BTM - Gagak Terakhir 4

Ibarat bunga bakung lelabah merah, deretan gumpalan daging itu membentuk bunga dan mekar di atas tumpukan daging yang berbentuk tentakel itu, sungguh pemandangan yang aneh dan terkesan tidak berasal dari Frontrooms maupun Backrooms. Para monster itu tidaklah memiliki wujud yang tetap, melihat mereka memiliki wujud seperti campuran hewan dan tanaman adalah hal yang lumrah di tempat yang aneh ini. Mereka seperti tidak sesuai tema, di mana tema tempat ini adalah area dalam ruangan modern sedangkan para monster itu lebih cocok dalam area gua ataupun area yang seperti berasal dari film atau permainan bertema alien, bukan? Seolah-olah seseorang menyisipkan baris kode yang salah ketika membuat suatu program, anehnya itu malah berkerja dengan sangat luar biasa! Monster bernama Manstria itu beradaptasi dengan sangat baik dengan lingkungannya, mereka dapat hidup di berbagai jenis tempat di dalam level ini, menunggu sesuatu lewat di hadapan mereka.

Bola mata bak kristal putih dengan garis hitam di tengahnya, dikelilingi oleh struktur daging yang menyerupai bunga, Manstria itu merayap di langit-langit sambil menyebarkan sulur-sulur tentakelnya ke sana kemari seolah-olah sedang mencari sesuatu. Shinael sedang mengamati gerak-gerik Manstria itu, tampaknya akan bisa untuk diatasi karena hanya ada satu Manstria saja. Sesuatu tiba-tiba melesat ke arah bola mata Manstria itu, tiba-tiba Manstria itu terjatuh dan mengerang kesakitan, sebuah kesempatan terbuka di hadapan mereka yang menyaksikannya. Saatnya untuk kabur. Hm? Kenapa tidak dihabisi saja? Yah, jika Manstria yang lain tahu jika ada rekannya yang tewas, bukankah mereka akan menjadi semakin waspada? Itulah yang Shinael lakukan saat ini, menghindari masalah lebih baik daripada menyelesaikan masalah namun akan muncul masalah yang lebih besar nantinya.

"Tadi itu peluru tulang ya?" tanya Harold, Shinael kemudian membalas dengan singkat, "Yup, dari ujung jariku."

Karena Shinael juga Manstria, ia mampu melakukan apa pun pada tubuhnya termasuk menembakkan ujung tulang jarinya ke arah target, dan hebatnya tulang itu akan tumbuh lagi dalam hitungan milidetik sehingga dapat ditembakkan berulang kali—dan itu tidak bersuara sama sekali. Mereka kemudian terus berjalan dengan cepat menyusuri lorong-lorong itu sambil memghindari Manstria yang ada di jalan, tidak lupa pula mereka mengumpulkan beberapa objek yang mungkin dapat membantu mereka nantinya seperti Air Almon dan Cairan Senyap. Shinael memperingatkan mereka untuk tidak membawa terlalu banyak, karena kerakusan lah yang telah membuat level ini menjadi kuburan sebelumnya. Apa lagi terlalu banyak barang hanya akan merepotkan mereka saja nantinya, tidak peduli seberapa butuh dirimu, tidak bersikap rakus adalah salah satu poin keselamatan di level ini.

Setiap beberapa ratus meter mereka akan beristirahat sebentar dengan cara bersembunyi di dalam sebuah kamar, memeriksa keberadaan Manstria, lalu lanjut melakukan perjalanan kembali setelahnya. Metode ini lumayan efektif, walau tidak selalu bisa diandalkan. Ketidakefektifan metode ini benar-benar terjadi, ketika mereka hendak belok ke arah kiri malah ada gerombolan Manstria di belokan sebelah kanan, di sinilah Shinael kembali berupaya untuk menyingkirkan para Manstria itu supaya mereka bisa lewat dengan aman. Metode yang biasanya tidak dapat diterapkan karena hanya ini jalur satu-satunya mereka juga tidak mungkin untuk mengambil jalur memutar lain karena jarak dan waktu yang dibutuhkan sangatlah banyak. Mau tidak mau mereka harus menerobos dengan paksa.

Sesuai rencana yang telah mereka susun, Shinael pergi ke arah kanan sedangkan James dan yang lainnya menunggu sampai keadaan aman supaya mereka bisa pergi ke arah kiri. Ledakan terjadi, James dan yang lainnya langsung berlari ke arah kiri, tidak ada satu pun dari mereka melihat apa yang terjadi di belakang mereka bahkan tidak ada yang merasa penasaran, mereka mematuhi perkataan Shinael yaitu jangan melihat ke belakang. Dengan cepat mereka berlari menyusuri lorong yang panjang itu dan kemudian menerobos sebuah pintu dan masuk ke dalamnya, mereka menunggu Shinael kembali, ternyata semuanya berjalan sesuai rencana. Tidak ada yang mempertanyakan apa yang terjadi, apa yang Shinael lakukan, dan apakah ia baik-baik saja? Yang mereka lakukan hanyalah percaya pada Shinael.

Selama menunggu Shinael kembali mereka mencoba membicarakan para Manstria yang telah mereka lihat. Sejauh ini mereka telah melihat beberapa bentuk Manstria dan menjuluki mereka dengan nama-nama sederhana seperti; Kaki Besar, Bola Berkaki, Si Hantu, Mata Bunga, dan sebagainya. Walau banyak sekali Manstria yang telah mereka temui, tidak semuanya mendapat julukan—mungkin terlalu panik. Manstria sangat unik, sampai-sampai Harold menyempatkan diri untuk menggambar ilustrasi mereka, sebagai kenang-kenangan yang hendak ia gantung di tempat kerjanya. Arthur membantunya untuk mengoreksi karya Harold karena dirinya masih ingat wujud-wujud para Manstria itu dengan sangat jelas, sedangkan James menempelkan telinganya di pintu, mencoba mendengarkan apakah ada yang datang atau tidak. Lalu Carolyne, dia memilih untuk beristirahat di ruangan itu saja, tidak melakukan hal lain.

Shinael kemudian kembali dan menyambut mereka dalam keadaan agak berantakan, penampilannya kacau, tetapi ia kembali ke penampilan normal dalam waktu singkat setelahnya. Shinael meminta maaf atas apa yang telah mereka lihat sebelumnya, pemandangan yang terlihat seperti manusia yang mencair di bawah terik panas matahari pasti tidak nyaman untuk dilihat. James dan yang lain merasa tidak masalah akan hal itu, mereka sudah melihat cukup banyak bentuk aneh Manstria sehingga penampilan anehnya Shinael tidak mengejutkan mereka lagi, walau mereka penasaran seperti apa wujud Shinael kalau ia menggunakan wujud Manstria seutuhnya.


"Aku tidak punya, sungguh. Wujudku ini adalah wujud Manstriaku, sejak dahulu juga sudah begitu."

Tetapi, ada sesuatu yang mengganggu pikiran James, tentang hubungan Shinael dengan kaumnya sendiri.

"Soal itu, kurang lebih mereka menganggapku seperti saudara yang aneh, yang suka membawa 'makanan' untuk diriku sendiri dan terkadang bersikap usil kepada sesama. Mereka menganggapku sebagai anak bermasalah yang harus diwaspadai karena aku kadang suka mengajak berkelahi dan membunuh sesama, tetapi mereka masih tetap menerimaku walau aku memusuhi mereka. Yah, mereka masih mengizinkanku untuk berkeliaran ke mana pun yang kumau, menggunakan Terminal Merah, memasuki sarang, maupun menaiki tubuh mereka." jelas Shinael. Dengan kata lain, Manstria masih menerima keberadaan Shinael. Manstria-manstria yang mengejar mereka sebelumnya sebenarnya mengejar James dan yang lainnya bukan Shinael, mereka tidak menganggap Shinael sebagai musuh, hanya Shinael sendiri yang memusuhi kaumnya sendiri.


"Mereka sangat baik padaku, sungguh. Mereka kadang suka memberiku makanan yang mereka temukan, mengajakku berkeliling, atau sekedar mengobrol santai bersamaku. Walau aku sendiri yang menjaga jarak dari mereka, tetapi aku dapat melihat kalau mereka mengkhawatirkan diriku. Mereka mungkin menganggapku sebagai anak bermasalah, tetapi mereka tetap tidak menjauhiku."

James hanya tertegun, Shinael melawan rasnya sendiri hanya untuk melindungi ras lain seperti dirinya. Itu tugas yang mustahil ia lakukan sebagai manusia, sejelek apa pun sifat manusia, James akan tetap berada di sisi manusia. Mungkin ia naif, atau memang seperti itu sifatnya, ia akan tetap memberikan tangannya kepada penjahat yang sekarat sekalipun. James kemudian bertanya apa yang terjadi dengan para Manstria yang ada di lorong sebelumnya.

"Owh, tadi itu ada tujuh Manstria yang sedang bersantai dan membentuk sarang sementara di tengah lorong, aku datang ke arah mereka sambil berteriak untuk menantang mereka bertarung. Mereka kebingungan pastinya bukan? Sebelum sempat bertanya mengapa aku langsung mengalahkan mereka semua dengan bom Garam Api yang aku hantamkan ke tengah sarang itu. Uh … semuanya tewas." jawabnya sambil menghadap ke langit-langit. James terdiam, sekali lagi Shinael menghabisi para Manstria yang sebenarnya tidak bersalah, mereka hanya sedang bersantai sampai tiba-tiba ada yang meneror mereka dengan bom di tangan. Shinael memberi tahu James bahwa ia tidak masalah membunuh karena saat ini ia hanya menjalankan tugas yang diberikan padanya. Tugas yang sebenarnya kejam.

Shinael kemudian bercerita, ia sudah melihat banyak hal; kemalasan Staf, ketamakan para penjelajah, kesombongan para pemusnah Manstria, dan keegoisan Sang Atasannya Pak Rizu. Ia mengaku muak dengan semua itu, tetapi apa daya dirinya yang hanya seorang Manstria kecil yang dapat dihabisi dengan mudah hanya dengan menyandera sosok berharga bagi dirinya, Rizu. Ia dibelenggu dengan rantai, ibarat boneka ia dipaksa menuruti melakukan berbagai perintah. Mulutnya disumpal, ia dilarang memberi kritik, ia dilarang membocorkan semuanya kepada publik. Kebusukan manusia yang begitu pekat telah menundukkan martabatnya sebagai Manstria.

James kemudian berjanji akan melakukan sesuatu ketika mereka semua telah keluar nanti, ia menjadi prihatin pada kondisi Shinael yang ternyata lebih buruk daripada yang ia duga. Shinael pada dasarnya sedang diperbudak oleh manusia. Ia ingin membebaskan Shinael supaya ia bisa bebas seperti Manstria lainnya, tidak hanya James, rekan-rekannya yang lain juga setuju akan hal itu, mereka ingin melakukan hal yang sama. Carolyne dan Harold berencana akan mengajak rekan-rekan mereka untuk melakukan protes, apa lagi level ini telah merenggut beberapa rekan-rekan mereka sebelumnya. Arthur akan membuat sebuah laporan khusus yang akan diedarkan secara luas oleh James, ini akan menarik perhatian publik untuk mendapatkan dukungan secara masif. Mereka berempat adalah para sosok terkemuka di antara para penjelajah, akan sangat mudah bagi mereka untuk mendapatkan perhatian banyak orang nantinya.

Shinael tersenyum mendengar semua dukungan itu, tetapi, di dalam hatinya, ia hanya bisa merasa sesak. Ia lanjut menceritakan tentang bagaimana orang-orang ingin membuat Shinael lainnya alias menjinakkan para Manstria. Tetapi semua itu gagal. Dalam perspektif manusia, mereka hendak memiliki teman. Tetapi dalam perspektif Shinael, itu sama saja dengan menangkap hewan dari alam lalu memaksa menjinakkan mereka. Singkatnya, Shinael tidak mau rasnya mengalami hal yang sama dengan dirinya—dimanfaatkan untuk keuntungan manusia. Shinael senang karena Rizu mendukung Shinael dan melawan rencana penjinakan itu dari internal, tetapi tetap saja, satu orang melawan seluruh organisasi? Mustahil. James mengambil nafas berat, ia tidak bisa membayangkan kesulitan apa yang telah Shinael hadapi selama ini, yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah mendukungnya saja.

Ah, keadaan di dalam ruangan itu semakin suram akibat kisahnya Shinael, tapi kemudian Arthur dan Harold menemukan sesuatu yang menarik perhatian mereka berdua. Mereka mengeluarkan suatu benda berbentuk kumpulan batang besi yang disatukan dan membentuk sesuatu seperti antena, namun benda itu dalam keadaan patah dan kabel-kabelnya telah putus.

"Ah sebuah pemancar! Dahulu sering digunakan sebagai alat bantu jaringan Wi-Fi dan biasanya ada di setiap sektor genap, alat ini dipakai untuk memperkuat jaringan Wi-Fi menjadi sangat kuat bahkan bisa menghubungkan level ini dengan level di luar. Tapi sayang, semuanya dirusak oleh orang-orang yang aku sendiri tidak tahu siapa dan mengapa sehingga komunikasi antar level langsung rusak … dan aku juga tidak tahu cara memperbaikinya." jelas Shinael sambil menggendong pemancar yang seukuran setengah tubuhnya itu.

Harold menawarkan dirinya untuk memeriksa benda tersebut dan menemukan solusi bagaimana memperbaikinya. Ia mencatatnya pada buku sakunya Shinael supaya Shinael dapat memperbaikinya sendiri nanti, memperbaikinya sebenarnya tidak sulit, hanya memerlukan benda-benda yang tentunya sudah pasti ada di dalam level ini—level serba ada suku cadang barang elektronik. Arthur kemudian meminta Harold untuk memperbaiki barang dikantornya nanti ketika mereka sudah keluar dari level, namun, sebagai seorang profesional ia meminta bayaran untuk itu. Perekonomian harus tetap berjalan, tidak ada yang namanya harga teman, dan ini membuat Arthur dan yang lainnya berkacak pinggang. Shinael merasa hanya dia yang mendapat bantuan gratis, ia kemudian mencoba menepi ke sisi ruangan dan membiarkan rekan-rekannya itu bersitegang karena masalah biaya. Yah tidak masalah tegang begini, setidaknya suasana sudah tidak suram lagi.

Tetapi, mengapa semua pemancar itu dirusak? Ada apa lagi sebenarnya? Sepertinya hanya waktu yang bisa menjawab semua itu.


..

Mereka kemudian kembali melanjutkan perjalanan, namun bedanya kali ini sangat hening karena tidak ada satu pun yang berbicara. Pandangan mereka fokus ke depan, berharap tidak ada masalah lagi nantinya. Para Manstria terus menggempur ke arah posisi mereka tanpa henti, metode lari dan sembunyi adalah satu-satunya cara yang harus mereka lakukan saat ini. Keadaan medan di sektor B sangat menguras tenaga mereka, lorong yang lurus menuntut mereka untuk terus berlari jikalau ada bahaya yang datang dari belakang atau depan mereka. "Lari untuk hidupmu" adalah kalimat yang cocok jika kamu dikejar Manstria di sektor ini karena mau tidak mau kamu harus berlari cepat dalam garis lurus supaya bisa selamat. Stamina? Semoga beruntung.

Inilah kenapa mereka yang sedang menyusuri lorong tersebut merasa tegang, mereka sedang berada di tengah-tengah lorong yang panjangnya entah berapa kilometer. Terus berdoa dan waspada, semoga tidak ada Manstria yang menghalangi jalan mereka. Walau terdengar pesimis, tetapi harapan tersebut berhasil membawa mereka ke ujung lorong tanpa ada masalah, walau masalah berikutnya adalah belokan-belokan rumit khas labirin yang harus mereka lalui sebelum sampai ke tangga penghubung ke sektor berikutnya.

Shinael kemudian menyarankan mereka untuk beristirahat kembali terutama untuk merilekskan pikiran mental mereka yang terbebani beberapa saat yang lalu, mereka setuju atas usulan tersebut karena terus menerus merasa tegang dan dikhawatirkan akan membuat mereka tidak dapat berpikir dengan jernih nantinya. Kali ini mereka memasuki sebuah kamar lagi, kamar-kamar di level ini sangat melimpah dan tidak terkunci sehingga siapa saja dapat masuk dengan mudah. Namun, sekelebat bayangan merah menerjang Shinael yang sedang memasuki ruangan, Manstria ternyata sedang bersembunyi di dalam ruangan tersebut. Tetapi seketika Manstria itu langsung terbelah-belah dan potongan tubuhnya berserakan ke luar kamar, James dan yang lainnya dapat menyaksikan bahwa rambutnya Shinael telah berubah menjadi pisau-pisau yang tajam—dan kembali seperti semula.

Pada dasarnya, mereka kagum dengan kemampuan Shinael yang dengan begitu cepat mengatasi Manstria, namun Shinael mengaku bahwa ia tidak sehebat itu dan bahkan dirinya masih dapat dikalahkan dalam pertarungan satu lawan satu. Taktik Shinael selama ini adalah serangan mendadak yang diketahui cukup efektif, jika itu adalah pertarungan yang adil, maka kemungkinan Shinael untuk kalah itu hanya 40%. Secara fisik ia lemah, secara kemampuan ia masih pemula. Bahkan ia tidak ada tandingannya dari para Manstria "elit" yang diketahui lebih kuat, cerdas, dan cepat. Para elit ini berbeda, mereka memiliki kemampuan khusus yang sangat jarang ada pada Manstria lainnya, bahkan Shinael sendiri tidak tahu bagaimana cara menghadapinya.

Sekali lagi Shinael mengenalkan hal baru tentang Manstria kepada James dan yang lainnya, istilah "elit", istilah yang ia berikan kepada beberapa tipe Manstria unik yang tidak seperti Manstria kebanyakan. Mereka dapat dibedakan dari bagaimana mereka bertarung, entah dari taktik atau menggunakan serangan yang tidak lazim, tipe seperti ini dinilai cukup merepotkan untuk ditangani karena cara mereka bertarung yang berbeda dan baru.

Di tengah percakapan itu, tiba-tiba inti milik Shinael bergetar, ada Manstria yang menyebarkan sinyal yang sangat kuat. Shinael sangat mengenal sinyal ini, hanya ada satu Manstria saja yang mampu melakukannya, salah satu tipe elit yang ia kenali. Ia kemudian memberitahu James dan yang lainnya untuk segera meminum Air Almon, ia tahu bahwa sinyal itu sebenarnya ditujukan untuk manusia bukan Manstria, tetapi Manstria tetap akan terkena sinyalnya walau hanya sekedar menggetarkan inti mereka saja. Lalu apa dampak untuk manusia? Serangan mental, manusia tidak menyadari sinyal dan dampaknya sehingga tidak sedikit manusia yang menjadi korban sinyal ini, mereka berpikir bahwa mereka waras dan berpikiran jernih walau sebenarnya tidak. Namun, efek ini masih dapat dicegah dengan meminum Air Almon. Shinael kemudian mengajak mereka untuk terus berbicara untuk memastikan mereka tetap berada dalam kondisi normal, ia tidak mampu memberitahu apa yang sebenarnya terjadi karena ia tahu itu akan menyebabkan kepanikan.

"Mungkin setelah ini aku mau mengusung protes sekaligus menjelajah ke berbagai level, terutama yang berbahaya." ucap James.

"Aku sama dengan James, namun bedanya aku akan meneruskan hobiku yaitu membuat senjata yang jauh lebih hebat lagi." ucap Harold.

"Kalau aku sepertinya akan melanjutkan yang biasa aku lakukan, pengarsipan dan menolong orang-orang semampuku." ucap Arthur.

"Aku ingin melanjutkan penelitianku, aku mendapatkan teori baru." ucap Carolyne.

Shinael kemudian berpikir sebentar, sepertinya aman, walau ada yang aneh, tetapi ia merasa mungkin itu hanya perasaannya saja. Di mana pun lokasi Manstria elit itu berada, semoga saja mereka tidak bertemu dengannya. Rombongan James kemudian melanjutkan perjalanan karena dalam beberapa belokan lorong lagi mereka akan tiba di tangga menuju sektor berikutnya, tidak disangka mereka satu sektor lebih dekat dengan pintu keluar. Usaha mereka tidak sia-sia, taktik lari dan sembunyi berkerja dengan sangat baik. Namun, sebuah papan tanda menarik perhatian Carolyne di tengah perjalanan.

"Aku mau ke kamar mandi." ucapnya. Shinael memberi tanda kalau tidak ada Manstria di kamar mandi, syukurlah, akan mengerikan ketika kamu sedang menikmati waktumu lalu diganggu oleh makhluk setinggi beberapa meter yang sedang mencari dirimu untuk dimakan. James dan yang lainnya kemudian menunggu di luar tempat itu sambil berjaga-jaga jika ada Manstria.

Shinael merasa khawatir karena pada dasarnya saat ini mereka sedang terpisah dan berada di posisi yang kurang menguntungkan jika kabur dari Manstria karena satu anggota akan tertinggal. Shinael hendak mendatangi Terminal Merah terdekat untuk mengecek keberadaan Manstria namun rasa khawatirnya memuncak dan menghalanginya untuk meninggalkan kelompok. James kemudian memberitahu Shinael untuk tidak masalah meninggalkan kelompok karena dirinya, Harold, dan Arthur akan menjaga lokasi ini—dengan pedang baru mereka.

Shinael memutuskan untuk percaya dan segera pergi, lagipula jarak menuju Terminal Merah terdekat tidaklah jauh, ia ingin mengecek keberadaan Manstria karena ia tidak bertemu Manstria mana pun sejauh ini dan memastikan keberadaan si pemancar sinyal tadi. Shinael mengambil jalur tempat yang sebelumnya mereka lalui karena jalur itu lebih dekat dan mereka sudah memastikan tidak ada Manstria ketika mereka melewatinya tadi. Lalu, setelah beberapa menit berlalu Shinael lari pontang-panting ke arah mereka dan meneriaki mereka untuk lari. Shinael kemudian meneriaki Carolyne supaya dirinya bersembunyi di dalam kamar mandi tersebut dan mereka akan datang menjemput mereka nanti. Shinael ternyata dijebak, Terminal Merah itu sudah ditunggui oleh beberapa Manstria yang sudah mengetahui tentang Shinael yang membawa rombongan manusia bersamanya. Mereka ingin manusia, mereka lapar, dan caranya adalah dengan merebut para manusia itu dari Shinael. Para Manstria itu cerdik, mereka membuat diri mereka tidak dapat dideteksi oleh Shinael dengan cara berpura-pura mati dan menyatukan diri dengan Terminal Merah, ketika disentuh oleh Shinael, mereka terbangun dan menyerang Shinael. Jumlah mereka terlalu banyak untuk Shinael atasi sendirian, untung saja Shinael bisa lari setelah menghabisi beberapa dari mereka.

Mereka berempat kemudian berlari melewati jalur baru yang di mana jalur ini memutar dan akan kembali ke lokasi kamar mandi tadi, namun, jaraknya sangatlah jauh dan rumit sehingga mereka sudah dipastikan akan kelelahan di tengah perjalanan. Tangga menuju sektor berikutnya ada di depan mata dan kali ini mereka akan mengabaikannya demi menjemput Carolyne, sebuah perempatan penentu nasib di mana arah kiri adalah jalur yang akan mereka ambil sebagai jalur memutar, namun, hal mengejutkan terjadi.

"Hey payah! Kejar aku!" ucap Arthur sambil berlari memisahkan diri dari kelompok. Ia melakukannya, ia menjadi umpan. Ia berlari secepat kilat melewati jalur yang berlawanan dengan lorong yang diambil anggota kelompoknya yang lain. Jalur sebelah kanan, yang di mana jalur ini akan membawamu entah ke mana.

"Tidak! Arthur! Kembali!" teriak James. Anggotanya itu malah berlari ke arah lain. Ia mengorbankan diri supaya yang lainnya bisa pergi. Tetapi apa yang terjadi? Manstria mengabaikan Arthur dan tetap mengejar rombongannya James. Kini, entah bagaimana nasib Arthur kedepannya, yang pasti James harus bisa melarikan diri dari Manstria apa pun yang terjadi.


Sebagai seorang arsiparis, sudah menjadi tugasku untuk mengumpulkan, menata, dan memastikan semua informasi yang telah diserahkan padaku tersusun dengan baik sehingga akan mudah memberikan informasi yang orang-orang butuhkan. Semua informasi tersebut harus berupa informasi terbaru yang paling baru, bukan tanpa alasan, ini menyangkut nyawa seseorang. Informasi yang tidak diperbaharui dapat membahayakan seseorang karena informasi yang kamu miliki sudah tidak lagi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kehidupanku memang terkesan monoton dan sederhana, tetapi begitulah nyatanya. Aku tidak menyesal melakukan hal ini karena aku memang menginginkannya, aku secara sukarela menawarkan diri untuk menolong orang-orang dengan cara mengelola informasi. Aku sudah hidup cukup lama untuk menolong dan akan terus begitu … yah, aku sudah hidup cukup lama … untuk menolong ….

Aku berpikir kalau mereka mengejarku maka yang lainnya akan selamat, tetapi nyatanya mereka tetap mengejar teman-temanku. Aku sengaja mengorbankan diri supaya yang lainnya selamat, tetapi pada akhirnya ini tidak mengubah apa pun. Mereka memang pintar seperti katanya, mereka tidak peduli denganku. Mereka tahu aku pasti akan mati juga akhirnya, mereka … pintar ….

Di sisi lain, Manstria "hantu" itu kembali lagi dan memojokkan Carolyne ke sudut ruangan. Manstria itu memanjangkan tentakelnya dan mulai membaluti kaki Carolyne dengan pilinan tentakel kemerahan yang lengket, Carolyne terlalu takut untuk berteriak, bahkan kedua bola matanya terkunci ke arah Manstria itu. Ia diam membisu, seperti patung, tentakel Manstria itu terus membalutinya. Manstria itu mengambil dan membuka kotak obat Carolyne, deretan obat-obatan penyembuh luka dengan cepat yang meniru kecepatan regenerasi Manstria. Manstria itu memakan salah satu pil obat itu, tentakelnya bereaksi, denyutannya dapat terlihat dan secara perlahan membengkak.

Manstria itu menyadari sesuatu, ia membuka penutup kain yang menutupi tubuhnya. Di situlah Carolyne baru berteriak. Manstria itu langsung membungkam Carolyne dengan pil-pil obatnya sendiri, tentakel itu masuk ke dalam mulutnya, mendorong semua pil itu dengan paksa masuk ke dalam tenggorokannya. Sang dokter yang begitu bangga akan obatnya dan hendak menggunakan obat-obat itu kepada rekannya sendiri kini merasakannya sendiri. Dosis berlebih, begitulah istilahnya. Manstria itu tersenyum dengan hasilnya.


Sudah lama waktu yang kuhabiskan untuk ramuan itu, sudah begitu banyak yang kukorbankan hanya untuk ramuan itu. Tetapi, orang-orang itu tidak mau membawa obat yang sudah susah payah kubuat. Mereka seharusnya merasakan obatku, dengan begitu aku bisa tahu apa yang kurang. Jika ini berhasil, maka aku akan mendapatkan pengakuan sekaligus obatku akan menyebar ke seluruh penjuru Backrooms. Orang-orang akan menggunakannnya, orang-orang akan memujiku. Tetapi, apa ini? Kenapa malah aku yang mencobanya? Aku tidak membuatnya untuk hal seperti ini! Makhluk itu menggerogoti tubuhku, membuatku menelan semua obat ini dan … aku sembuh kembali dalam waktu cepat. Obatku berhasil … ini berkerja dengan sempurna ….

Yah sekali lagi aku membuktikan bahwa diriku ilmuwan yang hebat, karyaku luar biasa, tidak ada yang bisa menandingiku! Makhluk itu adalah partner yang hebat, setelah berulang kali ia memakan tubuhku, ia menunjukkan padaku bahwa obatku luar biasa! Lihat! Aku sembuh untuk kesekian kalinya! Tidak peduli berapa kali pun ia memakanku, aku akan selalu sembuh!

Dua manusia, dua cerita, dua akhir berbeda. Manusia makhluk yang unik, hidup sendirian dan berakhir sendirian, hidup ambisius dan berakhir merasakan nektarnya. Manusia selalu memiliki cerita di awal mau pun di akhir kehidupannya. Lalu bagaimana dengan Manstria? Tentu mereka juga punya kehidupan. Mereka lahir dalam jumlah besar dan harus mengarungi dunia yang tidak jelas ini bersama-sama. Saking banyaknya, Manstria kini dapat ditemui setiap beberapa ratus sampai puluh meter, mereka semakin ramai, kemungkinan untuk tidak bertemu dengan salah satunya sangatlah kecil. Mereka terus berdatangan, terus mencari, hanya untuk mencicipi rasa daging manusia segar. Tidak ada yang tahu apakah rombongan James dapat menerobos semua deretan Manstria itu, karena nyatanya, para Manstria kini sudah mengetahui lokasi mereka. Kemana mereka berlari, akan ada Manstria yang akan menghalangi mereka. Satu demi satu Manstria mungkin telah dilibas oleh Shinael, tapi itu tidak ada artinya karena mereka akan terus berdatangan. Tidak seperti manusia yang kini seperti tikus dalam perangkap labirin, mereka lemah dan tak berdaya, hanya menunggu momen sampai akhirnya berhenti seutuhnya.

Para penonton lelah menonton dan ingin ikut bermain, ibarat bidak catur mereka mengatur posisi mereka untuk menyudutkan lawan, mereka berkerja sama dalam keterpaduan yang solid. Dua aktor telah turun dari panggung karena para penonton telah mencampuri pertunjukan, namun sisanya masih bertindak profesional dan terus melanjutkan peran mereka tidak peduli apakah para penonton yang menyebalkan itu mengganggu mereka.

Para Manstria, sudah memasuki panggung.

Dalam keadaan sangat kelelahan, mereka akhirnya berhasil tiba di lokasi semula, kamar mandi. Namun, yang mereka dengar hanyalah suara tertawaan yang tidak manusiawi dari dalam kamar mandi tersebut. Shinael mengkonfirmasi keberadaan dua Manstria dari dalam kamar mandi yang membuat James dan Harold mau tidak mau meninggalkan lokasi tersebut dan terus maju, "Sudah tidak ada harapan lagi." pikir mereka. James dan Harold kembali meminta Shinael untuk melakukan sesuatu tentang Carolyne, tetapi dirinya menolak, ia menjelaskan bahwa sudah terlambat untuk menolong karena Manstria telah berada di sana dalam waktu yang lama sehingga Carolyne sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Suara yang mereka dengar tidak lain berasal dari Manstria yang sedang bahagia, bahagia bahwa mereka berhasil mendapatkan mangsa dengan mudah.


"Dua Manstria … tidak, sebenarnya hanya ada satu …, tetapi, aku merasakan inti Manstria kedua … itu artinya Carolyne …, ah, baiklah. Sudah tidak ada harapan lagi. Percuma bagiku menghabisi Manstria itu karena sudah terlambat untuk menyelamatkannya, sebaiknya aku tidak memberi tahukan ini kepada mereka berdua."

Jawaban itu membuat James dan Harold terlihat depresi, siapa sangka bahwa mereka kehilangan dua anggota secara bersamaan. Rasanya ini terlalu cepat, rasanya ini tidak benar. Mereka telah berjanji akan keluar bersama-sama tetapi hasilnya malah seperti ini. Bagi Shinael yang sudah terbiasa akan hal ini, bagi Shinael yang sudah tahu bahwa dampak dari sinyal tersebut masih belum hilang sepenuhnya, ia menutup matanya, dan tetap berjalan ke depan—menuju sektor berikutnya. Kali ini, ia akan menjaga James dan Harold sampai akhir. Jauh di dalam hatinya ia merasa sangat khawatir, dampak sinyal masih ada di dalam diri mereka berdua dan dikhawatirkan akan mendatangkan masalah nantinya.

Tidak ada yang tahu entah apa yang ada di pikiran Arthur, tetapi Shinael tahu bahwa itu adalah dampak dari paparan sinyal yang tadi. Sinyal itu pernah ditembakkan sebelumnya oleh Manstria yang sama, hasilnya adalah kegilaan masal dari orang-orang yang mengunjungi level. Mereka menyebabkan kekacauan dan saling membunuh, menyatakan rekannya sendiri adalah Manstria yang menyamar, dan bahkan menyerang Shinael. Air Almon tampaknya tidak dapat menyembuhkan para terdampak, sehingga penanggulangan terhadap dampak sinyal masih belum ditemukan. Shinael kembali mengkhawatirkan kondisi James dan Harold, seluruh sel di tubuhnya mendidih karena ia ingin memburu Manstria itu saat ini juga, tetapi ia tidak bisa karena ia memiliki misi. Di mana pun Manstria itu, suatu saat nanti, Shinael akan menghabisinya.

Sektor C

Sektor C, memiliki julukan "Cheese" karena beberapa tembok-temboknya dapat ditembus dan terdapat lorong-lorong vertikal menuju sektor berikutnya. Hal lain kenapa sektor ini mendapat julukan seperti itu adalah warna dinding dan lantainya yang kekuningan seperti keju, lalu tembok yang dapat ditembus memiliki warna yang sedikit lebih gelap atau bahkan kebiruan yang memberi motif unik pada tembok sektor. Lorong-lorong pada sektor ini kebanyakan dipenuhi barang-barang yang dapat menghalangi jalan penjelajah, sehingga memanfaatkan tembok gelap ini sangat dianjurkan. Tidak seperti sektor sebelumnya yang kebanyakan berupa lorong lurus, sektor ini seperti labirin normal dengan variasi adanya lorong vertikal di beberapa titik sektor, dan lorong vertikal inilah tujuan mereka berikutnya.

Namun, tempat ini jelas adalah neraka. Tembok yang dapat ditembus bukan hanya manusia saja yang bisa memanfaatkannya. Jangan heran jika ada Manstria yang tiba-tiba menerjangmu dari balik tembok, tanpa suara, tanpa peringatan, semuanya dapat terjadi secara tiba-tiba. Di sinilah mereka bertiga harus ekstra waspada karena tembok gelap tidak dapat dipercaya begitu saja. Jarak menuju lorong vertikal terdekat sebenarnya tidaklah jauh, namun karena sulitnya medan yang membuat perjalanan terasa lebih lama. Ditambah kondisi mental James dan Harold yang masih terdampak pengaruh sinyal dan kenyataan bahwa mereka kehilangan dua anggota, perjalanan menjadi lebih berat dari biasanya.

Langkah kaki mereka gemetar dan begitu berat, ketika sebelumnya mereka berjalan dengan tegap kini mereka berjalan dengan tegang. Kepercayaan diri dan semangat mereka telah hilang, Manstria menyerang dengan cara tak terduga, sebuah sinyal yang menanamkan wujud mengerikan mereka ke dalam otak manusia dan membuat manusia percaya bahwa mereka dapat muncul begitu saja dari balik tembok atau belokan. Manstria tampaknya mengganti taktik mereka, tidak lagi menyerang secara terang-terangan, melainkan secara mental. Ini terbukti dari bagaimana kosongnya tempat ini ketika Shinael mencoba mendeteksi keberadaan Manstria di Terminal Merah di sektor tersebut, atau, mereka menggunakan taktik sebelumnya yaitu berpura-pura mati dan berkumpul di suatu tempat.

Uhm, Shinael menghilangkan pikiran negatif itu dan mencoba menyemangati rekan-rekannya karena ia tahu bahwa Air Almon sudah tidak memberi efek apa pun lagi kepada mental mereka. Sambil terus mengajak mereka mengobrol, mereka bertiga secara perlahan mulai sampai menuju lorong vertikal tujuan mereka. Pengalaman menembus tembok adalah hal biasa, namun pengalaman menembus tembok dengan perasaan takut akan ada mulut Manstria di baliknya adalah pengalaman yang sangat mencekam bahkan untuk James sendiri. Walau ada Shinael yang akan mendeteksi keberadaan Manstria sekali pun, tampaknya perasaan takut itu tetap tidak mereda sama sekali. Shinael kemudian melanjutkan, bukan untuk menakuti mereka, ia menyatakan bahwa kali ini mereka tidak bisa main masuk ke dalam kamar-kamar yang ada di sektor ini begitu saja, salah satunya adalah sarang Manstria dan tentu wajib untuk dijauhi.

Sudah saatnya berperilaku paranoid maksimal karena Manstria dapat datang dari tembok gelap maupun dari balik pintu kamar. Walaupun ada deteksi Shinael, masih saja James dan Harold sangat paranoid, dampak sinyal masih terasa dan tampaknya semakin menguat seiring mereka berjalan. Tetapi biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu jadi bersabar adalah kunci, namun mereka tetap harus melakukan perjalanan karena diam terlalu lama dalam satu tempat malah akan merugikan kondisi suplai mereka yang sedari tadi terus digunakan.

Kali ini Harold sudah tidak peduli lagi, ia mengeluarkan persenjataannya dan tidak peduli dengan peringatan "mengenalkan Manstria dengan hal baru". Ia hanya ingin tetap hidup sampai ia keluar dari level mengerikan ini, ia merogoh sakunya dan mengeluarkan Bom Air Almon miliknya sambil bersiaga—ia siap melemparnya ke mana saja. Shinael memintanya untuk tetap tenang karena tidak ada satu pun Manstria di dalam radius deteksinya, namun tampaknya rasa takutnya Harold sudah membanjiri seluruh sel di tubuhnya.

Entah mengapa, lorong itu terasa memanjang dan memutar, mungkin akibat rasa takut mereka berdua. Shinael merasa kesusahan karena harus menenangkan mereka setiap beberapa meter, hingga akhirnya Harold melempar bom tersebut ke sudut ruangan. Efek semburan gasnya memenuhi ruangan dan mengenai Shinael, seluruh tubuh Shinael terbakar dan ia pun berlari mencari tempat aman. James yang melihat Shinael melarikan diri langsung menarik Harold dan membawanya sambil mengejar Shinael. Harold meminta maaf atas perilakunya, ia merasa bahwa ia masih terkena halusinasi walau sudah berulang kali meminum Air Almon, James kemudian memarahinya namun akhirnya ditenangkan oleh Shinael yang baru saja menyembuhkan dirinya dari paparan Air Almon. Shinael memaafkan Harold dan memintanya untuk tidak bertindak secara sembarangan lagi, kali ini, jika ada apa-apa, beritahu saja walau itu tidak penting sekali pun.

Shinael kemudian memberi tahu mereka untuk beristirahat sekali lagi sekaligus hendak menunjukkan seperti apa pintu yang terdapat sarang Manstria di baliknya, namun tiba-tiba Harold kembali panik karena ia melihat ada Manstria keluar dari balik tembok di kejauhan. Penampakan itu memang sebentar karena Manstria itu hanya sekedar mengintip saja, tapi James dan Harold langsung panik dan lari seperti orang gila. Shinael memberi tahu mereka berdua untuk tidak panik dan berlarian secara sembarangan, mereka mengabaikan perkataan Shinael dan berlari dengan cepat sampai Harold memasuki sebuah kamar. Tetapi, Shinael dengan cepat menahan James untuk memasuki kamar tersebut, mana yang katanya "tidak akan bertindak secara sembarangan" yang tadi, ada saja kelakuannya.

"Phew, untung saja aku bisa menangkapmu tepat waktu." ucap Shinael dengan lega, lengannya memanjang dan sempat meraih pakaiannya James sebelum James sempat memasuki pintu tersebut.

"Kenapa kau menghentikanku? Kau tidak lihat Manstria tadi?!" balas James, ia sangat tidak senang.

"Hei tenanglah! Manstria tadi sudah pergi, kita juga tidak akan melewati jalur itu maupun memasuki kamar yang ada di depanmu itu!" ucap Shinael sambil menarik pakaiannya James.

James marah, "Memangnya apa yang-." namun ucapannya langsung dipotong oleh Shinael, "Kamar itu adalah sarang."

"Apa?!" James kaget bukan main, ia langsung menghadap ke arah pintu tersebut. Mereka berdua kemudian langsung menjauhi pintu tersebut.

James mengamati pintu tersebut. Pintu kamar itu memiliki bercak kemerahan dan ada lapisan tipis daging keluar dari celah di bawah pintu. Bagaimanapun kamu melihatnya, sudah jelas pintu itu sengat mencurigakan, namun rasa panik yang ia rasakan tadi membuat dirinya tidak dapat melihat pintu tersebut dengan benar. Shinael kemudian mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan, sudah tidak ada harapan untuk menolong sebab memasuki sarang sama saja dengan langsung masuk ke dalam mulut Manstria. James hanya diam membatu. Fakta bahwa James adalah orang terakhir membuatnya syok, lalu ia menyadari sesuatu, ia mengambil sebotol Air Almon dan meminumnya dengan tergesa-gesa. Shinael memintanya untuk kembali tenang dan beristirahat tetapi James menolak. Ia ingin segera keluar dari tempat ini, ia sudah muak. Ia menyadari bahwa dirinya tadi terlalu panik hanya karena melihat Manstria yang posisinya sangat jauh sekali, ia seharusnya tetap bersikap tenang, ia seharusnya mengingat peraturan nomor satu dari level ini. Tenang.

Shinael terus mengkhawatirkan kondisinya karena ia tahu bahwa kondisinya James terus memburuk, ia tahu seperti apa pata korban yang terpapar oleh sinyal tersebut. James harus mengistirahatkan dan mendinginkan kepalanya dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Ketidakstabilan pikiran dapat membahayakan dirimu. Buktinya bahkan sudah di depan mata, ketika kamu berlari ke sana kemari dan memasuki pintu secara sembarangan dan ternyata malah memasuki jebakan.

"Aku baik-baik saja!" ucap James dengan wajah dan pakaiannya yang telah basah. Shinael pun terdiam dan menutup matanya, ia memilih untuk menuruti saja. Ia tidak mau bertengkar karena itu hanya akan membuat kondisi James semakin memburuk, ia menuruti saja, walau resikonya sangat besar karena kondisi James yang masih belum stabil.

Hanya dalam beberapa belokan dan beberapa kali menembus tembok, mereka akhirnya tiba di dasar sebuah lorong vertikal yang mengarah ke sektor D. Ada sebuah tangga monyet di salah satu dindingnya, hanya itu satu-satunya cara menaiki lorong tersebut. Kenapa disebut lorong? Karena ini memang lorong, ada pintu kamar di tiap sisinya dan deretan lampu di sisi yang seharusnya menjadi langit-langit. Hanya posisinya saja yang vertikal, memang aneh, tapi namanya juga Backrooms. Lorong ini pernah digunakan untuk menjadi tempat pemindahan barang-barang yang telah dikumpulkan dari sektor lebih rendah ke sektor lebih tinggi menggunakan lift barang, sisa-sisa alat-alat tersebut masih ada sampai sekarang namun dalam keadaan telah dirusak oleh Manstria.

Shinael kemudian bertanya untuk terakhir kalinya, beristirahat dahulu atau tidak dan James langsung menolak, ia ingin terus maju. Tanpa banyak basa basi mereka berdua kemudian menaiki tangga tersebut, tingginya sekitar 100 meter sampai ke ujung lorong. Tangga besi itu biasa saja, tidak ada yang spesial, bahkan pengamanannya juga sudah tidak ada. Shinael naik lebih dahulu disusul oleh James, Shinael memperluas jangkauan pengawasannya dengan cara mengembangkan rambutnya dan menghasilkan bola mata yang menghadap ke segala sisi termasuk ke arah belakang James. Semuanya aman bahkan sampai di tujuan, Sektor D. Namun, kondisi aman itu berakhir ketika ada Manstria yang dengan tiba-tiba menghampiri mereka dengan cara menembus tembok.

"K-kau?!" ucap Shinael yang kaget dengan Manstria tersebut, ia mengenal Manstria berbentuk aneh tersebut, Manstria elit lainnya. Tubuhnya humanoid dengan kepala yang berupa kapak besar yang berukuran dua kali ukuran tubuhnya. Belum sempat Shinael menyelesaikan perubahan wujudnya ke dalam mode bertarung Manstria itu telah melontarkan kepalanya yang besar itu ke arah Shinael dengan cepat. Melesat dengan cepat layaknya peluru, perlu reflek super cepat untuk bisa menghindarinya. Terima atau hindari, itu yang Shinael pikirkan, tetapi jawabannya sudah jelas yaitu terima saja karena ia akan menangkapnya dan menggunakan kepala yang terlontar itu untuk menyerang balik. Terakhir kali ia bertemu dengan Manstria ini tubuhnya malah remuk, tetapi kali ini tidak, ia sudah siap sedia dengan metode barunya. Bagian kepala sebenarnya tidak berat, tetapi daya dorong dan ketajamannya yang berbahaya, seperti melempar kapak aluminium dengan pelontar kinetis.

Namun.

"Shina! Awas!" James dengan cepat mendorong Shinael ke samping dan menyebabkan dirinya terkena serangan itu. Tubuhnya terlempar menghantam tembok di seberangnya, efek tekanan dari kepala Manstria itu meremukkan tubuhnya, dan akhirnya tubuhnya terjatuh ke dasar lorong vertikal tersebut. Manstria itu menarik kepalanya kembali karena terdapat "tali plasenta" yang menghubungkan kepalanya dengan tubuhnya. Manstria itu kemudian pergi begitu saja setelah kepalanya menyatu kembali dengan tubuhnya, meninggalkan Shinael yang sedang termenung meratapi James yang sedang ada di dasar lorong vertikal—100 meter jauhnya. Datang, pukul, lalu pergi tanpa sepatah kata pun, entah apa yang ada di pikirannya dan sudah terlambat untuk mengejarnya, ia sudah menembus tembok lagi.

Setelah kejadian itu Shinael menghirup nafas dengan dalam, mungkin baru kali ini ia bernafas dengan tenang semenjak pertama kali ia bertemu teman-teman manusia barunya. Ia menghembuskan nafasnya, perasaannya lebih lega, perasaan kini lebih ringan dan bebas.

"Yah, pada akhirnya begini lagi." ucapnya dihadapan tubuh James. Ia kemudian kembali berdiri, melihat sekitar, dan kemudian pergi begitu saja.

Sang aktor terakhir kemudian turun dari panggung dengan wajah datar, ia membunuh perasaannya, tidak ada tangisan, tidak ada perasaan sedih, datar, layaknya topeng tanpa ekspresi. Tidak ada yang tahu ia berjalan ke mana, apa yang hendak ia lakukan berikutnya, dan apa yang ada dipikirannya. Semuanya langsung berakhir begitu saja ketika tirai panggung diturunkan. Para penonton merasa agak tidak puas karena pertunjukan diakhiri dengan cara yang terkesan dipaksakan, mereka ingin lebih. Mereka lupa bahwa mereka lah yang mengacaukan semuanya, jika saja mereka duduk dengan tenang di kursinya masing-masing mungkin mereka akan dapat menyaksikan pertunjukan lebih lama. Tetapi ya begitulah, mereka menerima keadaan yang kurang mengasyikkan, mereka kemudian pergi secara teratur, pertunjukan telah berakhir dan sudah waktunya pulang.


Para Manstria, keluar dari teater.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License