BTM - Gagak Terakhir 2

Banyak langkah kaki dapat terdengar di lorong yang panjang itu, sebuah papan tanda bertuliskan "Keluar" tergantung di langit-langit dan menyapa mereka yang baru saja masuk. Beberapa orang sebelumnya membicarakan papan tanda itu, mengatakan pasti ada konspirasi di baliknya. Bagaimana bahwa kata "Keluar" sebenarnya adalah perintah dari level kepada siapa pun yang masuk untuk segera keluar dari level? Orang-orang sangat suka berteori, jangankan tentang Backrooms, papan tanda pun tidak luput dari target pembahasan mereka.

Memang manusia makhluk yang aneh, yang tak ada sangkut pautnya dengan mereka malah diurusin apa lagi yang ada sangkut pautnya. Sudah jelas level ini berbahaya tetapi mereka tetap mendatanginya. Mereka bahkan mendirikan fasilitas pendukung pengumpulan barang-barang dari dalam level, seolah-olah mereka menjadikan penjarahan sebagai kegiatan resmi. Semakin hari mereka semakin rakus, ratusan kilogram barang terus dikeluarkan dari level, sifat level yang menghasilkan barang-barang secara terus-terusan tanpa batas membuat manusia semakin menggila.

Yah, itu masa lalu. Kini tempat ini kembali seperti semula, tidak ada penjarahan, tidak ada ras menyebalkan bernama manusia. Kini tempat ini sangat sepi seperti rumah angker, bekas-bekas kedatangan manusia tercetak jelas dibanyak tempat—menjadi monumen bahwa mereka pernah ada di sini.

Empat manusia dan satu Manstria akhirnya tiba di kantor pertama setelah tiga kali melewati belokan di lorong yang sempit, pemilihan lokasi ini cukup strategis karena dekat dengan pintu masuk. Sektor A, kantor pertama, kurang lebih ada sekitar 25 kantor lagi dan untung saja semuanya dalam satu garis lurus menuju pintu keluar. Sektor A merupakan wilayah yang aman, wilayah pertama yang berada di tingkat yang sama dengan pintu masuk, namun semakin mendekat ke pintu keluar maka keadaannya akan semakin berbahaya. Ini sudah bukan perjalanan wisata ataupun kemah pramuka, ini adalah perjalanan melewati perkarangan rumah malaikat kematian. Seberapa berharganya dokumen-dokumen itu sebenarnya? Kenapa mereka sampai sebegitunya hendak mengumpulkannya? Mungkin ini cocok dijadikan bahan konspirasi berikutnya.

"Semuanya, dokumen pertama sudah kita dapatkan namun jangan senang dulu, sektor pertama memang aman namun untuk kedepannya tidak. Kita harus tetap tenang dan siaga, awasi apa pun yang ada disekitar dan jangan sampai ada Manstria selain diriku yang tahu kalian ada di sini. Mereka juga belajar dari pengalaman dan membagikan pengalaman itu kepada rekannya sehingga akan sangat merugikan jika mereka mempelajari sesuatu tentang kita sejak awal. Intinya, jangan sampai mereka menyadari keberadaan kita." jelas Shinael. Ia sangat tahu dengan tempat ini, ia tahu bagaimana Manstria akan menjadi semakin kuat jika mereka belajar hal baru. Di tempat ini, inovasi manusia adalah racun bagi manusia itu sendiri.

Harold merasa bahwa senjata anti-manstria miliknya pasti akan membawa masalah nantinya, ia kemudian menyatakan kepada seluruh tim bahwa ia setuju dengan apa kata Shinael, akan sangat berbahaya jika Manstria telah mempelajari persenjataannya itu. Sebagai seorang pengrajin senjata, ia khawatir jika rahasia atau desain senjatanya sampai ditiru oleh orang lain. Shinael memaklumi kekhawatirannya, terakhir ia menggunakan senapan anginnya, para Manstria berhasil menemukan cara untuk melawannya. Entah apa lagi yang akan dilakukan Manstria jika semua persenjataan milik Harold telah mereka pelajari. Shinael kemudian melanjutkan bahwa kecepatan belajar Manstria bervariasi tergantung seberapa sering persenjataan tersebut digunakan dan bagaimana cara kerja persenjataan tersebut.

"Soal persenjataan, mereka sudah memahami proyektil dan senjata jarak dekat, peledak seperti Garam Api juga telah mereka gunakan. Lalu … menyemprot Air Mete ke arah manusia … dan membuat pelindung tubuh dan perisai dari tulang … yah, sepertinya itu saja." jelas Shinael. Harold kemudian menggaruk kepalanya, sepertinya ia perlu membuat senjata baru nantinya. Tetapi kembali lagi ke aturan dasar di level ini, inovasi manusia adalah racun bagi manusia itu sendiri.

Shinael memahami kegelisahan Harold, ia kemudian memeriksa lemari perlengkapan di kantor itu dan menemukan Cairan Senyap, ia memberikan benda itu kepada semua orang untuk dikenakan di sepatu mereka. Semua orang merasa lebih tenang karena kunci utama di dalam level ini adalah ketenangan. Benda yang sederhana namun sangat berguna di tempat ini, karena semakin tenang dirimu maka akan semakin besar kemungkinan dirimu selamat. Yah, walau tidak akan 100% membuatmu selamat sampai akhir, tetapi pencegahan lebih baik kan? Apa lagi Manstria juga menggunakan cairan ini sehingga mereka harus sangat berhati-hati.

Arthur membaca dokumen sebanyak lima lembar yang ada di atas meja, tatapannya begitu fokus dalam membaca apa isi dokumen tersebut. Sebuah laporan dari penemuan terbaru, peta wilayah, dan titik hotspot barang-barang yang dapat dikumpulkan. Arthur berpikir kenapa dokumen seperti ini bisa tertinggal, bukankah dokumen seperti ini seharusnya sudah disalin dalam versi digital lalu dikirim ke seluruh komunitas penjelajah? Sebagai arsiparis, Arthur kebingungan mengapa hal seaneh ini dapat terjadi, pembaharuan seharusnya selalu dilaporkan, bukan menunggu ada bencana dahulu baru sibuk dilaporkan. Mungkin para Staf yang berada di sini sebelumnya malas, atau mereka terlena dalam kegiatan mengumpulkan barang-barang sehingga lupa akan tugas mereka. Ini cuma teori saja.

Hal lainnya adalah apa yang ada di dokumen itu sudah usang karena versi terbaru sudah dirilis di basis data utama, bahkan versi itulah yang dibaca oleh semua orang. Hanya ada dokumen itu saja di ruangan ini, dokumen yang sudah usang, tidak ada lagi dokumen lainnya. Ia kemudian bertanya pada Shinael seperti apa kinerja para Staf sebelumnya. Shinael agak tertunduk, dengan suara pelan ia mengatakan, "Orang-orang itu mengecewakan." Dari jawaban itu sudah jelas, pasti berat bagi Rizu untuk memimpin mereka semua. Arthur kemudian melihat kembali ke dokumen itu, ia kepikiran sesuatu.

"Hei James, aku ingin ke kantor berikutnya untuk memastikan sesuatu. Aku merasa kalau mengumpulkan semua dokumen ini tidak ada gunanya." pintanya. James penasaran, kenapa Arthur merasa mengumpulkan semua dokumen itu tidak berguna?

"Singkatnya, dokumen ini adalah versi simpel dari dokumen yang sudah ada di basis data dan juga sudah usang sehingga tidak perlu dibawa. Lalu, jika dokumen di kantor berikutnya juga sama seperti ini, aku bisa mengasumsikan kalau semua kantor sama saja." jelasnya. Teknik sampel ya? Arthur lanjut menjelaskan bahwa dokumen Level 29-ID dan Entitas 29-ID yang ia ketahui itu berasal dari Rizu dan itu adalah versi terbaru, lalu seharusnya dokumen yang tertinggal di level ini adalah versi paling baru dari versinya Rizu bukan? Lalu kenapa dokumen yang ada di tangannya ini adalah versi lama?

James ikut bingung, "Entahlah kawan, kita periksa dua kantor lagi kalau begitu, jika semuanya sama-sama versi lama ya kita langsung keluar dari sini, bagaimana?"

"Yah baiklah." balas Arthur, pengecekan dokumen adalah tujuan mereka sekarang. Anggota lain pun setuju dengan perubahan rencana ini—jika tiga dokumen pertama tidak berguna, maka mereka langsung keluar.

"Sebentar, Shina, apakah kau tahu tentang semua isi dokumen ini?" tanya Arthur, Shinael adalah penghuni level ini, jadi seharusnya ia tahu tentang isi dokumen juga kan? Dan ya, Shinael menyebutkan bahwa ia telah membaca semua dokumen dan salah satunya adalah dokumen yang Arthur pegang—ia juga tahu bahwa dokumen tersebut telah usang. Tetapi ia tidak tahu apakah dokumen usang juga perlu dibawa atau tidak sehingga ia pun meninggalkan semua dokumen itu di dalam kantornya masing-masing.

"Lalu kenapa kamu tidak mengumpulkan semua dokumen itu lalu meletakkannya di satu tempat supaya kami dapat mengumpulkannya dengan mudah?" tanya Arthur. Itu masuk akal sekali, setidaknya Shinael sudah memindahkan semua dokumen itu sebelumnya supaya kerja mereka semakin ringan.

"Ah itu, aku dilarang untuk mengumpulkan semua dokumen itu dan mereka bilang hanya anggota Staf saja yang boleh membawanya keluar dari kantor. Dan juga, aku hanya diizinkan untuk membacanya saja …." jawab Shinael, terdengar aneh sekali. Ia lalu menjelaskan bahwa sebelumnya para Staf itu jarang berkerja dan enggan menunjukkan isi dokumennya, ia baru bisa membaca semua dokumen setelah semua Staf dievakuasi.

"Mungkin mereka tidak mau ketahuan oleh Shina kalau mereka tidak melakukan tugasnya dengan baik, maksudku, mereka tidak mengizinkan Shina untuk mengecek kualitas dokumen, baru mengecek dokumen setelah semua kegilaan itu terjadi, dan mengikat Shinael dengan aturan yang melarang dia untuk memindahkan semua dokumen itu." pendapat Carolyne terdengar masuk akal. Tetapi mengapa? Mengapa mereka tidak menjalankan tugas mereka dengan baik? Mengapa mereka sampai sebegitunya tidak ingin siapa pun mengecek dokumen buatan mereka?

"Tetapi bukankah itu aneh? Kita para penjelajah selalu menjalankan tugas kita karena itu demi keuntungan bersama bukan? Tidak ada ruang untuk mengabaikan tugas karena bisa saja taruhannya nyawa." James tidak mengerti mengapa orang-orang itu tidak melakukan tugas dengan benar dan … jika mereka punya sifat seperti itu, mengapa mereka bisa terpilih?

"Itu menjelaskan mengapa angka kematian di tempat ini sangat tinggi, manajemennya payah." ucap Carolyne sambil mengalihkan pandangannya. Pejabat yang tidak bertanggung jawab tampaknya pernah ada di tempat ini.

"Maaf, tapi Pak Rizu tidak payah." sanggah Shinael. Kata "manajemen" merujuk pada pengurus dan pengurus level ini adalah Pak Rizu beserta para anggotanya. Tatapannya langsung menajam ke arah Carolyne.

"Maaf membuatmu tersinggung, maksudku Staf selain Pak Rizu yang payah. Sungguh. Mengapa mereka bisa terpilih? Mengapa Pak Rizu tidak segera mengganti mereka?" Carolyne bertanya-tanya. Itu masuk akal, mereka jelas-jelas deretan Staf yang tidak bertanggung jawab. Pengurus yang tidak mau mengurus bukankah seharusnya dikeluarkan dari jajaran pengurus?

Shinael menjelaskan bahwa para anggota itu bukan pilihannya Pak Rizu melainkan oleh atasannya Pak Rizu, Pak Rizu juga telah berulang kali berusaha untuk memperbaiki kinerja dan menegur anggotanya namun ia selalu diabaikan baik oleh anggotanya maupun oleh atasannya. Pak Rizu kemudian memberitahu Shinael bahwa orang-orang itu tidak bisa diandalkan. Shinael kemudian melanjutkan bahwa orang-orang itu juga melakukan tindakan korupsi, menggelapkan sumber daya yang telah dikumpulkan namun tidak mencantumkannya pada laporan. Anehnya, mereka selalu lolos dari hukuman seolah-olah ada yang membantu mereka. Mungkin itulah alasan mereka kemari, sumber daya yang mudah didapatkan.

James dan yang lainnya berdecik, mereka merasa jijik. Ruangan itu langsung hening karena tidak ada yang mau lanjut berkomentar. Sekali lagi, manusia menunjukkan sisi busuknya, datang hanya untuk sumber daya saja, mereka melupakan segalanya selain sumber daya, sepertinya sumber daya jauh lebih berharga daripada nyawa mereka. Apakah mereka tidak sadar bahwa kebusukan merekalah yang mendatangkan semua kekacauan ini? Entahlah, mungkin mereka tidak mampu belajar dari kesalahan mereka sendiri.

James kemudian memutuskan bahwa kini mereka akan meninggalkan misi mengumpulkan dokumen dan fokus untuk keluar dari level, ini berdasarkan dari kesaksian bahwa semua dokumen yang telah ia baca ternyata telah usang—menyebabkan kedatangan mereka kemari adalah sia-sia. Shinael sudah mengetahui isi dokumen terbaru dan itu telah diverifikasi oleh Arthur, menyebabkan misi mereka langsung berubah menjadi misi menyelamatkan diri dari level ini. Dokumen usang itu kemudian terbang ke tempat sampah, James dan yang lainnya tidak menyukai para Staf yang mengurus level ini sebelumnya.

Mereka meninggalkan tugas, menghalau Shinael untuk mengecek kinerja mereka, dan mengikat Shinael dengan aturan karangan mereka sendiri untuk tidak memindahkan dokumen-dokumen tak berguna itu dari tempat asalnya. Yah, kebusukan manusia telah mengakar sampai ke para pengurus level itu sendiri. Nafsu yang telah menumpuk di dalam hati akan mengubah manusia menjadi rakus dan tidak mementingkan orang lain. Tidak melakukan pekerjaan dengan benar dan malah ketuanya sendiri yang melakukan semuanya. Sekali lagi Rizu membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan segalanya seorang diri, seperti keluar dari level sendirian maupun membuat dokumen tentang level—apa itu kerja sama tim coba.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dan mereka akhirnya tiba di sebuah lorong yang agak luas, Shinael kemudian meminta mereka untuk memperhatikan sebuah demonstrasi yang hendak ia lakukan. Kira-kira demonstrasi apa itu? Karena penasaran, mereka pun berbaris di hadapan Shinael, mencoba untuk mengamati dengan seksama.

"Baiklah, seperti yang kita tahu bahwa Manstria dapat merubah wujud mereka, aku akan menunjukkan pada kalian seperti apa perubahan wujud mereka." ucapnya. Yang lainnya terlihat bersemangat karena ini pertama kalinya bagi mereka bisa melihat aksi Manstria sungguhan. Perubahan wujud adalah konsep menarik yang selalu ingin manusia coba untuk wujudkan, konsep ini dapat membuat manusia mampu beradaptasi sesuai kondisi medan entah itu bersuhu ekstrim atau minim udara. Suatu konsep idaman yang akan meningkatkan kemungkinan selamat dalam hidup manusia, terutama di dunia gila bernama Backrooms ini.

Shinael kemudian mengangkat lengan kirinya dan mengarahkannya ke depan, ia menampakkan punggung tangannya ke arah James dan yang lainnya. Secara perlahan, warnanya berubah menjadi kemerahan sebelum akhirnya menjadi merah terang seperti daging segar yang telah dikelupas dari kulitnya. Jari jemarinya yang mungil dan terlihat lembek itu kemudian memendek dan sesuatu seperti cakar tajam keluar dari ujung jemarinya, cakar itu terus tumbuh dan diikuti oleh bagian bersegmen yang kemudian menggantikan jari jemarinya dengan tulang berbentuk cakar yang bersegmen. Bagian punggung tangan ditutupi oleh semacam sisik keputihan yang berkilau dan akhirnya keseluruhan pergelangan tangannya memiliki tampilan seperti kaki serangga. Perubahannya selesai dan semua yang melihat kagum dengan demonstrasi itu.

"Yang kulakukan ini sebenarnya dalam kecepatan yang sangat lambat, kecepatan aslinya kira-kira begini." ucap Shinael sebelum mengubah tangannya kembali seperti semula hanya dalam sepersekian detik. Ibaratkan seekor bintang laut menumbuhkan lengannya kembali, namun kali ini, potong durasinya sehingga hanya tersisa kurang dari satu detik, seperti seseorang habis melakukan pengeditan pada video. James dan yang lainnya kaget bukan main, mereka kini menyadari seberbahaya apa Manstria yang akan mereka hadapi.

Shinael kemudian melanjutkan demonstrasinya dalam kecepatan yang biasanya, kali ini ia berubah menjadi Manusia Anjing dalam empat detik, membuat persenjataan tentakel dengan pedang tulang di ujungnya dalam satu detik, dan menyebarkan bagian tubuhnya dalam bentuk tombak daging dalam tiga detik. Ia juga menunjukkan bahwa ia bisa menembakkan tulang seukuran ujung jari ke arah suatu target seperti peluru dan meledakkan pergelangan tangannya supaya tulang belulang yang ada di dalamnya tersebar ke arah target, ini sekaligus menumbuhkan kembali pergelangannya tersebut yang juga dilakukan dalam hitungan detik. Ini seperti menyaksikan tayangan timelapse atau orang bermain secara speedrun, semua terjadi begitu cepat, sangat cepat, seolah-olah waktu adalah segalanya di sini.

"Kalian tahu, kita benar-benar harus menghindari mereka." ucap Harold dengan khawatir. James, Arthur dan Carolyne setuju. Lawan mereka bukan entitas yang biasa mereka temui, bayangkan kemampuan berubah wujud dan kecerdasan digabung, bukankah itu kombinasi yang berbahaya? Mereka sedang berhadapan dengan entitas cerdas pelaku pembunuhan massal di sini.

"Teman-teman, tidak ada manusia selain kalian berempat, jadi jika ada manusia lain maka jangan percaya, bahkan mayatnya! Jika mereka menyamar sebagai kalian, aku akan langsung menyadarinya karena sesama Manstria dapat saling mengenali!" lanjut Shinael. Ya, sesama Manstria dapat saling mengenal sehingga mereka tidak saling menyerang satu sama lain, bagaimana mereka melakukan itu? Itu terdengar seperti sistem radar. Yah, Shinael sendiri pun sulit menjelaskannya.

Para Manstria akan memanfaatkan kemampuan berubah wujud mereka untuk menjebak dan menyerang manusia, di mana kemampuan ini adalah penyebab utama mengapa angka kematian sangat tinggi. Shinael juga menjelaskan bahwa kini Manstria sudah bisa berbicara dalam bahasa manusia, bahkan sejauh ini ia mendapati bahwa Manstria mampu menggunakan tiga bahasa berbeda. Semua ini digunakan untuk menipu para penjelajah tentunya.

Meniru wujud dan bahasa, Manstria adalah aktor yang handal bukan? Mereka meniru sesuatu untuk meyakinkanmu lalu menusukmu dari belakang.

Arahan lainnya adalah memanfaatkan segala yang ada di sekitar mereka, objek-objek dapat ditemukan dengan mudah di sini seperti Air Almon ataupun alat perlindungan diri seperti Garam Api. Namun, Manstria juga memanfaatkan objek-objek ini sehingga James dan yang lainnya harus sangat berhati-hati jika bertemu dengan Manstria. Jika ada yang lapar dan kehabisan bahan makanan, memakan Manstria adalah hal yang dapat mereka pertimbangkan, Shinael akan memberi dagingnya jika mereka mau dan mereka boleh meminta jenis daging apa. Yah, jangan dilaporkan ke Pak Rizu karena sebenarnya tindakan ini dilarang. Bagaimana menjelaskannya, memakan Shinael itu agak … kurang manusiawi …, bukan?

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba ke salah satu ciri khas level ini, Terminal Merah, alias sebuah celah yang digunakan Manstria untuk berpindah-pindah antara satu celah ke celah lainnya. Ukuran Terminal Merah yang mereka temui saat ini berukuran kecil, diameternya hanya 10 centimeter. Shinael menjelaskan bahwa ukuran diameter Terminal Merah bervariasi bahkan ada yang cukup besar untuk dimasuki manusia. James dan yang lainnya langsung menjauhi Terminal Merah itu dan Shinael memaklumi hal itu karena Terminal ini sering digunakan Manstria untuk berpindah-pindah dengan cepat—seperti jalan pintas. Shinael memasukkan lengannya ke dalam celah kecil itu dan secara perlahan seluruh lengannya masuk ke dalam, setelah beberapa saat ia pun menarik kembali lengannya.

"Kalian tahu, aku mendapatkan seluruh lokasi Manstria di sektor ini, dan sejauh yang kudeteksi, tidak ada Manstria sampai tangga menuju sektor B. Tetapi, ada beberapa Manstria di sektor B dan C tapi lokasi mereka di luar jalur kita jadi ya kita akan aman sebelum masuk ke sektor D." jelasnya. Kemampuan deteksi Shinael meningkat pesat jika terhubung dengan Terminal Merah walau itu masih terhitung lemah jika dibandingkan dengan Manstria pada umumnya. Terminal Merah bertindak layaknya sebuah pintu masuk untuk terhubung dengan "jaringan internet"-nya Manstria, bahkan beberapa Manstria diketahui menempel di sekitar celah ini hanya untuk bersiaga jika ada sesuatu yang masuk ke dalam jangkauan deteksi mereka.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju sektor berikutnya, perasaan gugup dapat terlihat jelas di wajah mereka. Langkah kaki yang agak gemetar, tangan yang dengan erat menggenggam tas mereka, dan tatapan mereka yang ke sana ke mari, yeah, semoga beruntung. James mencoba mencairkan suasana dengan mengajak rekan-rekannya mengobrol tentang pengalaman mereka selama ini, mereka kemudian saling berbagi pengalaman mereka di berbagai level maupun pengalaman mereka dalam melakukan kegiatan kemanusiaan. Shinael sangat tertarik dengan dunia luar, terlihat dengan tingginya antusiasme dirinya dengan pembicaraan itu.

"Tolong ceritakan padaku seperti apa level favorit kalian?" tanya Shinael.

Sebuah pertanyaan sederhana namun memiliki banyak arti bagi Manstria kecil itu, rasa penasarannya dengan dunia luar sangatlah besar dan selalu berharap bisa keluar dari level tempat ia lahir. Anak ini tidak pernah merasakan dunia luar, level rumahnya tidak mengizinkan entitas mana pun untuk keluar dari dalam level termasuk dirinya. Shinael hanya bisa menikmati semua itu lewat cerita, foto, maupun artikel saja, namun seluruh sel di tubuhnya berteriak ingin merasakan semua itu secara langsung. Shinael tidak bisa keluar dan ingin keluar, tetapi jika ia bisa keluar maka artinya Manstria lainnya juga bisa kan? Jika Manstria lainnya tahu Shinael bisa keluar, itu akan langsung menjadi topik pembahasan bagi seluruh Manstria yang mengetahuinya.

Manstria adalah makhluk yang unik, mereka telah mengembangkan sistem komunikasi sekaligus transportasi yang khas sejak lama. Mereka bukan makhluk yang bodoh seperti yang manusia kira, mereka cerdas. Tidak seperti manusia yang angkuh dan rakus sehingga mereka terpuruk dalam kesalahan mereka sendiri, Manstria memanfaatkan kesalahan untuk belajar. Mereka saling berbagai informasi lewat Terminal Merah, mereka saling terbuka dan tidak menutupi sesuatu. Mereka tidak korup dan akan berbagi mangsa mereka, tidak seperti manusia yang akan menyimpan barang yang mereka dapatkan untuk diri mereka sendiri dan enggan berbagi.

Babak baru kini telah dimulai, mereka akan naik ke sektor berikutnya. Shinael menyatakan bahwa Manstria yang ia deteksi berada di luar jalur yang akan mereka lalui, tetapi jauh di dalam hatinya, ia ragu akan hal itu. Baginya, Manstria sulit ditebak, bahkan Shinael ingin terus menempelkan diri dengan Terminal Merah untuk terus mendeteksi keberadaan Manstria. Manstria yang masuk ke dalam jangkauan Shinael sedikit, mungkin para Manstria itu belum sadar jika Shinael mengawasi mereka. Shinael tahu bahwa jangkauan deteksinya kecil, menyebabkan dirinya merasa gelisah untuk naik ke sektor yang lebih tinggi. Siapa tahu, ada Manstria lain yang sedang mengawasi dirinya di luar jangkauan deteksi miliknya.

Para penonton terlihat tertarik dengan kelima aktor di atas panggung, para aktor ini memiliki jalan cerita unik yaitu langsung kabur tanpa memikirkan tujuan awal mereka. Para penonton baru lalu bertambah, mereka tertarik dengan si aktor wanita bernama Shinael ini, dari dahulu dirinya bermain peran namun tidak tergantikan. Cerita ini tampaknya akan memiliki akhir yang menarik, di mana ada kabar akan muncul aktor baru walau kabar itu masih menjadi buah bibir di antara para penonton. Tetapi itu pula yang membuat jumlah penonton terus bertambah karena rasa penasaran mereka.


Manstria, terus berdatangan untuk mengawasi mereka.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License