Level 11 - "Kota Nirbatas"
penilaian: +1+x


Info

Judul: Level 11 - "Kota Nirbatas"
Penulis: lemmelemme
Tahun rilis: 2026


Awalnya ditulis oleh StretchsterzStretchsterz untuk Backrooms Wikidot, karya kemudian ditulis ulang oleh Greggita MahayfaioGreggita Mahayfaio demi pembaharuan kualitas. Penulisan ulang yang dilakukan oleh lemmelemme adalah untuk penyesuaian konsep dengan reka dunia Wiki Backrooms Indonesia. Penyesuaian konsep ini berupa: pembuangan hal-hal yang tidak cocok dengan reka dunia Wiki ID serta penyampaian ulang dalam narasi yang lebih sederhana.

KESULITAN MENYINTAS:

Kelas 1

  • {$one}
  • Tidak Untuk Dihuni
  • Tanpa Entitas

Deskripsi

Wilshire_Boulevard_at_Hope_Street%2C_downtown_Los_Angeles%2C_California.jpg

Kota Nirbatas

Sesuai namanya, Kota Nirbatas merupakan sebuah kawasan perkotaan ala Bumi lengkap dengan beragam fasilitas publik di dalamnya. Namun, perkotaan ini sangatlah hampa dan menyesakkan; ia familiar sekaligus asing, dan akan membuat siapa pun merasa bahwa ia telah terhimpit oleh beban tak terlihat sekaligus bertanya-tanya "di mana orang-orang?". Level ini selalu berada dalam keadaan siang hari sehingga memberi kesan waktu telah membeku kepada para penyintas, dunia seperti telah berhenti karena matahari dan awan sama-sama terkunci di puncak langit. Ketiadaan entitas, objek, bahan konsumsi, maupun manusia menyebabkan level menjadi hampa nan hening. Absennya listrik air dan listrik pada setiap gedung juga memberi kesan kekosongan yang purba serta telah dilupakan oleh zaman. Ini juga menyebabkan siapa pun dapat merasakan bahwa nadi kehidupan yang biasanya dapat ditemukan di perkotaan Bumi telah sirna seutuhnya. Rumitnya tata bangunan yang sangat membingungkan pemetaan akan berujung pada sebuah halangan dalam merayap di hutan konkrit tanpa akhir ini.

Gedung-gedung yang ada di dalam level pada dasarnya tidak semuanya normal karena beberapa dari mereka memiliki keanehan arsitektur yang tidak seperti gedung pada umumnya, seperti: ada yang saling noclip satu sama lain, saling menindih, berada di lokasi yang tidak seharusnya, bahkan melayang. Fitur-fitur lain yang berhubungan dengan akses keluar masuk gedung turut memiliki keanehan, seperti pintu yang berada di ketinggian tanpa balkoni dan tangga yang mengarah ke tembok. Keanehan ini pun turut ditemukan pada jalanan (trotoar dan jalan raya) yang di mana akan ada jalanan yang menembus gedung, secara absurd buntu begitu saja, atau malah menaiki tembok secara vertikal. Beberapa gedung juga didapati tidak dapat diakses, entah karena ketiadaan pintu maupun jendela atau secara anomali memang tidak bisa dimasuki (pintu tidak bisa didobrak dan jendelanya sangat keras). Bisa dibilang bahwa perkotaan ini telah mengalami distorsi dan menggores kenormalan pada konsep yang diketahui oleh masyarakat umum.

B4qpezY.jpg

Tekanan

Penyintas dapat melihat bahwa perkotaan ini bukanlah perkotaan yang mereka kenal dari Bumi, mereka akan tahu bahwa tempat ini adalah sebuah realita yang telah dikutuk dan akan menjadi sebuah neraka kepada mereka yang terus berlama-lama berada di dalamnya. Meski para penyintas dapat berlindung di dalam bangunan-bangunan yang secara ajaib mengizinkan siapa pun untuk masuk ke dalamnya dan menjadi tempat perlindungan, mereka yang memutuskan untuk tinggal secara permanen akan berakhir dikikis oleh realita dan terjebak secara abadi di dalam rapatnya beton yang dingin. Semakin jauh penyintas menjelajah ke dalamnya, mereka akan menyadari bahwa terdapat ancaman yang halus di luar lapang pandang mereka. Ancaman tak kasat mata yang merayap di sela-sela bayangan gedung akan dengan perlahan menangkap para pengunjung kota untuk terus berjalan di dalam tubuhnya. Semua gedung-gedung pencakar langit itu akan mencoba seperti memberi gerhana kepada penyintas dengan ukurannya, berbagai tengara-tengara palsu itu akan menjebak penyintas dengan kemiripannya dengan para monumen terkenal dari Bumi.

Berbagai hal di dalam kota terlihat akrab bagi penyintas; gedung tinggi dengan papan iklan berbahasa Bumi, tanaman hijau yang tertata dengan rapi, kendaraan-kendaraan mati yang terparkir di tepi jalan, dan betapa bersihnya lingkungan di dalam kota. Tetapi, mereka semua tidak memiliki jiwa di dalamnya; mereka mempengaruhi para pengunjung kota dengan senjata andalannya di rasa nostalgia dan kerinduan akan Bumi. Tempat ini tahu betul akan apa yang diinginkan oleh para penyintas: Bumi. Pada akhirnya, mereka yang telah tertelan oleh balutan familiaritas Kota Nirbatas akan terus jatuh ke dalam jantung labirin tanpa akhir ini. Ketika jalanan berubah arah tanpa disadari, ketika bangunan berubah bentuk setelah mengalihkan pandangan, di situlah sebuah peringatan untuk menyelamatkan diri akan secara alami muncul di dalam pikiran penyintas.

Akses Masuk dan Keluar

Akses Masuk

Penyintas dapat menemukan akses menuju level ini di balik pintu-pintu dari seluruh penjuru Backrooms, memasuki pintu tersebut akan membuat penyintas langsung berada di tengah kota. Lokasi di mana penyintas tiba nantinya akan acak dan berbeda di setiap kunjungan, ini juga yang menyebabkan laporan dari para penyintas yang berbeda memiliki deskripsi beragam soal rupa perkotaan saat mereka tiba di dalam level.

Akses Keluar

Akses menuju level lain dapat ditemukan di dalam level ini dalam bentuk sebuah bangunan yang menjadi perwakilan tema utama level tersebut, namun menemukan gedung ini memerlukan ketelitian karena mereka bisa saja tersamarkan oleh gedung yang ada di sekitarnya. Berbagai pintu yang secara acak dapat dimasuki akan mengantarkan penyintas ke level lain, namun pilihan level tujuan ini tidak pasti. Disarankan untuk langsung memasuki akses keluar itu karena penyintas belum tentu dapat menemukan akses keluar lainnya dengan segera, kecuali jika level tujuan adalah level yang dapat membahayakan keselamatan penyintas nantinya.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License