Level 42-ID - "Penungguan Tanpa Henti"
penilaian: 0+x


Info

Judul: Level 42-ID - "Penungguan Tanpa Henti"
Penulis: lemmelemme
Tahun rilis: 2026

KESULITAN MENYINTAS:

Kelas 1

  • {$one}
  • Tidak Untuk Dihuni
  • Tidak Ada Entitas

Deskripsi

Wide_Chair.jpg

Penungguan Tanpa Henti

Penungguan Tanpa Henti merupakan rentetan ruangan kecil dan lorong yang berfungsi sebagai ruang tunggu serta tersusun dalam garis lurus. Setiap ruangan dan lorong hadir dalam beragam gaya yang turut mempengaruhi keseluruhan rupa dari furnitur yang berada di dalam cakupan wilayah gayanya. Penyintas akan menemukan sekumpulan kecil Nirwajah yang duduk dengan rapi pada kursi-kursi yang ada seolah-olah mereka sedang menunggu sesuatu, biasanya mereka dapat ditemukan di dekat sebuah pintu yang tidak akan dapat dibuka. Level ini telah memberi kesan monoton yang kuat pada penyintas karena lingkungan level yang statis, hening, hampa, dan tidak ada variasi struktur ruangan yang lain. Televisi tabung dan radio dapat ditemukan secara jarang di sepanjang level, tetapi mereka hanya akan menyiarkan siaran statis yang berisik. Pot-pot berisi tanaman telah dianggap memberi sedikit aspek kehidupan di dalam level, anehnya mereka seperti tidak membutuhkan nutrisi dan tidak ada pertumbuhan sama sekali.

Semua struktur bangunan dan furnitur terletak dalam satu garis lurus tanpa akhir dengan bagian ujung lorong yang tertutupi bayangan gelap, penyintas seperti dipaksa untuk terus berjalan mengarungi lorong tanpa adanya tanda dari kemajuan yang telah ia raih pada perjalanannya. Para Nirwajah tampaknya telah menjadi patung yang bisu dan seperti tidak menganggap eksistensi para penyintas yang sedang melalui lorong tunggal tersebut, mereka seperti telah hanyut di dalam sebuah penungguan yang entah berapa lama akan selesai. Penyintas mungkin akan merasa lelah akibat perjalanan lalu duduk pada salah satu kursi, sayangnya duduk pada kursi tidak akan memberi rasa segar maupun pemulihan energi, melainkan rasa tidak sabaran akan suatu hal yang si penyintas sendiri tidak yakin dengan apa yang membuat dirinya merasa begitu. Dengan demikian, duduk di salah satu kursi tidak disarankan dan akan jauh lebih baik jika penyintas langsung duduk di lantai level yang dingin saja.

Secara acak, akan ada lorong yang memiliki deretan jendela pada salah satu sisinya, pemandangan yang terlihat diketahui berbeda-beda pada siapa pun yang menyaksikannya. Ada yang melaporkan pemandangan perkotaan tanpa hiruk pikuk manusia padanya, pemandangan dari pegunungan yang hijau lengkap dengan angin sejuk yang masuk lewat celah ventilasi udara, maupun pemandangan dari lautan tanpa batas dengan deretan ombak yang tenang. Pemandangan di luar jendela selalu dideskripsikan sebagai indah dan menenangkan kepada mereka yang menyaksikannya, di mana penyintas dapat berlama-lama di sekitar wilayah berjendela hanya untuk menikmati perasaan tenang tersebut. Kursi tunggu yang menghadap ke jendela diketahui tidak lagi memberi efek negatif apa pun kepada mental penyintas, mereka telah berubah menjadi deretan kursi yang memberi rasa rileks serta kesabaran untuk menunggu sesuatu yang penyintas sendiri tidak tahu akan apa yang sedang mereka tunggu. Disarankan untuk mengabaikan area berjendela karena tidak akan diketahui sampai kapan penyintas akan terlena dalam penungguan tanpa henti tersebut.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License