lembap seperti pada Level 9-ID, Level 10-ID, dan Level 23-ID. Mereka tidak menyukai lokasi yang hangat serta kering, tetapi mereka juga tidak akan mampu tumbuh di lingkungan yang terlalu dingin serta terlalu basah. Mereka diketahui dapat tumbuh di atas material apa pun, namun mereka lebih sering terlihat di atas batu, konkrit, dan kayu daripada di atas material lainnya (jarang).

Ekologi

Bagian berikutnya adalah Ekologi yang berarti hubungan si flora dengan entitas selain manusia, bagian ini opsional. Jelaskan seperti apa hubungan si flora dengan: sesama flora lainnya, fauna, ataupun lingkungannya.

Ekologi

Lumut Lampu tidak tumbuh sebagai parasit jika tumbuh pada tubuh makhluk hidup lain seperti pohon, mereka tumbuh sebagai pengurai yang menyerap nutrisi dari bagian tubuh pohon yang sudah lapuk. Tetapi mereka akan tumbuh sebagai tanaman menumpang (epifit) jika tumbuh pada bagian tubuh pohon yang belum lapuk. Mereka sangat sensitif terhadap kondisi udara seperti keberadaan polusi maupun suhu, mereka dapat mati jika terkena asap maupun terkena paparan panas yang berlebihan. Selain itu mereka juga menjadi rumah dari spesies-spesies entitas yang kecil seperti hewan-hewan kecil, serangga, maupun entitas penerbang berukuran kecil seperti burung.

Varietas

Bagian berikutnya adalah Varietas yang berarti subspesies/subjenis dari si flora, bagian ini opsional. Jika si flora memiliki variasi dalam spesiesnya maka kamu dapat menuliskannya di sini, variasi ini seperti bagaimana jeruk memiliki berbagai variasi dalam satu spesiesnya entah dari bentuk, warna, rasa, dan sebagainya.

Varietas

Variasi spesiesnya mencakup berbagai jenis lumut umum yang dapat bercahaya sehingga mereka dibedakan dari spesies sama yang tidak bercahaya. Pengkategorian paling umum adalah berdasarkan warna cahaya yang mereka hasilkan.

Kegunaan

Bagian berikutnya adalah Kegunaan alias bagaimana para Penyintas menggunakan si flora dalam kehidupannya. Bagian ini disesuaikan dengan poin "Kegunaan" yang ada di awal artikel, contohnya jika kegunaannya adalah sebagai bahan makanan maka jelaskan bagaimana Penyintas menggunakannya: entah itu dimakan langsung atau diolah menjadi suatu masakan.

Namun, jika flora tersebut tidak memiliki kegunaan praktis entah karena beracun ataupun berbahaya untuk didekati maka penulis dapat menggunakan "Flora ini tidak dapat dimanfaatkan". Tetapi, jika si Penyintas telah menemukan cara untuk memanfaatkan flora tersebut maka penulis harus menuliskannya.

Kegunaan

Sesuai namanya, Lumut Lampu digunakan sebagai penerangan alternatif jika tidak ditemukan sumber cahaya umum seperti lampu maupun api bahkan telah lama digunakan oleh para Penyintas di Backrooms. Pemanfaatan Lumut Lampu telah menjadi pengetahuan umum di banyak koloni Backrooms sehingga para Penyintas baru biasanya bisa mendapatkan pengetahuan tersebut dari Penyintas yang lebih senior.

Selain itu, beberapa koloni Penyintas diketahui telah mengembangbiakkan Lumut Lampu untuk berbagai keperluan terutama sebagai penerangan utama maupun untuk merawat lingkungan. Dikarenakan sifat mereka yang cenderung mudah tumbuh, banyak Penyintas yang mengambil lalu mengembangbiakkan Lumut Lampu, terutama jika Penyintas mampu menghadirkan kondisi lingkungan yang tepat (seperti tingkat suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya yang tersedia) maka jumlah lumut yang tumbuh akan sangat melimpah. Lumut Lampu yang telah mati dapat digunakan sebagai pupuk kompos atau sebagai media pembiakan Lumut Lampu baru. Mencampurkan pewarna ke dalam air dengan pewarna akan mengubah warna cahaya Lumut Lampu sehingga memberi bonus estetika, namun melapisi permukaan lentera dengan plastik atau cat tipis warna-warni jauh lebih disukai oleh para Penyintas.

Kultur Budaya

Bagian berikutnya adalah Kultur Budaya yang berarti bagaimana si flora menjadi bagian dalam suatu kultur budaya milik sebuah koloni penyintas, bagian ini opsional. Bagian ini seperti bagaimana suatu flora bisa menjadi cerita rakyat, lambang, ataupun identitas dari suatu koloni Penyintas.

Kultur Budaya

Lumut Lampu diketahui sudah lama dikenal oleh umat manusia di Backrooms bahkan sudah tidak diketahui lagi kapan pertama kali manusia mulai memanfaatkan lumut-lumut ini. Sebuah kisah telah menyebar di antara Penyintas yang di mana kisah ini diperuntukkan sebagai dongeng anak-anak, kisah tersebut menceritakan tentang para peri yang memberi suatu desa sebuah bibit lumut ajaib yang dapat menangkal makhluk-makhluk jahat yang datang dari kegelapan. Diketahui kisah ini sebenarnya merujuk pada pemanfaatan Lumut Lampu sebagai alat penerangan dan telah diajarkan sejak dini pada anak-anak di Backrooms.

Setelah itu adalah bagian wikiwalk standar yang tidak ada perbedaan dengan wikiwalk entitas yang biasa dipakai, lalu untuk tag sendiri penulis harus menambahkan tag "flora" setelah tag "entitas" supaya pembaca dapat membedakan kategori tanaman dari kategori entitas yang biasa. Template untuk flora dapat ditemukan di sini.

Sepertinya hanya segini saja yang bisa kami sampaikan kepada para Penyintas sekalian, selamat berkarya!


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License