menurut gw kelemahan terbesarny ad di repetisi yg terlalu byk mengulang emosi dan pola narasi yg sama ("berjalan", "takut", "mengapa?" / deskripsi bahwa tokohnya lelah dan putus asa), yg dmn membuat dampaknya justru berkurang. jg cenderung terlalu sering menjelaskan ap yg dirasakan tokoh drpd membiarkan pembaca menyimpulkannya sendiri lewat adegan dan simbolisme yg, sbnrnya, udh cukup kuat
nitpick aj si, tapi formattingny agk mengganggu. hampir tiap paragraf cm satu kalimat, jd ritme bacanya terasa aga aneh aj. bklan lebi enak kalo bbrp kalimat digabung jadi paragraf yang lebih panjang. tpi blik lg sih, tiap org emg punya gaya nulis yang beda2
terlepas dr smua itu, +1 dr gw, kta butuh lebi byk tale dsini :P
exotichive



