Objek 1-ID - "Arsip Kuning"
penilaian: +1+x


Info

Judul: Objek 1-ID - "Arsip Kuning"
Penulis: lemmelemme
Tahun rilis: 2026

Hinge and Astra my GOATs.

Deskripsi

A452D5M.jpg

Sekumpulan Arsip Kuning

Arsip Kuning merupakan sebuah sebutan kepada tipe buku tulis yang jumlah halamannya akan terus bertambah setiap kali halaman-halaman kosong yang ada diisi oleh seseorang. Secara fisik mereka terlihat seperti sebuah buku catatan tua; berkertas putih kekuningan (atau kuning seutuhnya), bersampul kulit maupun kain yang sudah lusuh, memiliki noda lembap pada permukaan kertas/sampul, dan beraroma apek. Ukurannya beragam, dari seukuran buku saku hingga berukuran kertas A4, tetapi ukuran A5 menjadi ukuran yang paling sering untuk ditemukan.

Menemukan buku ini sendiri telah dinilai cukup menantang akibat penampilannya yang dapat tersamarkan di antara banyak buku berpenampilan serupa, mereka juga hanya akan dapat ditemukan dalam jumlah kecil di level-level bertema perpustakaan, perkantoran, dan permukiman saja. Satu-satunya cara untuk membedakan buku ini dengan buku berpenampilan serupa lainnya adalah dengan melihat isinya yang kosong, tidak seperti pada buku-buku lain yang akan berisi karakter maupun paragraf yang berantakan. Buku ini memiliki ketahanan yang sama seperti buku pada umumnya, di mana ia rentan terhadap kerusakan fisik1 sehingga menjaga buku ini dengan baik harus dilakukan.

Lembaran kertas baru akan muncul dengan sendirinya saat buku telah terisi kurang lebih 3/4 dari total seluruh lembar buku, penambahan lembaran baru ini juga akan terus menerus terjadi di sepanjang penggunaan sehingga buku akan terlihat memanjang akibat ketebalannya yang terus bertambah. Atas sifatnya ini, Arsip Kuning telah menjadi sebuah objek yang disarankan untuk dimiliki oleh para penyintas untuk tujuan pengumpulan informasi. Mengumpulkan informasi adalah hal paling penting untuk dilakukan supaya bisa bertahan hidup lebih lama, oleh sebab itu Arsip Kuning menjadi sebuah benda yang disarankan untuk dimiliki karena dapat membuat seseorang tidak perlu mencari buku tulis lagi ketika buku miliknya kehabisan kertas.

Walau demikian, ukuran buku yang akan terus menebal akan menjadi masalah tersendiri kepada penyintas, massanya yang akan semakin berat tentu akan membuat seseorang menjadi kerepotan untuk membawanya2. Selain itu, ketebalan buku akan identik dengan banyaknya informasi yang seseorang miliki, karenanya memiliki buku yang sangat tebal akan menarik perhatian orang-orang. Ancaman dapat muncul dari pihak-pihak yang menginginkan informasi yang telah dikumpulkan di dalam buku milik seseorang, yang di mana serangan ini dapat berupa pencurian maupun perampasan, mereka melakukan ini karena merampas buku yang telah berisi informasi dianggap jauh lebih mudah daripada mengumpulkan beragam informasi yang masih mentah di luar sana.

Arsip Kuning selalu identik dengan para penyintas yang berperan sebagai "Arsiparis" karena aktifitas mereka yang tidak pernah jauh dari penyaringan dan pengumpulan informasi. Namun, pada nyatanya buku ini jauh lebih sering terlihat sedang ditawarkan oleh seseorang/sekelompok orang untuk tujuan perniagaan. Membedakan Arsip Kuning sungguhan dengan yang palsu cukup sulit karena sifat kertas tak terbatas milik si buku baru akan muncul jika buku telah terisi, karenanya buku ini telah mendapat citra yang cukup buruk karena identik dengan praktik penipuan. Walau demikian, memiliki Arsip Kuning tidak sepenuhnya merupakan hal buruk, memilikinya berarti penyintas mendapat lebih banyak tempat untuk meninggalkan pengetahuan dan kenangan kepada penyintas berikutnya.

Arsip Kuning memang merupakan benda yang praktis nan bermanfaat, tetapi beban untuk memilikinya sangatlah luar biasa. Untuk dirimu yang selalu menulis dan mengumpulkan informasi, Arsip Kuning akan terus menebal dan bebannya akan menjadi lebih berat dari beban hidupmu. Bagi mayoritas orang-orang, Arsip Kuning adalah sebuah beban. Ia adalah sebuah perangkap maut. Arsip Kuning akan membuat setiap kata yang kamu tuliskan menjadi beban fisik dan mental pada tiap langkahmu.

Tetapi… siapa yang peduli dengan semua itu karena yang penting adalah seluruh data informasi yang telah kamu miliki di dalamnya. Orang-orang sangat membutuhkan informasi, tentu supaya mereka bisa bertahan hidup lebih lama di dunia yang tidak bisa ditebak. Di tengah dunia Backrooms yang terus menerus berubah, ketika sebuah akses keluar masuk bisa tertutup kapan saja sehingga mengisolasi sebuah peradaban, ketika ada yang celaka di tengah tanah yang hampa sehingga teriakannya tidak terdengar jiwa mana pun, karenanya informasi tentang berbagai hal yang terjadi di Backrooms berubah menjadi sebuah harta karun yang sangat berharga.

Dirimu harus selalu menulis, entah itu untuk dirimu sendiri maupun untuk orang lain, karena tulisanmu itu mungkin akan dapat menyelamatkan sebuah nyawa tak bersalah nantinya. Dan Arsip Kuning… ia tidak akan menolak untuk membantumu dalam menyimpan semua informasi yang kamu miliki baik yang telah usang maupun yang terbaru, ia tidak akan protes terhadap beragam informasi miring maupun fakta yang telah kamu dengar, karena perannya hanyalah menjaga segala pengetahuan yang telah kamu percayakan untuk disimpan kepadanya.

Memiliki Arsip Kuning bukanlah sebuah kutukan, melainkan sebuah bukti perlawanan seseorang terhadap ketidakteraturan semesta. Meskipun Backrooms telah menghapus sebuah jejak tanpa meninggalkan suara, tulisanmu lah yang akan menjadi bukti sejarah bahwa jejak itu pernah ada. Memiliki Arsip Kuning memang memberi beban yang luar biasa pada mental dan fisikmu, tetapi manfaat yang dapat kamu berikan kepada orang-orang akan jauh lebih bermakna dari sekedar rasa lelah semata.

Diriku ingat saat bertemu dengan gadis itu. Seorang gadis muda dengan penampilan yang cukup nyentrik hadir ke hadapanku untuk belajar tentang bagaimana caranya menjadi seorang arsiparis. Ia datang dengan membawa sebuah benda yang sangat tak terduga bagiku, sebuah Arsip Kuning. Sebuah benda yang selalu identik kepada mereka yang akan menghabiskan seluruh hidup mereka hanya di depan kertas, siapa sangka bahwa akan ada anak muda yang ingin menjadi salah satu dari orang-orang itu, tepat di hadapanku. Rambut ungunya berkibas ketika ia membuka tudung hitamnya, mata merahnya menunjukkan keseriusan dan ketangguhan. Ketika diriku bertanya akan mengapa ia memilih menjadi seorang arsiparis yang padahal ada lebih banyak peran lain yang lebih cocok untuk anak muda sepertinya, sambil mendekat Arsip Kuning yang masih tipis di dadanya, ia pun menjawab…

"Peran lain… jika menjadi bagian dari mereka yang berjalan tanpa arah di dunia labirin tanpa batas ini adalah maksudmu. Maka tidak, terima kasih. Bagiku aliran informasi akan terus berjalan dan tidak akan peduli dengan seberapa lelah dirimu. Karenanya, bagiku satu paragraf yang akurat akan jauh lebih bermakna daripada sekumpulan otot super kuat namun buta arah. Pengetahuan tentang setiap sudut lokasi akan sangat bermakna, karena dengan itu, dirimu tidak akan hilang ditelan oleh betapa dinginnya Backrooms.

Diriku ingin menjadi arsiparis seperti para senior itu bukan atas alasan yang besar atau karena keinginan memenuhi tugas mulia. Melainkan atas keinginan egoisku untuk mengumpulkan dan meninggalkan jejak. Backrooms ingin kita lupa, ia ingin sejarah kita hilang, ia ingin kesalahan kita terus berulang. Diriku tidak menginginkan itu. Diriku tidak ingin ditelan oleh Backrooms sehingga orang-orang lupa kepadaku. Dan diriku tidak ingin kita tidak mendapatkan pembelajaran dari kesalahan orang-orang di masa lalu atas tiadanya informasi tentang mereka.

Arsip Kuning yang kumiliki ini memang identik dengan masalah, tetapi diriku tidak masalah dengan semua hal itu. Jika semua masalah yang terus menerus mereka peringatkan itu adalah sebuah harga yang harus kubayar untuk memenuhi keinginan egoisku itu, maka biarlah diriku menanggungnya. Diriku hanya ingin orang-orang ingat kepadaku, karenanya, aku akan mengumpulkan dan meninggalkan jejak. Dengan demikian, tidak hanya diriku saja yang akan diingat, tetapi kalian semua juga, dan Arsip Kuningku ini siap menampung semuanya. Jadi… berikan gadis muda ini petuahmu, karena suatu saat nanti, mereka yang membaca buku ini juga mendapatkan pengajaran yang sama darimu…."

…Arsip Kuning bukanlah sebuah masalah. Ia tidaklah berat. Melawan Backrooms itulah yang berat. Kamu bisa lihat dari betapa tebalnya Arsip Kuning yang dimiliki seseorang, kamu akan menemukan sudah berapa banyak waktu yang orang tersebut habiskan untuk melawan kegigihan Backrooms dalam mempermainkan manusia. Tidak peduli di mana dan kapan, para pengarsip yang tak kenal lelah ini akan selalu ada. Mereka adalah pahlawan sunyi di balik bayangan yang tidak tersorot oleh dunia.

— Hinge A.



Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License