Bagaimana untuk Berhenti Memasukkan Harga Dirimu ke dalam Hasil Karya Kreatifmu
penilaian: +1+x

Permulaan

Pada saat menulis ini, saya berusia 27 tahun. Sekitar usia 13 tahun, saya mengambil pensil dan mulai menulis karya fiksi penggemar Naruto hanya untuk mengubah ide saya menjadi karya. Saya, entah bagaimana, tidak pernah berhenti menulis sejak saat itu.

Saya, seperti halnya para pembuat konten lainnya, berjuang dan masih berjuang dengan memasukkan terlalu banyak harga diri pada hasil kreatif saya. Kualitas, kuantitas, penerimaan positif, jumlah pemirsa, begitu banyak hal yang perlu dikhawatirkan! Namun, perlahan tapi pasti, saya sudah bisa mengurangi untuk memasukkan harga diri saya untuk hasil kreatif saya. Itu membuat saya lebih bahagia, membuat saya lebih menyukai proses berkreasi, dan membuat saya lebih mencintai kreasi terakhir saya.

Tapi bagaimana, jujur, apakah kamu melakukan ini? Banyak hal di sini akan lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Banyak sekali!

Beri Waktu

Bagian terpenting yang sayangnya juga tidak dapat kamu kendalikan adalah waktu. Kamu harus bersabar, dan percayalah, saya adalah salah satu bajingan yang sangat tidak sabar dalam hal membuat sesuatu. Setiap hal yang saya katakan di sini akan membutuhkan waktu. Waktu untuk menyesuaikan, waktu untuk berpikir, waktu untuk menenangkan diri, waktu untuk berkumpul kembali, hanya waktu secara umum adalah bagian yang paling penting. Jika kamu tidak memberikan waktu, dan maksud saya waktu untuk waktu, bukan waktu “seminggu atau lebih”, semuanya tidak akan berhasil.

Tapi ghostchibi, itu menyebalkan! Ya, benar. Aku juga membencinya. Baik atau buruk, waktu adalah sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan di sini. Syukurlah, ada hal lain yang bisa dan harus kita kendalikan untuk membantu diri kita sendiri.

Menyesuaikan Pola Pikirmu

Memasukkan terlalu banyak harga dirimu pada hasil kreatifmu akan memberi masalah pikiran, jadi jelas cara paling cepat untuk berubah adalah dengan mengubah pola pikirmu, bukan?

Ya, tetapi juga oh Tuhan, apakah ini benar-benar membutuhkan usaha.

Kamu perlu membantu dirimu sendiri di sini. Mempelajari cara berhenti mengkhawatirkan sesuatu itu sulit, jadi kamu perlu membantu dirimu sendiri untuk menghindari hal-hal yang terlalu kamu khawatirkan. Temukan sebanyak mungkin cara untuk menyembunyikan metrik pada karyamu. Instal ekstensi yang menyembunyikan modul voting di Wikidot (jangan hapus modul voting dari halamanmu, itu melanggar aturan). Di situs web lain tempat kamu memposting karyamu, sembunyikan hal-hal seperti tampilan, suka, komentar, dan apa pun yang menghitung metrik interaksi. Buatlah agar kamu melihat sesedikit mungkin angka yang dilampirkan pada karyamu. Gunakan ekstensi untuk menyembunyikan jumlah pengikut dari dirimu sendiri di akun media sosial yang kamu gunakan secara eksklusif atau banyak untuk memposting hasil kreatifmu. Jika menurutmu itu akan membantu, sembunyikan semuanya dari dirimu sendiri dengan ekstensi dan lakukan hal yang sama juga pada akun orang lain.

Bagaimana ini membantu? Menghapus sesuatu yang terasa objektif dalam menilai karyamu akan membantumu berhenti menilai karyamu dengan angka. Angka-angka yang naik itu bagus, tetapi itu tidak terlalu membantumu kecuali kamu secara khusus ingin melihat hal-hal apa yang membuat angka-angka itu naik. Ini bukan metrik "kebagusan", melainkan metrik "apa yang membuat angka naik". Berguna untuk pemasaran, tetapi tidak berguna banyak bagi kita sebagai pembuat konten yang mencoba menilai kualitas, jadi jangan menggunakannya untuk mengukur kualitas.

Kamu Tidak Bisa Hanya Membuat Hal-Hal Baik

Jangan mencoba hanya membuat karya berkualitas "baik". Kamu akan sengsara dan marah ketika kamu mau tidak mau malah membuat karya berkualitas "buruk", meskipun begitulah yang bisa saja terjadi. Katakanlah kamu memiliki tangki air, di mana kamu telah memasukkan secangkir garam dan secangkir gula dan mengaduk semuanya. Setelah kamu menyalakan selang, semua air di tangki akan keluar. Kamu tidak bisa menyimpan air garam dan hanya membuat air gula yang keluar.

Kamu perlu membuat karya berkualitas "buruk" untuk mendapatkan karya berkualitas "baik". Terkadang kamu akan membuat membuat karya yang "buruk" lalu membuangnya, dan terkadang kamu akan menyimpannya dan membuatnya menjadi sesuatu yang baik lagi. Kamu juga tidak perlu menunjukkan semua karyamu. Jika kamu tidak ingin menunjukkan kepada siapa pun karya berkualitas "buruk", kamu tidak perlu melakukannya. Simpan di folder "ide yang tidak digunakan" atau di suatu tempat di komputermu, dan simpan untuk keperluan di masa mendatang.

Kualitas itu subjektif. Kualitas "buruk" dan kualitas "baik" tergantung pada situasinya juga. Sesuatu yang tampak "buruk" bisa menjadi menarik atau aneh, dan sesuatu yang tampak "baik" bisa terasa sangat tidak pada tempatnya dan tidak wajar. Kamu tidak akan tahu bagaimana sesuatu akan berubah kecuali jika kamu membuatnya, jadi kamu hanya perlu… yah, membuatnya.

Istirahat, Istirahat yang Banyak

Terkait dengan “Berikan Waktu”, tetapi ini adalah keterampilan yang baik untuk mempelajari cara istirahat.

Ya, belajarlah untuk istirahat. Beristirahat tetapi merasa tidak enak karena tidak membuat apa pun bukanlah istirahat, itu hanya akan membuat dirimu stres. Kebutuhan untuk terus berkreasi merusak kesehatanmu dan kesenanganmu dalam berkreasi. Berkreasi harus asik dan menyenangkan. Jika kamu merasa harus membuat sesuatu setiap hari, di setiap waktu luang yang kamu miliki, kamu akan memperlakukannya seperti karya yang tidak dibayar.

Tidak membuat sesuatu secara terus-menerus atau teratur tidak menghilangkan Kartu Kreator Resmi milikmu. Tidak ada Kartu Kreator Resmi yang bergantung pada berapa banyak Kreasi yang kamu hasilkan. Kamu diperbolehkan untuk mengambil istirahat sebanyak atau selama yang kamu inginkan.

Buat Apa yang Kamu Inginkan

Mengejar topik populer akan menarik perhatian dan upvote, kecuali kamu benar-benar menikmati topik itu, kamu tidak akan menikmati proses pembuatannya jika tidak. Beberapa hal diluarnya adalah minat khusus dengan lebih sedikit orang yang menikmatinya. Popularitas bukanlah metrik "kebagusan", hanya ukuran dari apa yang dinikmati banyak orang. Jika kamu ingin mengejar popularitas, itu keputusanmu, kecuali kamu juga menyukai apa yang sedang populer itu, kamu tidak akan bersenang-senang jika tidak.

Sebaliknya, topik yang populer bukanlah “hal wajib” atau “hal bodoh”. Jika kamu menulis sesuatu yang populer, dan kamu menikmatinya, kamu akan membantu dirimu sendiri sebagai penulis jauh lebih banyak daripada mencoba menulis topik khusus yang "pintar" atau "keren" yang tidak kamu sukai. Jangan mencoba menjadi pintar demi menjadi pintar, bukan karena itu dosa berat tetapi karena kamu tidak akan bersenang-senang. Kecuali jika kamu suka menjadi pintar demi menjadi pintar, dalam hal ini saya harap kamu bersenang-senang dengannya.

Konsumsi Konten Lain

Outputnya bagus, tapi begitu juga inputnya. Ambil kreasi orang lain dalam jumlah yang sama seperti yang kamu hasilkan. Ini tidak hanya akan memberimu kesenangan (saya harap!), kamu akan mendapatkan waktu untuk menerima ide-ide baru atau pengambilan yang berbeda. Otakmu akan mendapatkan pengayaan dari konten baru. Jangan melihat voting konten yang kamu ambil. Ini akan mencegah kamu membandingkan angka dengan angka. Jangan membandingkan kualitas karyamu dan karya yang telah kamu lakukan saat kamu melakukan ini. Sekali lagi, jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi jika kamu fokus pada karya yang kamu lakukan tanpa membandingkannya dengan karya orang lain (termasuk karyamu sendiri), kamu akan melatih otakmu untuk menyesuaikan diri dengan pola pikir itu.

Pahami Cara Menerima Kritik

Kritik terhadap kualitas tulisanmu bukanlah bentuk serangan terhadapmu. Menulis dengan buruk bukanlah kejahatan, dan kamu tidak boleh menganggap kritik atas tulisanmu sebagai indikasi bahwa seseorang membencimu, menganggapmu menyebalkan, atau ingin kamu diam dan mati. Sebaliknya, kritik tidak boleh dibungkus dengan serangan pribadi. "Tulisanmu buruk" dan "Saya pikir kamu itu bodoh" tidak boleh berjalan beriringan saat membuat kritik yang membangun. Belajar mengidentifikasi kapan kritik itu membangun dan kapan itu kejam atau berlebihan adalah penting.

Mengakhiri penanggapan kritik yang membangun dengan cara "dramatis" atau "dikirim melalui pemeras", walau sebagai lelucon. Membuat lelucon tersebut secara berulang-ulang akan menanamkan gagasan di benakmu (dan juga di pikiran orang lain!) bahwa proses kritik adalah proses yang mengerikan dan menyiksa dari orang-orang yang memberi tahumu betapa buruknya kamu dan betapa buruknya karyamu. Kritik bukan seperti itu! Kritik adalah kesempatan untuk perbaikan. Secara aktif mengubah pola pikirmu untuk berpikir seperti itu akan membuatmu tidak terlalu takut dikritik dan cenderung tidak merasa terluka secara pribadi karenanya.

Tidak semua kritik itu benar untuk apa yang kamu coba buat. Kamu dapat mengabaikan kritik yang kamu rasa tidak membantumu atau karyamu, meskipun itu bukan kritik yang buruk. Kritik yang pada dasarnya tidak akan berhasil untuk apa yang kamu buat dapat diabaikan jika kamu merasa itu tidak akan membantu produk akhir. Mampu menyaring kritik yang kamu terima dan membuat keputusan tentang apa yang berguna dan apa yang tidak akan membantumu dalam berkreasi di masa depan juga.

Terus lakukan

Saat kamu berusaha mengubah pola pikir dan pola prosesmu, otakmu akan belajar untuk menyesuaikan diri. Sama seperti saat kamu menyesuaikan diri dengan iklim di suatu tempat saat kamu tinggal di sana atau mendapatkan memori otot saat kamu terus mengulangi tugas yang sama, otakmu secara perlahan akan mulai mengubah cara berpikirnya. Seiring berjalannya waktu, kamu akan kurang memperhatikan angka, kurang terobsesi untuk terus-menerus menciptakan lebih banyak karya, kurang takut menerima kritik, dan menemukan pola proses yang kamu nikmati. Ini adalah bagian yang paling membutuhkan waktu dan konsistensi. Mungkin butuh beberapa saat, bahkan bertahun-tahun, tetapi kamu akan sampai di sana selama kamu akan terus melakukannya.

Tak Satu pun Dari Semua Ini Adalah Saran Baru!!

Saya yakin kamu sudah sering mendengar banyak saran seperti semua ini, tetapi anehnya semua saran ini berkerja pada saya. Saya mengabaikan metrik yang terlihat di mana ternyata saya bisa, dan setelah beberapa saat saya menyadari betapa tidak pentingnya angka-angka itu dan mulai menghargai karya saya apa adanya. Saya berhenti membandingkan karya saya dengan karya orang lain, dan menemukan bahwa saya semakin menyukai karya milik saya sendiri karenanya. Saya belajar bagaimana melepaskan kekhawatiran tentang tidak menjadi yang terbaik atau "baik" pada apa yang telah saya lakukan, dan menemukan bahwa itu membuat saya menyukai proses pembuatan serta produk akhirnya. Dengan dapat menjauhkan harga diri saya dari kualitas karya saya, saya dapat memiliki pendekatan yang lebih sehat dan lebih bersahabat dalam menerima kritik yang membangun. Karena saya menjadi lebih mudah untuk menerima kritik, tulisan saya menjadi seperti apa yang saya sukai.

Itu mungkin saja, saya yakin! Membuat perubahan ini akan membutuhkan waktu dan usaha, begitu pula dengan proses membuat sesuatu.


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License