Level 35-ID - "Hutan Dwirupa"
penilaian: +1+x


Info

Judul: Level 35-ID - "Hutan Dwirupa"
Penulis: lemmelemme
Tahun rilis: 2024

A collaboration between ID and PL branch, also a tribute for International friendship between branches! Let's the friendship last long!

m8Ie2lz.gif

KESULITAN MENYINTAS:

Kelas 3

  • Keamanan Variatif
  • Komunitas Berkelanjutan
  • Manifestasi Entitas Periodik
Y8mklh0.jpg

Hutan Dwirupa

Deskripsi

Hutan Dwirupa merupakan sebuah kawasan hutan hujan tropis dengan ukuran luas yang tidak diketahui. Hutan hujan ini dipenuhi oleh flora dan fauna khas Bumi dengan kerapatan pohon yang cukup lebat—terdapat juga wilayah terbuka walau jarang ditemukan, suhunya sangat sejuk dan cukup lembap sehingga kabut tebal menyelimuti kawasan hutan ini. Memasuki hutan ini dengan pakaian tebal dan tahan air sangat disarankan karena kondisi hutan yang cukup basah. Kondisi tanahnya sangat subur dan bentang alamnya cenderung datar dengan kawasan perbukitan yang cukup jarang.

Danau dan aliran air berukuran kecil dapat ditemukan di dalam hutan sehingga bisa menjadi sumber air minum untuk para Penyintas—air harus direbus terlebih dahulu. Hutan ini dipenuhi banyak sekali tanaman serta fauna yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan maupun material bertahan hidup. Penyintas harus berhati-hati terhadap kabut yang dapat menghalangi lapang pandang Penyintas karena kompas didapati tidak berkerja di sini, sehingga navigasi sebaiknya dihentikan sementara atau Penyintas akan semakin tersesat di dalam hutan.

Level ini memiliki siklus siang dan malam walau durasinya tidak pernah dalam keadaan tetap, sehingga Penyintas yang belum pernah mendatangi level ini sebelumnya mungkin akan terganggu dengan ini. Langit pada level tidak jauh berbeda dengan langit yang ada di Bumi baik siang maupun malamnya—keberadaan benda langit juga ada di langit berserta peristiwa cuaca yang dapat terjadi secara acak. Namun, pertukaran siang dan malam akan terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya fase pagi dan sore hari—seperti menghidupkan dan mematikan lampu. Selain itu, Penyintas harus segera membangun tempat persembunyian sesegera mungkin ketika malam hari tiba.

Pada malam hari, entitas yang bermusuhan akan menjadi lebih sering untuk ditemukan serta dapat membahayakan Penyintas yang tidak bersembunyi dengan baik. Oleh karenanya, Penyintas harus segera membangun sebuah tempat persembunyian dari apa pun yang mereka temui serta mengumpulkan suplai nutrisi sebelum waktu malam tiba. Hutan ini dipenuhi banyak sekali entitas non-kebumian ketika waktu malam tiba, seperti Manusia Anjing, Rumpun, Orang Lumpur, Rahang Besar, dan sebagainya. Semua entitas itu akan hilang ketika waktu siang tiba dan akan digantikan oleh entitas pasif maupun fauna normal.

t4tDLPL.jpg

Penemuan perahu di malam hari

Kondisi level yang aman dari gangguan medan non-euclidean membuat penjelajahan dapat dilakukan dengan aman bahkan dapat dipetakan, walau demikian, masuk terlalu dalam ke dalam hutan biasanya dapat berujung pada kehilangan arah tujuan karena tingkat kerapatan flora yang akan semakin padat. Bentang alam hutan tidak selamanya terkesan seperti hutan pada umumnya, semakin ke dalam hutan akan makin banyak keanehan yang akan para Penyintas temui nantinya. Penyintas kemungkinan besar nantinya akan bertemu dengan sisa-sisa peradaban manusia ala Bumi seperti reruntuhan bangunan, kendaraan yang telah hancur, maupun benda-benda lain yang hanya dibuat oleh manusia. Tidak diketahui dari mana mereka berasal sebab akan ditemukan secara tiba-tiba—yang padahal sebelumnya tidak ada di sana. Anehnya, semuanya itu akan muncul pada malam harinya dan keberadaannya akan selalu berkaitan dengan kehidupan personal Penyintas yang menemukannya.

Fenomena malam hari lainnya yang dapat ditemui oleh Penyintas adalah halusinasi yang diakibatkan oleh kabut, halusinasi ini akan membuat Penyintas melihat sosok figur seseorang maupun mendengar suara yang familiar dari kejauhan. Suara-suara yang dapat didengar itu biasanya berupa panggilan maupun suara musik yang cukup pelan namun bergema. Fenomena ini pada dasarnya tidak berbahaya jika Penyintas tidak mencoba untuk mendekatinya karena biasanya akan berujung pada kematian akibat jumlah entitas yang tinggi di dalam hutan.

Pangkalan, Pos dan Komunitas

Komunitas Silvania

Terdapat sebuah komunitas Penyintas di dalam sebuah kawasan bernama "Silvania"1 yang lokasinya berada di bawah pohon raksasa penembus langit. Kawasan ini berupa perkampungan yang menyebar dari kawasan basin yang ada di bawah pohon sampai ke bagian pangkal pohon raksasa. Komunitas yang hidup secara berkebun dan berburu ini terbuka dengan ramah kepada para pendatang; mereka menerima pertukaran barang, permintaan bantuan sumber daya, ataupun menjadi penduduk baru di kawasan mereka. Mendatangi kawasan ini adalah prioritas utama jika ingin bertahan hidup lebih lama di dalam hutan, walau demikian, Penyintas harus mengikuti aturan adat mereka jika ingin tinggal bersama mereka. Pelanggaran biasanya akan berujung pada pengusiran, tetapi Penyintas masih dapat diterima kembali asal mengikuti persyaratan tertentu.

Beberapa aturan adat tersebut antara lain:

  • Hutan Dwirupa memiliki hukum alamnya sendiri. Jika kamu mulai meragukan alam Hutan Dwirupa, tinggalkan Hutan Dwirupa. (Merujuk pada berbagai keanehan di dalam hutan)
  • Jangan sampai kepalamu berada di bawah sedangkan kakimu berada di atas. Jika kamu hendak melakukannya, tinggalkan Hutan Dwirupa. (Maksud tidak diketahui)
  • Jangan sampai kamu hadir bersama dengan temanmu. Jika kamu terpaksa membawanya bersamamu, maka berjaraklah sejauh 10 depa (±10 meter). Jika kalian atau salah satu dari kalian merasa takut, tinggalkan Hutan Dwirupa. (Merujuk pada saran untuk membentuk tempat persembunyian berukuran kecil di malam hari, persembunyian yang berukuran besar akan menarik perhatian entitas)
  • Bertemu dengan seseorang yang bisa berbicara dapat dipercaya. Bertemu dengan seseorang yang hanya diam saja atau bayangan yang dapat berbicara, tinggalkan Hutan Dwirupa. (Merujuk pada fenomena halusinasi di malam hari)

[33 baris lainnya tidak disertakan]

  • Jikalau kamu mengingat semua peringatan ini, gunakan mereka, kamu akan sadar sendiri kapan akan menggunakannya. Tetapi jika tidak, tinggalkan Hutan Dwirupa. (Merujuk pada insting untuk melarikan diri yang akan muncul dengan sendirinya)
  • Hutan Dwirupa tidak akan menolongmu jika kamu melanggar semua aturan mereka, jika kamu melanggarnya, kamu sudah tidak lagi di Hutan Dwirupa. (Merujuk pada hukuman pengusiran)
  • Sesuai namanya, Hutan Dwirupa memiliki dua wajah. Jika kamu melihat wajah keduanya, maka kamu sudah tidak lagi di Hutan Dwirupa. (Maksud tidak diketahui)

Akses Masuk dan Keluar

Akses Masuk

  • Memasuki rimbunan semak belukar yang ada di antara pepohonan dapat mengantarkan Penyintas ke level ini walau jarang terjadi. Tetapi, semak belukar pada kawasan Lingkaran Kematian, Persada Bumi Daratan, dan Megamendung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengantarkan Penyintas ke level ini.
  • Level ini dapat diakses dengan pasti di level yang dapat terhubung ke banyak level seperti Tayangan Nirwaras (televisi yang menampilkan kawasan hutan) dan Jalan Tikus (pintu yang ditumbuhi semak belukar di sekitarnya).

Akses Keluar

  • Meminta bantuan kepada pihak Silvania untuk menunjukkan jalan keluar ke level aman lainnya.
  • Memasuki reruntuhan bangunan dapat mengantarkan Penyintas ke level lain seperti Pasar yang Sudah Tutup dan Level yang Sedang Dalam Pembangunan.
  • Memasuki bukaan goa tidak disarankan karena biasanya akan membawa Penyintas ke dalam Goa Tripofobia.
  • Terus berjalan di dalam kabut yang kemudian mendapat terpaan angin yang kencang akan membawa Penyintas ke dalam wilayah Badai Agung, jika kabutnya tiba-tiba berubah menjadi lebih menyesakkan dada maka Penyintas akan tiba di wilayah Abu Demi Abu jika terus memasuki kabut tersebut.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License