BTM - Gagak Terakhir 3

Sektor B

Sektor B, yang diberi julukan "Brownie" atau coklat karena warna lantainya yang berupa karpet bulu berwarna coklat tua bak tanah. Warna dindingnya krim dengan variasi putih di beberapa lokasi, membuat sektor ini memiliki palet warna seperti kue brownies dengan krim di atasnya. Sektor ini diketahui memiliki banyak lorong lurus dan belokan tajam, lorongnya juga tidak memiliki banyak barang-barang yang menghalangi sehingga lorongnya terkesan "lega" untuk dilalui. Di kiri kanannya terdapat banyak pintu dan ruangan yang ada di dalamnya tentu bervariasi. Tempat ini sebelumnya sering dilalui oleh banyak orang, terutama oleh alat pengangkut barang karena lorongnya yang kebanyakan berupa jalur lurus. Tetapi jangan mengira lorong ini aman, lorong ini semakin tidak aman karena selantai lebih dekat mendekati jalan keluar dari level.

Baru saja sampai di sektor itu, mereka berlima harus menyusuri lorong-lorong panjang yang kemungkinan besar akan membawa masalah jika mereka dikejar Manstria. Jalur lurus akan memaksamu untuk berlari dengan sangat cepat, apa lagi jumlah belokan dan persimpangan cukup sedikit sehingga upaya untuk mengelabui Manstria akan sulit. Tapi itu masalah nanti, selagi keadaan ini masih aman, maka mereka memutuskan untuk menikmatinya selagi bisa. Mereka berlima saling bercakap-cakap, mencoba untuk lebih saling mengenal satu sama lain. Orang-orang ini dipilih bukan karena mereka saling kenal, melainkan karena mereka tampaknya bisa diandalkan, apa lagi mereka adalah ahli dalam bidang mereka masing-masing.

Perkenalan dimulai dari Arthur, seorang arsiparis senior yang telah berada di Backrooms sejak bertahun-tahun yang lalu. Dia kebanyakan selalu berkerja di kantornya walau sesekali ia akan pergi ke suatu level untuk memeriksa keabsahan dokumen yang telah ia terima. Secara fisik ia mungkin lemah, namun secara kemampuan ingatan ia ahlinya. Ia mampu mengingat sesuatu dengan sangat baik dan mendetail, karena itulah ia dipilih dalam misi ini sebagai seorang saksi mata. Arthur mengaku ia menikmati pekerjaannya, walau itu membuatnya menjadi sosok penyendiri sebagai biayanya. Mengarsipkan, mengesahkan, memastikan kevalidan suatu dokumen, mengunggahnya ke basis data, dan selalu serius dalam melaksanakan tugasnya, Arthur menghitung semua itu sebagaimana cara dirinya dalam menolong orang-orang. Ia orang yang tulus dan akan melakukan apa pun yang ia mampu dalam menolong, tetapi karena ia ahli dalam bidang pengarsipan maka ia harus selalu menekuni pekerjaannya itu tidak peduli kalau pekerjaan itu dirasa monoton oleh sebagian besar orang.

"Aku mungkin sering dianggap 'nerd', tetapi 'nerd' inilah yang memberi lampu hijau pada kebanyakan entri di basis data yang sering kalian baca." ucap Arthur dengan nada bangga akan dirinya. James berterima kasih padanya karena James selalu menggunakan entri di basis data sebagai panduannya, siapa yang tahu kalau akhirnya ia bertemu dengan sosok yang telah menyelamatkan hidupnya dengan cara menghadirkan entri yang sangat membantu. Arthur hanya bisa tertawa kecil, ia belum pernah menerima terima kasih oleh pembaca entrinya sebelumnya. Di dalam hatinya, ia ingin segera kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan sehari-harinya. Ditemani secangkir kopi favoritnya, ia ingin menjalani kehidupan monotonnya dengan penuh ketulusan.

Arthur kemudian melanjutkan tentang siapa dirinya sebelum memasuki Backrooms, dan sama saja, seorang arsiparis di pemerintahan. Ia memasuki Backrooms di ruang kerjanya sendiri, sempat panik dan kebingungan, ia akhirnya menerima kondisinya dan menjadikan Backrooms sebagai rumah barunya. Ia tidak terlalu memikirkan kehidupan lamanya, ia hidup sendiri, tidak ada beban. Tidak seperti kebanyakan orang yang ingin segera kembali ke rumah asalnya, Arthur tidak masalah di mana pun ia berada—sosok yang fleksibel.

Carolyne sekarang menceritakan tentang dirinya, ia adalah bagian dari sebuah komunitas penjelajah yang berfokus dalam medis, dirinya termasuk sosok yang mendedikasikan diri mereka dalam pengembangan obat-obatan demi kesejahteraan para penjelajah di Backrooms. Ia sosok yang ambisius dan gigih yang selalu mengedepankan pengembangan, tidak heran ia cukup dikenal di antara para penjelajah. Produknya memang telah digunakan secara luas namun ia mengaku masih belum merasa cukup, ia ingin membuat sesuatu yang lebih, sesuatu yang tentunya akan mengubah kehidupan para penjelajah secara drastis.

"Uh nona, tampaknya kau ingin mengejar hadiah nobel." ucap Harold.

"Wojelas! Itupun kalau ada di Backrooms." balasnya. Ia sangat suka akan penghargaan, namun sayangnya semua itu tidak ada di Backrooms. Dirinya yang dahulu selalu berkerja untuk mengejar penghargaan semata, namun kini ia berubah, ia ingin semua orang merasakan hidup yang lebih baik. Sosok yang tidak pernah merasa cukup dalam menolong orang-orang adalah sosok yang jarang di dunia ini, kebanyakan hanya mencoba mencari aman dan hidup dengan tenang saja. Carolyne tidak bisa hidup seperti itu, ia ingin menolong, ia merasa percaya diri dengan obat terbarunya dan hendak menggunakannya jika saja ada yang terluka, namun tampaknya Harold dan Arthur agak kurang nyaman ketika mendengar hal itu—seperti kelinci percobaan.

"Hey ayolah, aku sudah menghabiskan banyak waktuku hanya untuk membuat obat-obatan ini tahu!" ucap Carolyne sambil menghadap ke arah dua pria itu, ia kemudian berkata, "Jadi terlukalah untukku." dengan wajah yang menakutkan. Kedua pria itu pun langsung bergerak ke belakang Shinael.

Carolyne mengaku penasaran dengan bagaimana regenerasinya Manstria, bahkan ingin sekali mempelajari Shinael baik luar dan dalamnya. Mendengar hal itu, Harold dan Arthur langsung menahan pundak Shinael demi mencegah Shinael pergi ke mana-mana, Shinael hanya bisa menyilangkan kedua tangannya saja sambil berkata, "Nggaaaaaaaaa."

Kini giliran Harold untuk mengenalkan dirinya, sosok teknisi sekaligus pengrajin senjata, ia melakukan hal ini sebagai hobi dan semakin intensif semenjak ia tiba di Backrooms. "Aku sebenarnya orang yang paranoid." lanjutnya. Ini menjelaskan ia menekuni bidangnya ini, ia merasa khawatir, ia gelisah, ia mencoba membuat sesuatu supaya dirinya dan semua orang dapat melindungi diri mereka dari berbagai horor di Backrooms. Ia biasanya membuat senjata untuk siapa pun dari berbagai rongsokan yang ia dan rekan-rekan sesama pengrajin seperti dirinya, ia juga memperbaiki barang dan mencoba untuk membuat barang itu kembali berfungsi sehingga dirinya termasuk deretan orang-orang yang dibutuhkan.

Ia termasuk sosok yang cukup kreatif, hanya saja ia memilih untuk tidak menjadi liar dengan kreasinya. Ia khawatir bahwa kreasinya nanti akan disalahgunakan jika ia benar-benar membuatnya, ini membuat dirinya menjadi pilih-pilih dalam memilih ide mana yang hendak ia buat menjadi barang nyata. Ia tidak ingin malah manusia lah yang menjadi horor Backrooms berikutnya. Tetapi, pada level ini, konsep itu semakin parah.

"Aku sudah membuat beberapa senjata jarak dekat dan senjata jarak jauh yang kupikir akan berguna untuk kita, tetapi, seperti yang Shinael katakan, mereka akan belajar sesuatu jika kita menggunakan persenjataan itu. Aku … menjadi takut untuk menggunakan semua itu." ucap Harold. James memegangi pundaknya, ia mengerti rasa khawatirnya. Bagaimana tidak, intervensi manusia selalu menjadi sumber masalah tidak peduli di mana pun lokasinya, dan pada kasus ini, sebuah ras entitas Backrooms yang berbahaya menjadi semakin pintar karena intervensi manusia.

Carolyne tidak senang, Harold memiliki persenjataan tetapi takut untuk menggunakannya sehingga ia mencap Harold "cupu" tetapi Harold tidaklah tersinggung. Ia berpikir bahwa tidak masalah menggunakan semua itu karena pada akhirnya tidak akan ada manusia lagi yang akan datang kemari walaupun para monster itu telah berkembang. Arthur tidak setuju akan hal itu, opininya berbeda, "Mencegah lebih baik daripada memperbaiki, sejauh ini baru satu pintu masuk ke level ini yang ditemukan sehingga tidak menutup kemungkinan ada pintu masuk lainnya di luar sana yang sedang menunggu untuk ditemukan. Jika pintu itu ditemukan dan ada yang masuk ke dalamnya, mereka akan mendapati bahwa entitas di dalamnya bukan lagi entitas yang sama dengan yang kita hadapi walau levelnya sama."

James kemudian menengahi mereka berdua, "Yang dilakukan Harold sudah benar dan apa yang dikatakan Arthur jika tidak salah, sebisa mungkin kita menghindari kontak dan jika pun terpaksa maka baru akan kita gunakan. Jujur saja, aku berharap tidak ada pintu masuk lainnya, sungguh. Tetapi aku mohon kepada kalian, jangan membuat pertengkaran yang tidak perlu, pertengkaran akan selalu berakhir pada kehancuran tim, dan aku sangat tidak mau hal itu terjadi pada kita. Apa lagi kita sedang berada di level yang sedang dalam pengklasifikasian ulang."

Ketiga rekannya itu pun saling meminta maaf karena hampir saja membuat pertengkaran yang tidak perlu. Harold tahu dirinya pasti akan diremehkan, tetapi ia tidak marah. Bertahun-tahun ia membuat senjata, tidak pernah ia menggunakan semua karyanya itu untuk melindungi dirinya—mungkin pernah, cuman sangat sedikit sehingga ia tidak ingat kapan terakhir kali ia pernah menggunakannya. Harold mengaku dirinya adalah seorang penakut, tetapi itulah yang membuat dirinya sangat waspada akan keadaan sekitar dan sangat kreatif dalam menggunakan barang acak yang ia temui. Terkadang orang penakut itu dapat menyelamatkan hidupmu, itu karena insting mereka jauh lebih peka daripada orang biasa.

Sang Kapten, James Holmes, sosok penjelajah senior yang cukup terkemuka, dirinya sudah banyak melakukan penjelajahan di berbagai level dengan tingkat kesulitan menyintas yang cukup tinggi sehingga membuat dirinya dikenal sebagai sosok penjelajah profesional. Ia sudah cukup lama berada di dalam Backrooms sehingga ia sangat berpengalaman dalam bagaimana harus dan tidak melakukan sesuatu dalam menjelajah di dalam Backrooms. Ia termasuk sosok yang pemberani, namun ia tidak suka berbuat gegabah. Semua masukan akan ia dengarkan dan kali ini adalah rasa takutnya Harold dan perintahnya Shinael.

"Yah, intinya kita akan tetap mengikuti arahannya Shina, jadi mohon bantuannya ya." ucapnya kepada Shinael. Berbeda dengan Shinael, James memiliki lebih banyak pengalaman, tentu ia merasa canggung jika seseorang seprofesional James meminta bantuan kepada dirinya, "Tidak, tidak. Justru aku lah yang harus belajar darimu."

Terakhir, giliran Shinael untuk memperkenalkan dirinya lebih dalam lagi, apa lagi ia adalah Manstria yang merupakan predator manusia, beragam pertanyaan pasti muncul untuk mengetahui tentang dirinya. Bagaimana ia bisa dibesarkan oleh Pak Rizu? Apa yang biasa ia makan? Apakah mungkin Manstria lain bisa menjadi seperti dirinya? Apakah ia pernah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari manusia? Deretan pertanyaan terus membanjiri telinganya dan ia pun menjawab semuanya dengan berurutan.

Yang pasti ia dibesarkan oleh Rizu, seorang penjelajah yang tersesat di level ini, Rizu awalnya menemukan sebuah inti Manstria di dalam sebuah loker dan hendak menjadikannya makanan. Namun tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam kepala Rizu, ia memutuskan untuk merawat Manstria itu. Shinael kemudian dilatih dan diajari oleh Rizu secara intens, ini karena awalnya Rizu ingin menjadikan Shinael sebagai hewan peliharaan. Namun siapa sangka, setelah beberapa bulan lamanya Shinael malah jadi manusiawi dan ini membuat Rizu secara perlahan menganggap Shinael sebagai anaknya. Soal makanan, tidak seperti Manstria lain yang condong kepada karnivora, dirinya malah omnivora sehingga ia mampu memakan apa saja yang diberikan padanya—tentu Air Almon adalah musuhnya.

Setelah level ini dibuka untuk umum ia menjadi sorotan oleh banyak orang terutama pihak yang ingin menjadikan lebih banyak Shinael lainnya. Tapi sayangnya, yah kita semua tahu kelanjutannya. Kematian demi kematian terus terjadi dan ini sangat berdampak pada dirinya, ia yang selalu berusaha keras untuk melindungi orang-orang malah mendapat pengalaman yang tak menyenangkan dari orang lain—perlakuan tak pantas. Tetapi, seperti Manstria lainnya, ia tetap gigih dan terus melangkah ke depan. Tampaknya darah Manstrianya lah yang membuat dirinya tahan banting dari segala macam cacian dan tetap bersabar menghadapi rintangan, entitas yang tangguh dan selalu bangkit dari keterpurukan, benar-benar cocok untuk dirinya.

Shinael juga menjelaskan kalau menjadi Manstria itu terkadang tidak selamanya menyenangkan, "Kau tahu, Pak Rizu terkadang menggangguku dengan memberiku sebuah captcha untuk kuselesaikan, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya karena aku jelas-jelas bukan manusia?"

Yang lainnya tertawa mendengarnya, ia mengaku terkadang ia dijadikan bahan guyonan oleh Rizu sendiri, mengatakan bahwa Shinael itu adalah plastisin merah berjalan karena bentuk tubuhnya dapat berubah-ubah sesuka hatinya. Ia bisa memilin, menarik, memanjang, memendek, menggepeng, dan sebagainya dengan bebas. Karena Shinael adalah sebuah plastisin, maka anak-anak pasti akan senang bermain dengannya. Yang lain kembali tertawa karena itu benar, wujud Shinael sangat tidak tetap. Wujud yang ia gunakan ini adalah kreasinya sendiri sekaligus dengan menjadikan foto keluarganya Rizu sebagai referensi, ia berharap dirinya diterima oleh Rizu sebagai bagian dari keluarga barunya—dan itu berhasil.

Sosok yang tulus, sosok yang ambisius, sosok yang penuh waspada, sosok pemimpin, dan sosok yang mudah berbaur, mereka berlima terdiri dari berbagai latar belakang dan sifat yang saling menyatu dalam satu kesatuan. Mereka terus bercakap-cakap, sungguh suasana yang hangat. Namun, suasana hangat dari rombongan penjelajah itu kemudian terhenti ketika Shinael tiba-tiba memberi tanda berhenti. Biasanya tanda ini muncul ketika Shinael mendeteksi sesuatu.


..


"Jadi itu Manstria?" tanya James kepada Shinael yang ada di belakangnya, Shinael mengangguk. Mereka berlima sedang mengintip dari balik pintu, jalan mereka terhadang oleh satu individu Manstria berkaki dua yang sedang berdiri di tengah jalan yang akan mereka lewati. Dugaan Shinael benar, Manstria itu tidak bisa ditebak, mereka pasti akan datang tanpa diduga. Pemandangan horor dari dua buah kaki manusia dengan bagian atasnya yang terlihat seperti tumor basah yang bertumpuk-tumpuk layaknya tumpukan kue dadar bersaus gula cair membuat mereka yang melihatnya bergidik ngeri. Makhluk itu besar, tiga meter tingginya, wajar saja jika aura intimidasinya cukup kuat. Untung saja ia sedang menghadap ke arah lain, jika menghadap ke arah Shinael dan yang lainnya pasti akan mendatangkan masalah.

Pintu itu kemudian ditutup, Shinael memberitahu mereka untuk melewati jalan lain. Kali ini mereka akan melewati jalur alternatif yang sedikit lebih jauh, yah itu tidak masalah asalkan kemungkinan mereka selamat meningkat, bukan? Harold mengeluh karena ia telah memperingatkan Shinael bahwa ia punya firasat akan bertemu Manstria, Shinael sudah tahu ada Manstria di situ, tetapi ia sengaja menunjukkan kepada mereka seperti apa Manstria selain dirinya. Shinael menjelaskan bahwa jika hanya ada satu Manstria saja di suatu lokasi, maka Shinael dapat mengatasinya dengan mudah. Yah Harold agak kesal, bagaimana jika segalanya menjadi kacau bukan?

Tetapi, bukankah tadi hanya ada satu Manstria saja di depan pintu? Carolyne bertanya mengapa Shinael tidak menyingkirkan Manstria yang tadi saja? Namun jawaban Shinael membuat mereka terdiam, "Bukankah rasanya aneh jika kalian membunuh sesama kalian sendiri hanya untuk menyelamatkan ras lain? Apa lagi jika sosok yang kalian bunuh itu tidak ada sangkut pautnya dalam masalahmu."

Jawaban yang cukup singkat dan masuk akal, menyerang orang yang tidak bersalah adalah suatu tindakan yang tidak terpuji. Manstria itu hanya berdiri saja tanpa ada indikasi hendak menyerang, jika ia menyerang maka tidak masalah untuk menyerang balik, jika tidak ngapa-ngapain ya kenapa diserang? Yah, setidaknya itu yang Shinael pikirkan, awalnya semua terasa hening sampai Shinael meminta mereka untuk segera bersembunyi ke balik sebuah pintu kamar yang ada di samping mereka, mereka telah masuk namun Shinael masih di luar, mengalihkan perhatian rencananya.

Kontak terjadi, Shinael bertemu dengan Manstria lainnya yang kebetulan melewati jalan yang sama dengan mereka. Manstria itu memiliki penampilan yang kacau, seperti bola daging berahang dengan empat buah kaki manusia mencuat di kedua sisi tubuhnya. Hm, seperti Pac Man berkaki, setidaknya seperti itu banyangan yang akan muncul dipikiran kebanyakan orang jika melihatnya. Manstria itu mendekati Shinael dan suara seperti geraman dan raungan dapat terdengar dengan pelan, makhluk itu sedang berkomunikasi dengan Shinael dalam bahasa yang tidak dimengerti manusia. Shinael membalasnya dengan suara-suara yang sama dan kemudian Manstria itu pergi meninggalkan Shinael dengan santai, tampaknya Manstria masih menganggap Shinael sebagai bagian dari mereka sehingga dirinya tidak dicurigai. Karena keadaan sudah aman, Shinael kemudian memberitahu James untuk keluar dari kamar tersebut.

"Itu tadi hampir saja." ucap Shinael dengan lega. James penasaran, sebenarnya apa yang mereka bicarakan barusan?

"Hm, bagaimana aku menjelaskannya yah. Singkatnya sih cuman sekedar tegur sapa doang. Setelah itu … aku cuma bilang 'aku sedang berkeliling' gitu." jelasnya. Bahasa Manstria diketahui sangat sulit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa manusia, menyebabkan upaya untuk bisa memahami mereka selalu gagal. Rizu mati-matian menerjemahkan bahasa mereka selama beberapa tahun terakhir, namun semua itu sia-sia karena pada dasarnya manusia tidak bisa meniru bahasa mereka dan manusia tidak mampu membedakan suara mereka dengan benar. Shinael mampu memahami semua yang diucapkan Manstria, teriakan dan geraman mereka memiliki arti di telinganya. Namun bagi manusia yang mendengarnya, semua suara itu adalah tanda bahaya yang harus dijauhi.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan kali ini mereka tiba di jalur yang seharusnya setelah memutar sejauh puluhan meter. Mereka akan mampir ke kantor berikutnya untuk mengambil suplai objek-objek yang akan berguna seperti Air Almon, semoga saja kali ini mereka tidak bertemu Manstria lagi karena Manstria yang tadi saja sudah cukup membuat para manusia yang mengikuti Shinael gemetaran, jarak menuju kantor itu cukup jauh, sehingga harapan seperti ini terdengar seperti sebuah omong kosong belaka. Tidak seperti sebelumnya, Manstria kini lebih sering berpatroli di sepanjang lorong-lorong sunyi di dalam level, tidak lagi melakukan metode sembunyi-sembunyi seperti yang sering mereka lakukan dahulu. Tidak heran jika kalian bisa menemukan Manstria dengan mudah saat ini.

Manstria telah berubah, mereka menyadari bahwa berburu secara aktif lebih menguntungkan. Mereka menyadari bahwa berburu secara pasif hanya membuat mereka semakin menjadi lelucon saja. Mereka memperhatikan para manusia yang berlalu-lalang di dalam level, para manusia itu berada di luar jangkauan persembunyian mereka, dan oleh karena itu, satu langkah dari Manstria yang meninggalkan persembunyiannya berubah menjadi kemusnahan seluruh manusia yang mendatangi level tersebut. Mereka tidak lagi bersembunyi, mereka kini berlari, mengejar mangsanya dengan banyak tentakelnya. Dan itulah yang sedang terjadi saat ini.

"Maafkan aku! Aku tidak bisa mengelabui tiga Manstria itu sekaligus!" ucap Shinael sambil memimpin rombongan dan mencoba untuk melarikan diri dari tiga Manstria yang sedang mengejar mereka berlima. Shinael gagal mengelabui tiga Manstria besar yang menghadang jalan mereka menuju kantor yang dimaksud, parahnya lagi, ketiga Manstria pengejar itu melapisi tubuh mereka dengan pelindung tulang sehingga siraman Air Almon tidak mempan untuk mereka. Pelindung tulang itu membuat tubuh mereka menjadi berat sehingga kecepatan lari mereka kurang cepat, tetapi tetap saja mereka masih bisa mengejar kalau ada yang lengah lengah.

"Ah sial!" ucap Shinael tiba-tiba. Sebelum ada yang sempat bertanya kenapa, ternyata ada Manstria lainnya muncul di ujung lorong. Shinael memberi perintah untuk tetap berlari lurus ke depan karena kali ini ia akan bertarung. Dalam sekejap mata, kedua lengan Shinael berubah menjadi pisau tulang yang besar. Dan dalam sekejap mata pula, ia melompat, menerjang, dan membelah Manstria yang menghalangi jalan mereka menjadi empat bagian seketika. Kedua pisau tulang itu lepas dan dioper ke James dan Harold sebagai alat perlindungan diri mereka yang baru—sebagai pedang. Adrenalin menendang sampai ke otak, mereka tampaknya tidak merasa lelah walau sudah berlari sejauh ratusan meter sambil berbelok-belok melintasi labirin.

Ketiga Manstria yang mengejar mereka merubah wujudnya, mereka menyatu, membentuk suatu abominasi dari sosok makhluk horor klasik, Kerberos. Gumpalan daging itu menyembulkan tiga buah rahang yang penuh akan taringnya yang keemasan selagi menyebarkan semua tentakelnya untuk merayapi seluruh permukaan lorong, lengan-lengan panjang berusaha meraih rombongannya Shinael seperti malam hendak menyelimuti siang dengan ganas, seluruh permukaan tubuh Manstria itu dilapisi oleh sisik yang melindungi tubuh mereka layaknya armor, bagaimana untuk mengalahkan makhluk seperti itu? Tidak mungkin manusia bisa mengalahkannya bukan?

Sebuah kotak senapan milik Shinael kemudian keluar dari tasnya dan langsung dibuka, senapannya langsung terhubung dengan pilinan tentakel-tentakel mungil yang keluar dari balik pakaiannya dan bertindak seperti lengan ketiga. Tentakel itu langsung membaluti setengah bagian senjata untuk mendapatkan kontrol yang lebih stabil, larasnya langsung dihadapkan ke belakang, ke arah para Manstria yang sedang mengejar mereka dengan tentakel-tentakelnya yang terus berusaha menggapai rombongannya Shinael. Perintah merunduk dikeluarkan, James dan yang lainnya langsung menurunkan kepala mereka. Setelah belokan di lorong, enam buah tembakan dilepaskan dan melesat di atas kepala mereka, keenam peluru itu pun menghantam para Manstria pengejar yang baru saja melewati belokan dan langsung meledak seketika. Atas kejadian itu, Shinael kemudian memerintahkan mereka untuk tetap berlari sampai dirinya menyuruh mereka untuk berhenti, apa lagi kantor sudah dekat.


..


"Sektor B ternyata merepotkan juga yah." ucap James yang sedang kehabisan nafas, yang lainnya hanya bisa mengangguk karena kecapekan. Pertemuan pertama mereka dengan Manstria selain Shinael ternyata cukup berbahaya, tidak, mereka hanya beruntung. Kantor itu kecil, namun setidaknya memiliki hal-hal yang mereka butuhkan untuk mengisi kembali tenaga mereka. Shinael memasuki ruangan setelah memastikan keadaan sudah aman, ia kemudian bersandar pada dinding sambil menanyakan kondisi mereka. Mereka kelelahan, tampaknya tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan untuk sementara. Bahkan untuk berbicara saja sudah susah.

Arthur mengecek dokumen di ruangan itu dan menemukan bahwa dokumen itu sama saja dengan dokumen di kantor-kantor sebelumnya, usang. Ia terlihat kesal, ia datang kemari hanya untuk melihat dokumen yang tidak berguna saja. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk mengarsipkan sehingga ia jarang untuk keluar ruangan, menyebabkan kejadian sebelumnya benar-benar mendorong tubuhnya ke batas maksimum. Setidaknya ia menginginkan balasan berupa artikel yang ada di tangannya itu bukan versi usang, tetapi mau bagaimana lagi, para Staf sebelumnya harus disalahkan karena hal ini.

Carolyne memeriksa perlengkapannya, memastikan semuanya masih tertata rapi, walau terkesan tidak usah terlalu dipikirkan tetapi kegiatan ini lumayan menenangkan dirinya. James mencoba melakukan peregangan, untuk membuat otot-otot di tubuhnya sedikit lebih rileks, ia sudah terbiasa dikejar-kejar seperti ini sehingga ia tahu harus berbuat apa jika ia menemukan titik aman sementara seperti kantor kecil ini. Harold … dirinya seperti habis menonton film horor seorang diri.

Shinael kemudian memberitahu mereka untuk beristirahat dan menenangkan pikiran mereka karena mereka akan melanjutkan perjalanan lagi, Shinael berharap tidak ada Manstria yang datang selama mereka beristirahat karena itu akan mengacaukan kondisi James dan yang lainnya. Sebuah ide kemudian muncul di kepalanya, "Hey semuanya, ada yang mau tidur di atas bantal plasentaku?"

Ucapan ini membuat semua yang mendengarnya kaget, mereka tahu bahwa plasentanya Shinael dapat dirubah-ubah sesuka hatinya, namun, bantal? Tidak perlu menanyakannya lagi, pilinan tentakel berukuran besar keluar dari punggungnya yang kemudian menggulung dan membentuk tabung dari daging dan kulit. Shinael kemudian meminta sukarelawan untuk menguji keempukannya, James berkata, "Mungkin sedikit lebih keras lagi."

Tabung itu menebal, tampaknya timbunan lemak terbentuk di bawah kulit tabung itu. "Ini pas." ucap James. Rekan-rekannya kemudian menyandarkan diri mereka kepada tabung itu, sensasi yang aneh, seperti bersandar pada perut sapi yang besar. Shinael kemudian memanjangkan tabung itu sehingga membentuk ekor barunya yang berukuran besar, ia mempersilahkan siapa pun untuk memeluk bagian ekstra itu. Carolyne dengan cepat menggapainya, "Hey ayolah, aku yang mendapatkannya lebih dahulu, jadi ini milikku." ucapnya sambil mengambil semua bagian ekstra itu hanya untuk miliknya sendiri. Momen yang unik di mana manusia dan Manstria dalam jarak yang super dekat.

Namun, Shinael merenung sebentar, ia membunuh Manstria lainnya demi keselamatan James dan rekan-rekannya, ia memang sudah sering melakukan ini namun tetap saja rasa tidak enak masih muncul di dalam hatinya. Ia terpaksa melakukan itu, keadaan tadi benar-benar horor yang berbeda karena sulit disamakan dengan dikejar oleh entitas pada umumnya, apa lagi mereka datang dalam banyak rupa yang mengerikan.

"Shina, kulihat para Manstria yang tadi bentuknya agak …." belum sempat James berbicara, Shinael langsung memotongnya, "Yah, tidak jelas kan? Memang begitu bentuk mereka."

Shinael kembali menjelaskan wujud Manstria, selain berbentuk acak nan tidak karuan, masih ada dari mereka yang memiliki wujud khas yang masih belum mereka tinggalkan dari kebiasaan meniru mereka. Mereka dikenal sebagai "penipu", para Manstria yang bersembunyi untuk mendapatkan mangsa. Jumlah mereka cukup banyak, tetapi mereka tidak terlalu mengancam dibandingkan dengan Manstria yang bergerak secara bebas. Manstria datang dalam wujud bervariasi, baik menyerupai orang, hewan, bahkan bentuk tak karuan.

Para Manstria adalah bentuk makhluk paling kreatif, di mana desain makhluk tergilamu dapat menjadi nyata. Mereka tidak peduli dengan apa itu anatomi, mampu bergerak saja sudah cukup bagi mereka. Manstria memang menentang logika baik dari anatomi maupun morfologi mereka, namun itulah yang membuat mereka unik, menjadi satu dari berbagai hal aneh di dunia yang aneh ini. Shinael salah satunya, penampilannya memang terlihat seperti anak perempuan manusia, tetapi itu hanya dibagian luarnya saja, di dalam tubuhnya itu terdapat gumpalan daging yang siap berubah menjadi apa saja yang ia butuhkan.

Shinael kembali menyimpan senapannya ke dalam tasnya, Harold terlihat penasaran dengan senapannya itu. Peluru yang Shinael tembakkan sudah dipastikan berupa peluru peledak—mungkin Garam Api, senjata itu juga menggunakan angin dalam melontarkan pelurunya, tetapi yang unik adalah bagaimana Shinael menggunakan senapan itu dengan ekornya.

"Ini didesain oleh kenalan Pak Rizu, dirinya juga ahli senjata seperti dirimu. Ia memberiku sebuah senapan yang ia modifikasi sendiri walau aku modifikasi lagi supaya bisa kugunakan dengan lengan tambahan- ekorku, ekorku menghasilkan serta memasukkan amunisi ke dalam tempat peluncuran dan ketika pelatuk ditarik angin yang kuhembuskan lewat paru-paru tambahanku memasuki ruang peluncuran, menyebabkan amunisi meluncur." jelasnya. Harold paham dengan mudah, ia kagum karena Shinael memadukan sisi biologisnya dengan sisi mekanis senapan.

Shinael kemudian bercerita bagaimana para penjelajah sebelumnya mencoba mempertahankan wilayah di dalam level dengan beragam persenjataan mereka namun akhirnya gagal. Aspek api sempat ampuh hingga akhirnya Manstria tahu cara menangkalnya, namun tersisa satu aspek lagi yaitu listrik. Listrik efektif dalam menghadapi Manstria, namun penggunaannya dibatasi karena dikhawatirkan Manstria malah menemukan cara dalam menghadapinya. Carolyne memamerkan senjata listrik pribadi miliknya, senjata kejut listrik, mengatakan bahwa ia siap menggunakan senjata ini tidak peduli resikonya.

Arthur mengingatkannya bagaimana mengenalkan Manstria dengan senjata beraspek listrik akan membahayakan mereka nantinya karena dikhawatirkan Manstria akan mempelajari cara mengatasinya, namun Carolyne tampak tidak peduli, yang ia butuhkan saat ini adalah selamat. Ini tidaklah salah karena walaupun para Manstria sudah tahu akan hal baru, mereka pasti sudah keluar dari tempat ini ketika hal itu terjadi.

Satu jam berlalu, mereka kemudian memutuskan untuk lanjut. Fisik James dan yang lain mungkin sudah agak mendingan setelah meminum Air Almon dan makanan ringan, namun mental mereka masih belum. Shinael memberi tahu mereka jika ada yang lelah maka beri tahu saja, mereka yang tidak berbicara atas masalah yang mereka sembunyikan dapat membahayakan kelompok. Dengan kata lain, komunikasi. James setuju akan hal itu, mereka datang dalam kelompok dan mereka harus saling berkerja sama. Jika kamu ada masalah, laporkan segera. James sudah berulang kali memimpin kelompok, ia setuju kalau komunikasi adalah hal penting, berbuat sesuatu sendirian hanya akan merepotkan banyak orang.

Harold bertanya kepada mereka berdua, "Hei, pedang ini, aku yakin Manstria sudah terbiasa dalam menghadapi senjata ini, apa ini tidak masalah?"

"Yeah, mereka mungkin sudah tahu cara menangkalnya, tetapi itu lebih baik daripada mengenalkan mereka dengan sesuatu yang baru." balas Shinael. Itu benar, menggunakan benda baru sama saja dengan menyuapi para Manstria dengan ilmu pengetahuan baru. Terkadang, kembali ke cara primitif tidak ada salahnya walau semua orang tahu itu tidak efektif.

James dan Harold mencoba-coba pedang baru mereka, dua buah bilah pedang tulang yang sebelumnya adalah lengan Shinael yang ia modifikasi dalam waktu secepat kilat untuk menebas musuh. Pedang itu ringan namun sangat tajam, tampaknya sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan benar. Yah, semoga itu dapat melindungi mereka, karena Manstria mampu menghasilkan pedang yang sama. Tingkah mereka seperti layaknya para ahli pedang dadakan membuat Shinael tersenyum, ayun sana dan ayun sini, seperti anak-anak dengan tongkat kayu yang mereka temukan di bawah pohon.

Arthur mengeluhkan bahwa ia masih tidak siap untuk perjalanan lebih lanjut setelah apa yang terjadi sebelumnya. James dan Harold memaklumi hal itu namun Carolyne tidak. Carolyne ingin cepat-cepat keluar dari level, dan untuk mewujudkan hal itu, ia harus menepis rasa takut itu untuk bisa terus melangkah maju.

"Sudahlah Carolyne. Arthur, tidak masalah jika kau masih tidak siap. Aku bisa memahami itu karena aku juga sama-sama lelah. Tetapi, Carolyne benar, kita hanya bisa untuk terus maju saja saat ini. Semakin menuju ke pintu keluar akan semakin sulit, dan oleh karena itu kita akan mencari cara untuk …." ucapan James terpotong ketika Shinael menyuruh mereka untuk segera berbelok ke lorong lain dan langsung masuk ke dalam suatu ruangan. Ada Manstria lagi.

Manstria itu mendekat dan melewati lorong mereka dan berhenti setelah beberapa jarak jauhnya dari pintu tempat rombongan James sembunyi. Mereka berlima mengintip sebentar Manstria itu lalu kembali menutup pintu setelah beberapa saat.

"Bentuk Manstria itu malah lebih aneh lagi." bisik Harold. James mengiyakannya. Arthur malah tertawa kecil karena wujud Manstria itu memang sesuatu sekali. Di sisi lain, Carolyne terlihat ketakutan. James menanyakan kondisi Carolyne dan dirinya menjawab kalau wujud Manstria itu adalah fobianya.

Bentuk Manstria itu seperti pilar yang ditutupi oleh kain putih dengan tentakel yang menyenbul di bawah kain, seperti hantu kain klasik. Shinael menambahkan kalau Manstria itu mengambang dan tentakelnya menggantung, itu membuat James dan yang lainnya menjadi kaget karena mereka tidak sempat melihat sampai sedetail itu. Carolyne semakin tidak nyaman, monster itu meniru wujud hantu, sesuatu yang lebih ia takuti daripada entitas. Tetapi, bagaimana mungkin Manstria itu bisa mengambang? Shinael sendiri pun tidak tahu, ia pernah mencoba untuk mengambang karena ia pikir itu keren, tapi tetap saja gagal. Ia juga pernah mencoba melempar Manstria lain dari ujung lorong vertikal, yang terjadi adalah Manstria itu tidak terbang dan malah menjadi gepeng setelah menghantam lantai—Manstria itu selamat. Bagaimanapun itu caranya, Shinael kemudian menyerah untuk mencari tahu jawabannya.

Shinael mendeteksi bahwa Manstria itu bergerak lagi, menyusuri lorong dan pergi menjauhi mereka. Shinael kemudian meminta mereka untuk kali ini berjalan dengan cepat menyusuri lorong karena tangga menuju sektor berikutnya tinggal beberapa ratus meter lagi. Dan tentu saja, masih banyak Manstria yang sedang berkeliaran di luar sana. Shinael tau mereka ada di jalan yang sama dengan dirinya, tetapi Shinael memutuskan untuk menerobos mereka karena hanya itu satu-satunya jalan paling cepat menuju sektor berikutnya.

Harold kembali mencoba mengayunkan pedang barunya untuk membiasakan diri, Arthur memintanya untuk berhati-hati karena bisa saja ia mengenai seseorang. Carolyne kemudian dengan bangga menyebutkan kalau itu tidak masalah karena obat yang ia bawa mampu mempercepat regenerasi manusia layaknya Manstria. Shinael penasaran tetapi tidak mau melihat ada anggota yang terluka, bahkan kalau bisa obat itu tidak digunakan sama sekali. Carolyne terlihat tidak puas, setidaknya ia ingin tahu keefektivitas obat karyanya dalam menyembuhkan luka, ia ingin tahu apakah obatnya benar-benar bisa digunakan untuk level seberbahaya seperti ini atau tidak.

"Hm, terdengar seperti kau menjadikan kami sebagai kelinci percobaan saja." sindir Arthur. Carolyne kemudian memukul pundaknya Arthur. Arthur mengeluh sakit karena pukulannya cukup keras, namun Carolyne hanya menyindirnya saja.

"Hey ayolah pria besar, sains tidak akan mengecewakanmu, jika kau terluka aku akan menyembuhkanmu." ucap Carolyne sambil menyodorkan kotak obatnya. Ia cukup percaya diri dengan obat-obatan kreasinya.

"Kalau begitu berikan aku pil itu, aku merasa kecapekan dan kesakitan." balas Arthur sambil mencoba meraih kotak itu, namun Carolyne langsung menarik kotaknya dan berkata, "Maaf saja, ini hanya untuk luka yang benar-benar luka."

Arthur terlihat agak kesal, sebelum ia mulai membalas ucapannya Harold langsung memotong percakapan dan meminta mereka berdua untuk berhenti, mereka harus fokus pada tujuan mereka sekarang bukan memulai pertengkaran yang tidak berguna, apa lagi dari tadi mereka terus-terusan berselisih. Detik demi detik sangatlah berharga di sini sehingga mereka tidak menyia-nyiakannya untuk hal sepele. Mereka berdua kemudian terdiam dan saling membuang pandang.

Mereka berdua adalah contoh manusia yang masih peduli terhadap manusia lain namun memiliki sifat yang berbeda. Yah, begitulah manusia, sangat beranekaragam baik dari penampilan maupun dari sifat, bahkan orang kembar pun masih memiliki perbedaan. Manusia memiliki sifat yang berbeda satu sama lainnya, ada yang sifatnya memang murni untuk menolong sesama namun ada pula yang sifatnya menolong namun hanya untuk mendapatkan ketenaran. Memang ada sisi yang baik dan ada sisi yang buruk, namun itulah yang membuat mereka menjadi unik.

Di sisi lain, James dan Harold malah sudah seperti sahabat, Harold membagikan pengetahuannya tentang cara berpedang kepada James dan itu membuat dirinya seketika menjadi gurunya James. Kedua orang ini malah memiliki hubungan yang lebih akrab daripada dua orang yang lain, mereka seperti memiliki langkah yang sama. Inilah hal unik lainnya dari manusia, dua orang individu dalam satu kelompok dapat menghasilkan berbagai kemungkinan, entah mereka akan saling menentang atau malah saling mendukung. Lalu variasi tersebut akan semakin bertambah jika anggota kelompok itu semakin banyak, tentu akan membentuk keanekaragaman yang unik di dalam kelompok tersebut.

"Uh, Shina, apakah ada cara dalam menghadapi Manstria?" tanya James. Shinael hanya memberi jawaban singkat yaitu mereka semua harus lari dari para Manstria. Bertarung melawan Manstria itu mustahil karena secara fisik mereka lebih unggul dari manusia, satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan saat ini hanya lari. Apa lagi keadaan medan akan semakin gila, sektor B sudah membuktikan bahwa lorong lurus jauh lebih berbahaya daripada lorong berkelok-kelok sehingga stamina James dan yang lainnya terkuras habis.

James kemudian memberi saran yaitu sebaiknya mereka memeriksa peta sektor sekali lagi sambil mendeteksi keberadaan Manstria, tujuannya yaitu memetakan keberadaan Manstria supaya mereka dapat mengambil jalur alternatif. Ide itu diterima dan langsung dieksekusi. Shinael pergi ke Terminal Merah terdekat sedangkan James dan yang lainnya bersembunyi di dalam sebuah ruangan, sekembalinya Shinael mereka pun memetakan kembali jalur mereka. Kali ini mereka mencoba mencari jalur yang aman supaya tidak bertemu dengan Manstria lagi.

Shinael memberitahu mereka bahwa Manstria tidak dapat ditebak sehingga mereka harus siap untuk berlari lagi, dirinya juga akan terus menerus mengakses Terminal Merah untuk memastikan keberadaan Manstria dan terus memperbaharui peta mereka. Kini, semuanya hanya bisa bergantung pada Shinael, hanya dirinya yang mampu mendeteksi, hanya dirinya yang mampu menghadapi Manstria. Hm, baru sektor kedua dia sudah memikul beban nyawa sebanyak empat orang. Shinael tidak mempermasalahkan hal itu, ia sudah terbiasa, ia sudah berulang kali melakukan hal ini. Karena apa pun yang terjadi, ia harus tetap melangkah maju.

Shinael menyiapkan senapannya, James dan Harold memoles pedang barunya, Carolyne menyalakan senjata kejut listrik miliknya, dan Arthur-

"Hei, aku belum memegang apa pun di sini." ucapnya. Carolyne kemudian menyindirnya, mengatakan kalau pria sejati tidak perlu senjata dalam menghadapi musuh. Tentu ini membuat Arthur kembali kesal. James kemudian menyerahkan pedangnya untuk digunakan Arthur, ia kemudian mengambil golok miliknya karena ia lebih terbiasa menggunakan senjata itu. Carolyne tidak berhenti untuk terus mengganggu Arthur dan tampaknya James dan Harold pun ikut terlibat dalam obrolan itu. Suasana yang sebelumnya agak tegang kembali menjadi rileks.

Shinael menghela nafas, kelompok yang ia jaga kali ini tidak kalah hidup dari kelompok-kelompok sebelumnya. Ia senang mereka bukan orang-orang yang kaku ataupun orang-orang yang sembrono, mereka patuh terhadap apa katanya. Mereka juga telah belajar sedikit tentang Manstria, mereka sudah tahu harus apa jika bertemu dengan para monster itu. Yah, semoga kali ini kepatuhan dan pengetahuan kelompok ini membuat mereka semua selamat.

"Hei hei semuanya, tetap waspada dong." ucap Shinael sambil menyempil di antara rekan-rekannya itu. Bercanda boleh, tetapi kewaspadaan tidak boleh turun. Yah, walau pada akhirnya Shinael pun ikut hanyut dalam suasana yang menyenangkan itu.

"Whoa." para penonton terkagum-kagum dengan aksi para aktor di atas panggung. BOOM! KABOOM! Efek ledakan yang mereka gunakan sangat luar biasa! Momen menghangatkan dan momen lucu yang disuguhkan para aktor membuat para penonton terkesima. Mereka menyukai pertunjukan ini, mereka ingin mendapatkan sudut pandang yang lebih baik lagi supaya dapat menikmati tontonan ini dengan lebih baik. Mereka beranjak dari kursinya dan mulai berdiri, wow, pemandangan yang lebih baik! Penonton lainnya tidak suka pemandangannya terhalangi dan mereka pun ikut berdiri, deretan penonton itu malah seperti rekaman deretan domino tumbang yang diputar secara terbalik. Tetapi itu tidak cukup, bagaimana kalau mengambil posisi sedikit lebih dekat dengan panggung?


Para Manstria, mulai mendekati panggung.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License