Info
Judul: Level 29-ID — "Alvus"
Penulis: lemme
Tahun rilis: 2023
Ngebuat ini pas gabut.
Terima kasih kepada Sariastuff yang telah memberi masukan sehingga ku mampu menyelesaikan karya ini. Karya ini merupakan latar utama dari Serial Beyond The Maze: Gagak Terakhir sekaligus karya Backrooms pertamaku.
KESULITAN MENYINTAS:
Kelas deadzone
- Akses Dilarang
- Lingkungan Berbahaya
- Manifestasi Berlebih Entitas
Pemandangan umum di Alvus
Deskripsi
Alvus memiliki rupa yang bisa dideskripsikan sebagai kumpulan ruangan dan koridor tanpa batas yang didekorasi dengan berbagai gaya struktur ruangan yang berbeda (gaya yang paling menonjol adalah gaya rumah pinggiran kota di Amerika Serikat dan Britania Raya dari Bumi), yang kesemuanya diasumsikan terbentang lebih luas dari jutaan kilometer. Arsitektur level, sebagian besar, cukup membingungkan dan sulit dipahami, dengan beberapa perbedaan menjadi penanda dalam pembuatan bagian-bagian level, contohnya seperti:
- Lorong-lorong yang tersegmentasi secara acak, yang seringkali mengarah ke jalan buntu atau pintu yang dibangun secara tidak teratur,
- Lorong labirin yang sangat menyesatkan,
- Tangga yang rumit dan terkesan dibangun sembarangan,
- Lorong vertikal, yang jelas-jelas sulit dilalui tanpa peralatan yang memadai,
- Dinding yang tidak stabil dan bisa ditembus (noclip).
Selain itu, furnitur di level ini seringkali juga tunduk pada sifat arsitektur yang tidak biasa. Beberapa furnitur telah ditemukan dalam kondisi terbalik dan menggantung di langit-langit, beberapa terlihat lebih rumit dan tidak proposional daripada yang seharusnya, dan beberapa furnitur juga diketahui bisa dilakukan noclip padanya. Desain levelnya sangat biasa saja dalam setiap arti kata. Semua dinding di level ini dicat dengan warna putih titanium yang cemerlang, dan rata-rata lantainya berwarna cokelat atau putih. Bahan dinding sebagian besar terbuat dari batu bata, meskipun beberapa wilayah telah melihat perubahan bahan menjadi baja atau aluminium yang dipoles. Sedangkan lantainya terbuat dari keramik dan beton yang terkadang ditutupi karpet ataupun tidak sama sekali. Pencahayaan dapat ditemukan di seluruh level dan pencahayaannya datang dalam bentuk lampu atau peralatan lain yang mampu menghasilkan cahaya, seringkali hanya berjarak beberapa meter dari satu sama lain. Tetapi di beberapa wilayah, tidak ada sumber cahaya yang dapat ditemukan sehingga masih terdapat wilayah gelap di level ini. Juga tidak ada jendela yang dapat ditemukan di dalam level ini sehingga diasumsikan bahwa level ini sepenuhnya berupa wilayah dalam ruangan.
Beberapa objek berbeda dapat ditemukan berserakan secara melimpah di Alvus, seperti Air Almon, Ransum Kerajaan, Garam Api, Cairan Senyap, Air Mete, dan lebih banyak lagi. Beberapa titik Wi-Fi juga dapat ditemukan di Alvus, yang semuanya memiliki koneksi yang cukup kuat. Jika seorang Penyintas mengambil suatu objek, objek baru yang sama akan muncul setelah beberapa waktu di tempat yang sama, ini membuat orang berpikir bahwa jumlah objek di sini tidak akan pernah habis meskipun selalu diambil. Rak buku juga umum di Alvus, tetapi tidak selalu berisi buku. Namun, jika seseorang menemukan sebuah buku, membukanya akan menunjukkan bahwa semua halaman dipenuhi dengan karakter acak yang tidak dapat dibaca sehingga buku-buku tersebut tidak diinginkan oleh para Penyintas.
Sementara desain dan pilihan warna level konsisten di seluruh level, tema arsitektural dan struktural bisa jauh dari konsistensi yang sudah ada. Perpaduan ruangan yang dimaksudkan untuk menjadi rumah sakit, kantor, sekolah, kamar tidur, dan pabrik membentuk suatu desain umum dari banyak ruangan; yang menghasilkan kekacauan desain ruangan yang unik serta menjadi estetika tersendiri dari Alvus. Struktur ruangan yang kacau ini mempengaruhi barang-barang yang dapat ditemukan di ruangan-ruangan Alvus yang membuatnya memiliki jumlah jenis material yang luas dan beragam yang tentunya dapat diekstraksi dari Alvus dalam jarak dekat satu sama lain—yang seharusnya lokasi mereka saling berbeda.
Entitas
Alvus dihuni oleh beberapa jenis entitas yang cukup umum di Backrooms, namun, Alvus memiliki entitas khusus yang sangat khas serta menjadi identitas dari level ini. Alvus adalah rumah bagi satu jenis entitas; spesies berbahaya yang dikenal sebagai "Manstria". Dikenal karena kemampuannya untuk mengubah wujudnya menjadi tidak mencolok alias tersamarkan dengan lingkungan sekitar, entitas ini dengan mudah menjadi ancaman terbesar di Alvus. Sifat perubahan bentuk mereka terjadi karena fakta bahwa sebagian besar tubuh mereka terdiri dari jenis khusus jaringan sel yang disebut "plasenta"—yang sangat fleksibel dan elastis. Mereka juga dapat mengubah warna mereka dengan cara yang sama seperti bunglon yaitu memanfaatkan sistem hormon untuk melepaskan pigmen yang mengubah warna kulit mereka. Baik jaringan plasenta dan pigmen sangat mudah dikendalikan oleh Manstria, karena pengendalian ini mereka juga mampu menyembuhkan diri dari luka-luka yang mereka dapatkan dengan sangat cepat. Seperti yang telah dinyatakan, Manstria itu sangat bermusuhan. Mereka memangsa organisme hidup seperti manusia dan entitas lainnya, tetapi mereka tidak memerlukan makan sesering manusia.
Penemuan:
Penyintas dengan nama panggilan "Rizu" awalnya menemukan level ini ketika dirinya sedang mencari tempat persinggahan sementara di sebuah bangunan yang telah disegel di dalam Level Jembatan Mega Langit. Setelah ia memasuki sebuah pintu, ia menemukan dirinya telah memasuki level lain yang tidak ia kenal, dan menjadi lebih tertekan ketika ia menemukan bahwa ia tidak bisa kembali ke Jembatan Mega Langit. Ia memutuskan untuk menjelajahi Alvus dan mendokumentasikan berbagai hal di dalamnya hingga ia berhasil keluar sekitar 5 tahun kemudian. Sekembalinya ia ke Jembatan Mega Langit, Rizu mengumpulkan semua datanya ke dalam draf pertama laporan dari Alvus dan melaporkannya ke kelompok Penyintas terdekat. Kelompok ini kemudian tertarik akan sifat level dan mengoordinasikan beberapa ekspedisi ke Alvus untuk merinci lebih lanjut informasi dari level serta memetakan level.
Sebuah pangkalan dari kelompok Penyintas tersebut telah didirikan di Sektor A di dekat pintu masuk, pangkalan ini didirikan untuk membantu para Penyintas yang akan menjelajahi level ini di masa depan. Lalu berkat mereka juga upaya mendirikan tempat tinggal telah terbukti berhasil setelah sistem jalur yang terdokumentasi dengan baik didirikan di antara konsentrasi tangga yang relatif padat. Level ini kemudian dengan cepat menjadi titik panas dari para Penyintas yang ingin memenuhi kembali suplai mereka karena fitur level yang dapat menghasilkan suplai tidak terbatas, ini juga membuat level ini menjadi pusat perdagangan baru yang sering dikunjungi oleh para Penyintas dari berbagai level di Backrooms. Berbagai upaya penjelajahan serta penguasaan wilayah dari para Manstria telah berulang kali dilakukan untuk membuat level ini menjadi aman untuk dihuni oleh Penyintas serta menjadi pusat berkumpulnya dari para Penyintas yang tercerai berai di Backrooms.
Informasi Tambahan: Penutupan Alvus
Dikarenakan penjelajahan yang secara konstan dilakukan oleh para Penyintas di dalam level, entitas Manstria secara tidak diduga telah menjadi lebih cerdas dari biasanya karena mereka didapati telah mempelajari kehidupan para Penyintas manusia. Mereka berhasil dalam meniru seperti apa kehidupan Penyintas dan mengembangkan metode berburu baru untuk menyerang Penyintas. Walau sempat mendapat perlawanan balik dari pihak Penyintas, mereka berhasil menemukan cara dalam menekan perlawanan para Penyintas dan kembali menguasai beberapa wilayah level yang pernah diambil alih oleh Penyintas. Akibat meningkatnya jumlah kematian secara drastis di dalam level akibat konflik wlayah dengan Manstria, mayoritas Penyintas sepakat untuk menyegel akses menuju level ini untuk selamanya.
Akses Masuk dan Akses Keluar
Akses Masuk
- Akses dilarang.
Akses Keluar
- Hanya di Sektor Y, Penyintas dapat menemukan pintu putih yang mirip dengan pintu masuk baik tampilan maupun propertinya. Keluar melaluinya akan mengembalikan Penyintas ke Jembatan Mega Langit. Pintu-pintu ini sulit ditemukan tanpa panduan, namun, karena upaya yang dilakukan oleh para Penyintas, berbagai tanda-tanda telah dipasang di sekitar level yang memberi tahu para Penyintas ke mana mereka harus pergi untuk mencapai pintu keluar.



