KESULITAN MENYINTAS:
Kelas 1
- {$one}
- {$two}
- {$three}
Jembatan Mega Langit, dipotret oleh drone milik penyintas.
Deskripsi
Jembatan Mega Langit merupakan sebuah jembatan suspensi tunggal tanpa batas yang tampaknya berada di atas awan karena tidak ditemukan struktur selain jembatan dan puncak gedung-gedung di level ini sejauh mata memandang. Penampilan dari jembatan ini sendiri tidak jauh berbeda dari jembatan suspensi pada umumnya dengan jalanan aspal dan warna cat coklat tua pada tiang jembatan, penyangga, dan betonnya. Rambu-rambu penanda jarak dalam satuan kilometer dapat ditemukan di sepanjang jembatan, namun rambu-rambu ini tidak dipasang secara berurut dan jarak antara rambunya bervariasi, beberapa rambu bahkan menunjukkan karakter tak dikenal atau berupa rambu kosong. Rambu-rambu ini biasanya dijadikan penanda terhadap suatu hal, misal keberadaan gedung layak huni yang dapat diraih atau sebagai penanda keberadaan koloni penyintas di atas jembatan. Jarak antara tiang jembatan juga tidak pasti, beberapa tiang saling berdekatan sedangkan beberapa lagi malah saling berjauhan. Listrik dapat ditemukan pada jembatan, hal ini terlihat dari keberadaan lampu jalan yang menyala setiap malam dan menjadi penerangan utama di dalam level.
Rongsokan kendaraan mobil maupun truk dapat ditemukan di beberapa tempat, rongsokan-rongsokan ini masih dapat diperbaiki lalu digunakan dengan normal. Namun, para penyintas lebih memilih untuk "menangkap" kendaraan-kendaraan yang melaju dengan sendirinya (tanpa ada yang mengendarai) di sepanjang jembatan dengan menggunakan ranjau paku. Keberadaan kendaraan seperti ini sangat jarang dan dapat tiba-tiba muncul begitu saja, sehingga para penyintas akan selalu waspada untuk menangkap kendaraan-kendaraan ini. Terkadang awan akan naik dan memasuki wilayah jembatan yang akan menyebabkan lapang pandang menjadi terbatas sehingga para penyintas harus berhati-hati terhadap kendaraan yang lewat.
Level ini memiliki siklus siang malam layaknya di Bumi dengan durasi sekitar 24 jam untuk satu siklus, menyebabkan satu hari di dalam level lebih lama dua kali lipat dari siklus siang malam yang ada di Bumi. Level ini tidak memiliki benda langit sama sekali sehingga waktu malam akan menjadi sangat gelap, namun waktu siang masih akan disinari cahaya matahari walau keberadaan matahari sendiri tidak diketahui. Posisi terbit dan tenggelamnya matahari tidaklah jelas karena sumber cahayanya berasal dari seluruh penjuru langit. Level juga secara konstan memiliki suhu yang sejuk dan terkadang mengalami hujan ringan, hembusan angin juga dapat terasa setiap saat menyebabkan level ini cukup berangin.
Tidak ada entitas dan objek di sepanjang jembatan, namun keberadaan flora dan fauna khas Bumi masih dapat ditemukan. Fauna yang dapat ditemukan dengan mudah di jembatan ini adalah kelompok unggas penerbang, serangga kecil dan beberapa jenis kadal. Pada beberapa titik jembatan dapat ditemukan pohon kecil atau tanaman rambat yang menyembul dari retakan aspal atau tembok, beberapa temuan lainnya berupa lumut dan jamur yang dapat ditemukan menempel pada tembok dan pagar jembatan.
Beberapa atap gedung pencakar langit dapat terlihat menyembul dari balik awan dan terkadang menyatu dengan sisi jembatan, gedung-gedung ini tidak semuanya berada dekat dengan jembatan maupun memiliki kondisi layak huni. Beberapa gedung layak huni yang berada dekat dengan jembatan telah diklaim dan dijadikan tempat tinggal oleh suatu kelompok penyintas, gedung-gedung ini dihubungkan dengan jembatan kabel atau pun kabel luncur gantung sebagai jalur akses dari dan ke jembatan utama. Gedung-gedung ini dikonfirmasi memiliki aliran listrik dan air yang stabil serta adanya keberadaan objek sehingga banyak penyintas yang memburu gedung-gedung ini untuk dijadikan tempat tinggal.
Gedung-gedung ini biasanya berupa gedung perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan walau telah dialih fungsikan sebagai tempat tinggal para penyintas. Ketersediaan makanan di level ini terbatas sehingga membuat para penyintas di dalamnya bergantung dengan para penjelajah yang mendedikasikan diri mereka sebagai penyuplai makanan. Namun, dikarenakan persediaan makanan yang layak pada level ini menipis secara signifikan, pihak penjelajah tersebut kemudian melakukan impor makanan dari level lain.
Walau gedung-gedung ini telah dihuni, dasar dari seluruh gedung itu masih belum ditemukan, eksplorasi menuju ke daerah dasar gedung tidak membuahkan hasil karena akses menuju ke bawah biasanya akan dalam keadaan terblokir, akses terlalu sulit, atau terdapat menifestasi entitas. Para entitas ini diketahui akan naik ke daerah atas gedung walau sangat jarang dan dalam jumlah individual.
Pangkalan, Pos dan Komunitas
Level ini memiliki banyak sekali koloni penyintas yang tersebar di sepanjang jembatan baik manusia maupun bukan, mereka biasanya akan membangun koloni di dekat sebuah gedung pencakar langit yang terletak cukup dekat dengan jembatan dan jarak antar koloni akan saling berjauhan. Walau masalah sumber makanan semakin hari menjadi semakin serius, masih ada yang memilih untuk tetap tinggal di dalam level atas banyak alasan.
Pasukan Durian Besi
Merupakan komunitas penyintas yang secara aktif melakukan perbaikan dan penangkapan terhadap kendaraan-kendaraan yang lewat di atas jembatan. Anggota komunitas ini tersebar di sepanjang jembatan dan biasanya membentuk markas kecil di sisi jembatan, keberadaan markas mereka dapat diketahui dari deretan kendaraan yang terparkir di deretan kawasan markas mereka. Kendaraan-kendaraan ini dapat "dibeli" dengan melakukan transaksi sesuai kesepakatan. Mereka juga menyediakan layanan perbaikan peralatan dan pembuatan persenjataan kepada para penyintas. Mereka hanya menerima perdagangan suku cadang, material, peralatan, dan persenjataan saja.
Akses Masuk dan Keluar
Akses Masuk
Level ini dapat dimasuki dengan menelusuri jembatan beraspal yang dapat muncul pada Kota Nostalgia dan Kampung Industri. Penjelajah akan menyadari bahwa jembatan tersebut akan berubah menjadi jembatan suspensi dan ditutupi oleh kabut tebal, setelah itu penyintas akan tiba di level ini pada lokasi acak di sepanjang jembatan.
Akses Keluar
Cara yang paling sering digunakan untuk keluar dari level ini adalah dengan mengendarai kendaraan yang ada di atas jembatan, mengendarai kendaraan ini selama berhari-hari (kurang lebih lima sampai tujuh hari) akan mengantarkan penyintas ke berbagai level yang memiliki jalanan beraspal di dalamnya (tetapi lebih sering pada level bertema perkotaan).
Cara keluar lainnya adalah dengan memasuki salah satu pintu pada berbagai gedung yang telah diklaim oleh para penyintas, satu gedung biasanya memiliki beberapa akses menuju level lain, beberapa di antaranya:
- Gedung pada KM 111 memiliki akses menuju Kampung Industri, Persada Bumi Daratan, dan Megamendung.
- Gedung pada KM 54 memiliki akses menuju Krematorium, dan Hotel Balihud.
- Gedung pada KM 40 memiliki akses menuju lautan Bahari.
- Gedung pada KM 32 memiliki akses menuju Kota Nostalgia.
- Terdapat dua akses lainnya menuju level lain, namun kedua akses ini telah diblokir untuk alasan keamanan.



