Ruang Ratapan
penilaian: +4+x

KESULITAN MENYINTAS:

Kelas unknown

  • {$one}
  • Kurang Informasi
  • {$three}

Deskripsi

HSbCerC.jpg

Ilustrasi Ruang Ratapan.

Ruang Ratapan merupakan sebuah ruang kamar mandi berukuran 2x2x1.7 m dengan sebuah pintu besi yang tidak dapat dibuka. Ruang ini memiliki aroma klorin (penyintas lain menyebutkan aroma amonia) yang cukup menyengat, ditambah lantai ruang yang sedikit tergenang karena keran air yang bocor dan saluran pembuangan yang agak tersumbat, jamban juga tidak dapat digunakan karena turut tersumbat. Lampu penerangan terdapat di langit-langit ruang, namun karena posisinya yang cukup rendah maka penyintas harus berhati-hati untuk tidak terbentur. Ruang ini memiliki ventilasi udara berukuran kecil di sisi kiri dan kanan ruang, tembok kamar mandi terbuat dari batako berlumut yang ditutupi semen pada daerah sekitar pintu, pintu besinya berwarna coklat dan memiliki jendela kecil sehingga penyintas dapat melihat keluar.

zrY7WZP.jpg

Pemandangan luar dari ventilasi udara.

Pemandangan di luar ruang diketahui serupa pada setiap penyintas yang melihatnya, semuanya sama-sama menunjukkan pemandangan dari lokasi yang paling dirindukan oleh penyintas yaitu rumah mereka masing-masing di Frontrooms. Tidak diketahui apakah ruang ini terhubung dengan Frontrooms atau tidak mengingat pemandangan yang ditampilkan persis dengan rumah para penyintas yang ada di Frontrooms, salah satu penyintas bahkan melihat anggota keluarganya keluar dari dalam rumah. Keadaan di luar juga dapat berubah seperti dapat mengalami hujan atau pun memasuki waktu malam hari.

Dilihat dari posisi sudut pandang yang disuguhkan melalui jendela dapat diketahui bahwa ruang ini terletak di dalam sebuah bangunan yang terletak persis di depan rumah sedangkan penyintas lain menyebutkan bahwa posisi ruang ini berada di seberang jalan karena rumahnya yang di Frontrooms berada di tepi jalan. Namun, upaya untuk berkomunikasi tidak membuahkan hasil karena siapa pun yang ada di luar ruang tidak menyadari keberadaan ruang ini—memberi tekanan mental kepada para penyintas yang tidak mampu memanggil kerabatnya.

Setelah beberapa lama di dalam ruang, suara-suara dapat terdengar dari luar yang biasanya berupa suara-suara dari para "tetangga rumah" yang sedang membicarakan kepergian si penyintas dan bagaimana dampaknya kepada keluarga si penyintas dan orang-orang sekitar. Pembicaraan ini akan terus berlanjut berjam-jam lamanya sebelum akhirnya hening. Keadaan hening akan berubah menjadi obrolan lainnya namun kali ini dari pihak keluarga si penyintas, biasanya membahas ke mana si penyintas pergi dan seberapa rindunya mereka.

Ruang ini dijuluki sebagai "Ruang Ratapan" karena memberikan "tekanan mental" kepada para penyintas yang memasukinya dengan membuat mereka menyesal berada di Backrooms dan terpisah dengan keluarga mereka. Mereka yang memasuki ruang mengaku tekanan mental ini cukup untuk mendorong seseorang untuk bunuh diri dengan cara menyentuh aliran listrik pada lampu dan membiarkan diri mereka tersentrum—walau belum ada bukti adanya kematian di dalam ruang ini.

Akses Masuk dan Keluar

Sejauh ini hanya tiga penjelah saja yang melaporkan ruang ini, ketiganya sama-sama menemukan ruang ini ketika hendak memasuki kamar mandi sehingga diasumsikan hanya ini satu-satunya cara untuk memasuki ruang. Ketiganya baru keluar dari ruang setelah sekitar 12 jam berada di dalam ruang, mereka sama-sama mengalami no-clip menembus lantai dan tiba di level terakhir mereka berada.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License